Detikberita, JAKARTA — Perusahaan rekayasa teknik (engineering design) asal Selandia Baru, MTL New Zealand Limited, resmi memperluas ekspansi bisnisnya ke pasar Indonesia dengan membuka kantor cabang (branch office) di Jakarta. Langkah ini dilakukan guna memperkuat dukungan teknis terhadap proyek-proyek energi baru terbarukan, khususnya sektor panas bumi (geothermal).
Business Development Manager MTL New Zealand Limited, Kunto Wibowo, mengungkapkan bahwa rekam jejak MTL di bidang engineering design berfokus pada keahlian spesifik di sektor geothermal, pengelolaan air (water treatment), hingga pembangkit listrik tenaga air (hydro).
”MTL berdiri sejak 1996 di Auckland, Selandia Baru. Tahun ini kami membuat kantor cabang di Jakarta karena kami banyak mendukung proyek geothermal di Selandia Baru maupun Indonesia,” ujar Business Development Manager MTL Kunto Wibowo saat ditemui dalam ajang pameran Geothermal, Jakarta, Rabu, 19/8/26.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Meski entitas resmi MTL di Indonesia baru berjalan dalam beberapa bulan terakhir, perusahaan ini sebelumnya telah berpengalaman dalam mendukung pengerjaan sejumlah infrastruktur energi strategis di Tanah Air.
”Sejauh ini kami sudah mendukung PT Inti Karya Persada Tehnik (IKPT) untuk pekerjaan detail design di proyek Patuha Unit 2 milik PT Geo Dipa Energi (Persero). Selain itu, kami juga mendukung pengerjaan proyek Muara Laboh Unit 2 milik Supreme Energy,” jelas Kunto.
Perluas Kemitraan Strategis
Melalui kehadiran kantor cabang serta keikutsertaan dalam pameran industri geothermal, MTL menargetkan perluasan jaringan kemitraan (networking) dengan para pengembang proyek di Indonesia. MTL siap memberikan dukungan rekayasa teknis mulai dari detail design, steamfield above ground system (sistem perpipaan lapangan uap), hingga perancangan pembangkit (power plant design).
Kunto menuturkan, MTL tidak menutup kemungkinan untuk menjajaki potensi kerja sama dengan BUMN di sektor energi ke depannya.
Di sisi lain, MTL berharap adanya dukungan regulasi yang semakin kondusif dari pemerintah Indonesia, terutama terkait kemudahan perizinan bagi penanaman modal asing (PMA) maupun para pemilik proyek (project owner).
”Harapan kami ada kemudahan regulasi dan perizinan, baik dari sisi kami maupun di sisi owner. Jika perizinan untuk owner makin mudah, proyek yang berjalan akan semakin banyak, sehingga kami di sektor hilir dapat memberikan dukungan teknis yang lebih maksimal,” pungkas Kunto.























