DetikBerita. Co. Id || Jakarta – Center for Latin America (CeLA) Universitas Prof. Dr. Moestopo (Beragama) menyelenggarakan Focus Group Discussion (FGD) bertajuk Indonesia dan Solidaritas Global South Menyikapi Situasi Venezuela pada Kamis lalu di Jakarta.
Diskusi ini menghadirkan Duta Besar Republik Bolivar Venezuela untuk Indonesia, H.E. Enrique Antonio Acuna Mendoza, guna membahas eskalasi politik pasca-penangkapan Presiden Nicolás Maduro dan Ibu Negara Cilia Flores pada awal Januari 2026.
Dalam paparannya, Dubes Mendoza menegaskan bahwa penangkapan tersebut merupakan pelanggaran berat terhadap kedaulatan negara dan hukum internasional.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Saat ini, kepemimpinan Venezuela dijalankan oleh Wakil Presiden Delcy Rodríguez sebagai Presiden sementara.
Pemerintah Venezuela kini fokus pada upaya pemulihan stabilitas nasional melalui pembentukan komisi evaluasi serta membuka ruang dialog multilateral, termasuk dengan kalangan akademisi di Indonesia.
Diskusi yang diikuti oleh berbagai perwakilan universitas ternama dan Asosiasi Ilmu Hubungan Internasional Indonesia (AIHII) ini juga menyoroti strategi diplomasi publik.
Ibu Kesi Yovana dalam sesi diskusi menekankan pentingnya memengaruhi opini publik domestik di Amerika Serikat sebagai instrumen penekan kebijakan luar negeri.
Halaman : 1 2 Selanjutnya





















