Slamet Ariyadi :Pemuda Harus Jadi Penggerak Utama di Abad Kedua Nahdlatul Ulama

Zaenal Langgar

- Penulis

Jumat, 28 Agustus 2026 - 15:49 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

 

 

 

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

JAKARTA :Memasuki fase krusial menuju abad kedua organisasi, Muktamar Nahdlatul Ulama (NU) ke-35 dinilai bukan sekadar agenda periodik lima tahunan. Perhelatan besar ini merupakan momentum strategis untuk mengevaluasi perjalanan sejarah sekaligus menata arah masa depan bangsa, dengan fokus utama pada pemberdayaan generasi muda.

 

Pandangan tersebut disampaikan oleh Kader NU yang juga Anggota DPR RI Fraksi PAN, Slamet Ariyadi, dalam keterangannya yang menyoroti pentingnya transformasi organisasi di era modern.

 

Menurut Slamet, tantangan yang dihadapi bangsa Indonesia saat ini sudah jauh lebih kompleks, meliputi transformasi digital, perkembangan teknologi, dinamika geopolitik global, ketahanan pangan dan energi, isu lingkungan hidup, hingga peningkatan kualitas sumber daya manusia. Dalam menjawab berbagai tantangan tersebut, posisi pemuda harus ditempatkan secara progresif.

 

“Generasi muda bukan sekadar penerus estafet kepemimpinan, tetapi juga harus menjadi penggerak perubahan, pencipta inovasi, sekaligus penjaga nilai-nilai kebangsaan,” ujar Slamet, Jumat (28/8).

 

Ia menekankan agar Muktamar ke-35 mampu melahirkan gagasan-gagasan besar yang adaptif terhadap kebutuhan zaman. NU, lanjutnya, perlu memberikan ruang partisipasi yang lebih luas bagi anak muda untuk berkontribusi di berbagai sektor strategis, mulai dari pengambilan keputusan, pengembangan ekonomi, pendidikan, teknologi, hingga kewirausahaan.

 

Di samping penguatan ekonomi dan teknologi, peran moral dan sosial NU dalam merawat persatuan bangsa juga dinilai semakin krusial di tengah derasnya arus informasi dan potensi polarisasi digital. Nilai-nilai moderasi, toleransi, gotong royong, dan nasionalisme harus terus digaungkan.

Baca Juga:  Warga Distrik Kembru Jadi Korban Penembakan TPNPB-OPM, TNI Siaga Berikan Perlindungan dan Bantu Evakuasi

 

Karena itu, Muktamar NU ke-35 diharapkan menjadi ruang konsolidasi lintas generasi yang efektif. Sinergi antara kearifan para kiai dan ulama sebagai fondasi dengan energi serta inovasi dari kalangan muda diyakini akan menjadi kekuatan besar dalam melangkah ke depan.

 

“Abad kedua NU bukan hanya tentang mempertahankan apa yang telah diwariskan, tetapi juga tentang keberanian menciptakan sesuatu yang baru. NU harus mampu menjawab zaman tanpa kehilangan akar sejarah, tradisi, dan jati dirinya,” tambahnya.

 

Melalui momentum Muktamar NU ke-35, ketahanan masa depan organisasi dan masa depan bangsa dipandang berjalan beriringan. Ketika generasi muda tumbuh menjadi sosok yang kuat, berilmu, berkarakter, dan peduli terhadap negara, maka kemajuan Indonesia secara otomatis akan turut terjamin.

 

“Dari tradisi menuju inovasi, dari regenerasi menuju transformasi, dan dari abad pertama menuju abad kedua yang lebih maju, berkeadaban, serta membawa kemaslahatan bagi seluruh anak bangsa,” pungkasnya.

 

 

Sumber : Divisi Humas MIO Indonesia DKI Jakarta

 

 

Reporter : Edo Lembang

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel detikberita.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Presiden Prabowo Terima Panglima Jilah, Respons Langsung Aspirasi Masyarakat Dayak
Aktivis Minta Dugaan Praktik Internet di Sikakap Diusut, Pemerintah Didorong Percepat Akses Resmi
Warga Gang 9 Warakas Tutup Perayaan HUT RI ke 81 dengan Pembagian Hadiah dan Makan Bersama
IPJI Kepri Siap Turun Ke Jalan: Duduk Perkara Pernyataan Wawako Batam Bukan Sekadar Kekeliruan, Tapi Kesombongan
Polres Pelabuhan Tanjung Priok Perketat Pengamanan Embarkasi KM Tidar,1.163 Penumpang Tujuan Surabaya
Afgan Hadirkan “Langit Merah Muda”, OST Agensi Rumah Tangga yang Bawa Kisah Kafka dan Katia
PP ISMAHI: Jangan Biarkan Potongan Video dan Tuduhan Anonim Menggantikan Proses Hukum

HAK JAWAB

Apabila ada pihak yang merasa dirugikan dan/atau keberatan dengan penayangan artikel dan/atau berita tersebut di atas, anda dapat mengirimkan artikel dan/atau berita berisi sanggahan dan/atau koreksi kepada Redaksi kami, sebagaimana diatur dalam Pasal 1 ayat (11) dan (12) Undang-Undang Nomor 40 tahun 1999 tentang Pers.  Artikel/berita dimaksud dapat dikirimkan melalui email: detikdjakartaofficial@gmail.com.

Berita Terkait

Minggu, 30 Agustus 2026 - 01:52 WIB

Presiden Prabowo Terima Panglima Jilah, Respons Langsung Aspirasi Masyarakat Dayak

Sabtu, 29 Agustus 2026 - 22:17 WIB

Aktivis Minta Dugaan Praktik Internet di Sikakap Diusut, Pemerintah Didorong Percepat Akses Resmi

Sabtu, 29 Agustus 2026 - 20:28 WIB

Warga Gang 9 Warakas Tutup Perayaan HUT RI ke 81 dengan Pembagian Hadiah dan Makan Bersama

Sabtu, 29 Agustus 2026 - 19:14 WIB

IPJI Kepri Siap Turun Ke Jalan: Duduk Perkara Pernyataan Wawako Batam Bukan Sekadar Kekeliruan, Tapi Kesombongan

Sabtu, 29 Agustus 2026 - 18:28 WIB

Polres Pelabuhan Tanjung Priok Perketat Pengamanan Embarkasi KM Tidar,1.163 Penumpang Tujuan Surabaya

Berita Terbaru