Empat Musim Pertiwi, Kisah Pulang yang Membawa Luka hingga Toronto

Dina

- Penulis

Rabu, 9 September 2026 - 11:24 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Detikberita, Jakarta – Pulang tidak selalu berarti kembali ke tempat yang dirindukan. Bagi Pertiwi, kepulangan justru menjadi perjalanan untuk menghadapi masa lalu, luka, serta orang-orang yang pernah mengisi hidupnya. Kisah tersebut menjadi inti film terbaru sutradara Kamila Andini, Empat Musim Pertiwi.

 

Forka Films resmi memperkenalkan trailer dan poster film tersebut pada Senin, 8 September 2026. Film yang dibintangi Putri Marino ini mengisahkan Pertiwi, seorang perempuan yang kembali ke Bromo setelah puluhan tahun meninggalkan tempat tersebut.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

 

Bromo tidak hanya menjadi latar cerita, tetapi juga ruang bagi Pertiwi untuk membuka kembali kenangan yang selama ini ia tinggalkan. Trailer berdurasi sekitar dua menit menampilkan hamparan kampung, persawahan, hingga lautan pasir Bromo yang menjadi bagian penting dari perjalanan emosional sang tokoh utama.

 

Dalam perjalanannya, Pertiwi kembali bertemu dengan orang-orang dari masa lalu. Sebagian pernah menjadi sumber kebahagiaan, sementara lainnya meninggalkan luka yang belum sepenuhnya sembuh. Empat musim dalam film ini kemudian menjadi metafora perjalanan hidup Pertiwi, mulai dari pengalaman, kehilangan, luka, hingga proses menemukan kembali dirinya.

 

Empat Musim Pertiwi juga menjadi ruang bagi Kamila Andini untuk mengeksplorasi genre fiksi ilmiah dalam drama manusia. Sutradara Yuni dan Before, Now & Then itu mengaku sejak lama memiliki ketertarikan terhadap genre sci-fi, tetapi baru melalui cerita Pertiwi ia merasa penggunaannya memiliki alasan yang kuat.

 

“Saya memang suka sci-fi. Tapi baru sekarang merasa perlu menggunakannya,” ujar Kamila Andini dalam jumpa pers di Epicentrum XXI, Jakarta.

 

Menurut Kamila, elemen fiksi ilmiah dalam film tersebut bukan sekadar digunakan untuk menghadirkan visual berskala besar. Sci-fi justru menjadi bahasa yang dipilih untuk menyampaikan perjalanan Pertiwi secara lebih universal.

 

“Setiap cerita punya kebutuhannya sendiri. Untuk bicara tentang perjalanan Pertiwi, sci-fi adalah cara paling jujur dan paling universal,” kata Kamila.

 

Proses pengembangan Empat Musim Pertiwi telah berlangsung sejak 2017. Film ini kemudian memasuki tahap produksi pada 2025 dengan sebagian besar pengambilan gambar berlangsung di kawasan Bromo. Skala produksinya pun menjadi salah satu tantangan terbesar bagi Forka Films.

 

“Ini skala terbesar Forka Films. Post-production-nya juga penuh detail. Kami ingin penonton merasakan bahwa ini hanya bisa terjadi di bioskop,” ujar Ifa Isfansyah.

Baca Juga:  Lindungi Hak dan Keselamatan Warga Polda Metro Jaya Tertibkan Penyalahgunaan LPG Bersubsidi

 

Bagi Putri Marino, memerankan Pertiwi juga bukan pekerjaan mudah. Ia harus membangun karakter perempuan yang telah melalui begitu banyak pengalaman hingga membuat dirinya terasa dingin secara emosional.

 

“Diminta jadi orang yang seperti sudah mati di dalamnya, dingin,” ucap Putri Marino.

 

Untuk membantu pendalaman karakter, Kamila memberikan novel Perempuan di Titik Nol karya Nawal El-Saadawi kepada Putri sebagai salah satu referensi. Pendekatan tersebut membantu Putri memahami perjalanan batin Pertiwi sebagai perempuan yang berusaha menghadapi masa lalu dan mengenali kembali dirinya.

 

Film ini turut menghadirkan sejumlah nama seperti Christine Hakim, Hana Malasan, Shofia Shireen, Nagra Pakusadewo, dan Arya Saloka. Selain itu, Dwika Pradnyana, aktor dengan vitiligo, serta Hanna Aretha, aktor tuli, ikut menjadi bagian dari dunia cerita yang dibangun film tersebut.

 

Tak hanya menyasar penonton Indonesia, Empat Musim Pertiwi menggunakan judul internasional Four Seasons in Java dan akan melakukan pemutaran perdana di Toronto International Film Festival pada September 2026. Film ini kemudian dijadwalkan hadir dalam Busan International Film Festival melalui program A Window On Asian Cinema pada 8 Oktober 2026.

 

Four Seasons in Java merupakan hasil ko-produksi enam negara, yakni Indonesia, Prancis, Belanda, Norwegia, Arab Saudi, dan Polandia. Perjalanan internasional tersebut menjadi salah satu bentuk kepercayaan terhadap kekuatan artistik sinema Indonesia.

 

“Ini bentuk kepercayaan pada kualitas artistik dan potensi sinema Indonesia,” kata Ifa Isfansyah.

 

Setelah melewati proses panjang sejak pengembangan ide pada 2017, produksi pada 2025, hingga perjalanan ke festival film internasional, Empat Musim Pertiwi akan tayang di bioskop Indonesia mulai 8 Oktober 2026.

 

Film ini mengajak penonton mengikuti perjalanan seorang perempuan yang kembali ke tempat yang pernah ditinggalkannya, menghadapi luka yang belum selesai, dan mencari alasan untuk kembali menjalani hidup.

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel detikberita.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Menguras Air Mata,Film Pendek “Senyum yang Kembali di Bawah Tiang Bendera”Angkat Perjuangan Siswi Pengidap Kangker
PP ISMAHI Desak Negara Ungkap Pelaku dan Dalang Dugaan Penyadapan Presiden!
Dugaan Penyadapan Mantan Kapolri Listyo Sigit Menguak, 43 Nama Tokoh Disebut Masuk Daftar yang Beredar
Puteri Batik Cilik Indonesia 2026 Sukses Digelar, Libatkan Peserta dari Berbagai Daerah
Dandim 0502/JU Bersama Kapolres dan Pemkot Jakarta Utara Dampingi Lanjutan Penertiban Bangunan di Sepanjang Rel Kampung Bahari
Seminar Nasional Universitas Trisakti Bahas Masa Depan Otsus dan IKN, Ini Harapan Akademisi
Dandim 0502/JU Bersama Forkopimko Jakarta Utara Dampingi Kapolda Metro Jaya Tinjau Lokasi Pasca Penertiban di Kampung Bahari
TECNO MEGABOOK K15S Resmi Hadir, Tawarkan Layar 15,6 Inci dan Performa AMD Ryzen 5
Berita ini 28 kali dibaca

HAK JAWAB

Apabila ada pihak yang merasa dirugikan dan/atau keberatan dengan penayangan artikel dan/atau berita tersebut di atas, anda dapat mengirimkan artikel dan/atau berita berisi sanggahan dan/atau koreksi kepada Redaksi kami, sebagaimana diatur dalam Pasal 1 ayat (11) dan (12) Undang-Undang Nomor 40 tahun 1999 tentang Pers.  Artikel/berita dimaksud dapat dikirimkan melalui email: detikdjakartaofficial@gmail.com.

Berita Terkait

Jumat, 6 November 2026 - 00:41 WIB

Menguras Air Mata,Film Pendek “Senyum yang Kembali di Bawah Tiang Bendera”Angkat Perjuangan Siswi Pengidap Kangker

Kamis, 5 November 2026 - 13:16 WIB

PP ISMAHI Desak Negara Ungkap Pelaku dan Dalang Dugaan Penyadapan Presiden!

Rabu, 4 November 2026 - 23:31 WIB

Dugaan Penyadapan Mantan Kapolri Listyo Sigit Menguak, 43 Nama Tokoh Disebut Masuk Daftar yang Beredar

Rabu, 4 November 2026 - 20:26 WIB

Puteri Batik Cilik Indonesia 2026 Sukses Digelar, Libatkan Peserta dari Berbagai Daerah

Rabu, 4 November 2026 - 17:57 WIB

Dandim 0502/JU Bersama Kapolres dan Pemkot Jakarta Utara Dampingi Lanjutan Penertiban Bangunan di Sepanjang Rel Kampung Bahari

Berita Terbaru