HUT ke-3 FORGAS Bali, Perkuat Komitmen Jaga Adat dan Budaya Nusantara

Indah

- Penulis

Rabu, 9 September 2026 - 14:41 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Detikberita.co.id DENPASAR, BALI — Forum Gerakan Adat Senusantara (FORGAS) Provinsi Bali memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-3 di Gedung Wiswasabha Utama, Kantor Gubernur Bali, Jalan Basuki Rahmat, Denpasar, Rabu, 9 September 2026.

Kegiatan dimulai sekitar pukul 09.00 WITA dan diawali dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya. Menariknya, di area pintu masuk gedung, panitia juga menyediakan layanan pemeriksaan mata gratis bagi peserta dan tamu undangan melalui Rumah Sakit Mata Bali Mandara Provinsi Bali.

Peringatan HUT ke-3 FORGAS tahun ini mengusung tema, “Strategi Ngemargiang Sad Kerthi Loka Bali, Ngajegang Tradisi, Adat lan Budaya Nusantara.”

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Rangkaian kegiatan kemudian dilanjutkan dengan nuansa seni dan budaya Bali. Tabuh Pendet mengiringi suasana pembukaan, disusul penampilan tari yang menggambarkan kekayaan budaya Bali sekaligus menyampaikan pesan mengenai pentingnya menjaga warisan leluhur.

Melalui rangkaian seni tersebut, FORGAS mengangkat semangat Sad Kerthi Loka Bali, Hindu Dresta Bali, adat, seni, tradisi, dan budaya Nusantara. Pesan yang disampaikan menekankan pentingnya generasi penerus untuk mengenal, mencintai, dan melestarikan nilai-nilai budaya yang telah diwariskan para leluhur.

Suasana semakin semarak dengan tabuh beleganjur yang mengiringi pertunjukan tentang bangkitnya kesadaran untuk mempertahankan identitas budaya dan tradisi.

FORGAS Tegaskan Komitmen Pelestarian Budaya

Dalam laporan Ketua Panitia HUT ke-3 FORGAS, Prof. Dr. Dra. Ni Ketut Srie Kusuma Wardhani, M.Pd., disampaikan bahwa FORGAS merupakan organisasi kemasyarakatan yang bergerak di bidang sosial kemasyarakatan, dengan perhatian terhadap adat, agama Hindu Dresta Bali, tradisi, seni, budaya, dan kearifan lokal.

Menurut Prof. Sri, tema yang diangkat menjadi momentum untuk meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya menjaga adat, budaya, dan nilai-nilai kehidupan masyarakat Bali dan Nusantara.

Selain itu, HUT ke-3 FORGAS juga menjadi sarana mempererat hubungan, komunikasi, dan solidaritas antara pengurus serta anggota FORGAS dari tingkat daerah hingga pusat, sekaligus membangun sinergi dengan berbagai pihak dalam kegiatan sosial kemasyarakatan.

Prof. Sri menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Provinsi Bali, para undangan, peserta, pengurus, dan seluruh panitia yang telah mendukung pelaksanaan kegiatan.

“Kami menyampaikan terima kasih atas perhatian, kehadiran, partisipasi, dan peran serta seluruh undangan serta panitia. Semoga kegiatan ini berjalan lancar dan sukses serta menjadi momentum memperkuat kebersamaan dalam menjaga adat, tradisi, dan budaya Nusantara,” ujar Prof. Sri.

Tiga Tahun Pengabdian FORGAS

Sementara itu, Ketua DPD FORGAS Provinsi Bali, Dr. Drs. Kadek Arya Bagiastra, S.E., S.H., M.H., dalam sambutannya menegaskan bahwa peringatan HUT ke-3 bukan sekadar kegiatan seremonial, tetapi menjadi momentum untuk memperkuat komitmen organisasi dalam melestarikan adat Bali dan budaya Nusantara.

Ia menekankan pentingnya sinergi dengan desa adat serta pengkaderan generasi muda agar tidak kehilangan jati diri dan melupakan warisan budaya leluhur.

FORGAS, kata dia, juga berkomitmen menjadi mitra pemerintah dan berbagai pihak dalam menjaga keamanan, kedamaian, serta kelestarian nilai-nilai lokal Bali.

Baca Juga:  Kapolda Metro Jaya Lantik 993 Bintara Remaja di SPN Lido

Seluruh jajaran pengurus juga diingatkan untuk tetap kompak, santun, dan tegas dalam menjalankan tugas serta menjaga marwah organisasi.

Momentum tiga tahun FORGAS menjadi penanda perjalanan pengabdian organisasi dalam menjaga adat dan budaya, sekaligus memperkuat kontribusi terhadap kehidupan masyarakat sesuai dengan nilai-nilai Pancasila.

Wagub Bali: Kemajuan Jangan Mengikis Akar Budaya

Sementara itu, Gubernur Bali yang diwakili Wakil Gubernur Bali, Giri Prasta, dalam sambutannya menekankan pentingnya menjaga identitas sebagai masyarakat Nusantara di tengah keberagaman agama, suku, dan budaya.

Semangat Bhinneka Tunggal Ika dan Pancasila, menurutnya, harus tetap menjadi landasan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

Ia juga menyoroti pentingnya toleransi dan kebersamaan sebagai kekuatan bangsa. Berbagai kontribusi dalam pembangunan tempat ibadah lintas agama menjadi salah satu contoh bagaimana keberagaman dapat dirawat melalui semangat persatuan dan keputusan bersama.

Menurutnya, kemajuan dan pembangunan tidak boleh membuat masyarakat kehilangan budaya serta akar tradisinya, khususnya Bali yang memiliki kekayaan spiritual dan budaya yang telah menjadi bagian penting dari identitas Nusantara.

Ia juga menegaskan pentingnya mewujudkan keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia, serta menjadikan perbedaan sebagai kekuatan, bukan penghalang untuk bersatu.

Dihadiri Sekitar 250 Peserta

Kegiatan HUT ke-3 FORGAS diikuti sekitar 250 peserta yang berasal dari berbagai unsur, di antaranya pemerintah, DPRD provinsi maupun kabupaten/kota, prajuru Majelis Desa Adat (MDA) Bali, jajaran TNI-Polri, perguruan tinggi, FKUB, organisasi kemasyarakatan, puri, warih/soroh, serta masyarakat umum.

Sejumlah pejabat dan tokoh juga turut diundang, termasuk unsur Pemerintah Provinsi Bali, DPRD Bali, Kodam IX/Udayana, Polda Bali, Kejaksaan Tinggi Bali, Pengadilan Tinggi Denpasar, Kanwil Kementerian Agama Provinsi Bali, Korem 163/Wira Satya, Lanal Denpasar, Lanud I Gusti Ngurah Rai, FKUB, MUI, MPUK, Majelis Keuskupan Denpasar, Matakin, organisasi keagamaan, serta para rektor perguruan tinggi.

Peringatan HUT ke-3 FORGAS berlangsung selama satu hari dengan berbagai rangkaian kegiatan, mulai dari pembukaan, pertunjukan seni budaya, sambutan tokoh, hingga kegiatan kebersamaan dan penguatan jejaring.

Melalui momentum HUT ke-3 ini, FORGAS Provinsi Bali kembali menegaskan komitmennya untuk mendorong pelestarian adat, seni, tradisi, budaya, dan kearifan lokal, sekaligus membangun komunikasi serta sinergi dengan berbagai elemen masyarakat.

Dari Bali, semangat menjaga warisan leluhur dan memperkuat kebudayaan Nusantara terus digaungkan. HUT ke-3 FORGAS menjadi momentum untuk merawat tradisi, mempererat persatuan, dan menjaga harmoni dalam keberagaman.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel detikberita.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Penggerebekan Ponpes Hamalatul Qur’an Sukoharjo Kewenangan Aparat dan Perlindungan Hak Anak
DI SERANG HOAX RAPELAN PENSIUN, TASPEN JUSTRU RAIH PREDIKAT SANGAT PUAS DARI KEMENKEU
KUR Harus Membangun Kemandirian, Bukan Ketergantungan
BELAJAR DARI SEJARAH KOLONIALISME: DOMINASI BUKAN JALAN TERBAIK MENUJU KEMAKMURAN BERSAMA
Dari Panitia Pemilihan Indonesia (PPI) hingga Komisi Pemilihan Umum (KPU)
Satu Alur Layanan Tanpa Ribet: Inovasi BRI Life dan BPJS Kesehatan Lewat KAPJ
Hari Jadi Kabupaten Tangerang ke-394: Jadilah Pemimpin yang Dicintai Rakyat
Ketika Notaris & PPAT Terseret dalam APHT dan SKMHT
Berita ini 22 kali dibaca

HAK JAWAB

Apabila ada pihak yang merasa dirugikan dan/atau keberatan dengan penayangan artikel dan/atau berita tersebut di atas, anda dapat mengirimkan artikel dan/atau berita berisi sanggahan dan/atau koreksi kepada Redaksi kami, sebagaimana diatur dalam Pasal 1 ayat (11) dan (12) Undang-Undang Nomor 40 tahun 1999 tentang Pers.  Artikel/berita dimaksud dapat dikirimkan melalui email: detikdjakartaofficial@gmail.com.

Berita Terkait

Selasa, 3 November 2026 - 15:15 WIB

Penggerebekan Ponpes Hamalatul Qur’an Sukoharjo Kewenangan Aparat dan Perlindungan Hak Anak

Kamis, 29 Oktober 2026 - 18:18 WIB

DI SERANG HOAX RAPELAN PENSIUN, TASPEN JUSTRU RAIH PREDIKAT SANGAT PUAS DARI KEMENKEU

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 17:24 WIB

KUR Harus Membangun Kemandirian, Bukan Ketergantungan

Kamis, 22 Oktober 2026 - 10:52 WIB

BELAJAR DARI SEJARAH KOLONIALISME: DOMINASI BUKAN JALAN TERBAIK MENUJU KEMAKMURAN BERSAMA

Rabu, 21 Oktober 2026 - 10:54 WIB

Dari Panitia Pemilihan Indonesia (PPI) hingga Komisi Pemilihan Umum (KPU)

Berita Terbaru