SELATPANJANG, DETIKBERITA.CO.ID –
Setelah viral antrean panjang MinyaKita di beberapa toko di Kepulauan Meranti, akhirnya perwakilan Bulog, Pak Satriadi buka suara, kamis (8/10/2026).
Ia mengakui antrean terjadi karena stok yang sangat terbatas. Penyebab utamanya adalah kapal RORO yang sudah tidak beroperasi selama 1 bulan.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
“1 minggu hanya 25 per toko. Stok masuk 1.400, toko yang dibagikan 15 toko. Penyebab RORO sudah tidak berjalan sekitar 1 bulan,” ungkapnya.
Tidak hanya di Hemart Swalayan Selatpanjang, 15 toko resmi yang ditunjuk Bulog mengalami hal serupa, termasuk toko di seberang tepatnya di Kayu Ara di KDMP yang baru beroperasi.
Terkait pembatasan pembelian, Pak Satriadi membenarkan apa yang dikatakan anggota salah satu toko.
“Benar yang dikatakan anggota salah satu toko bahwa hanya dibatasi 2 liter saat konsumen tidak rame, kalau pas rame hanya 1 liter,” ujar Pak Satriadi.
Ia menegaskan kelangkaan ini murni karena distribusi, bukan penimbunan.
“Bukan penimbunan karena kami juga diawasi,” tegasnya.
Kebijakan pembatasan 1-2 liter dilakukan agar semua warga kebagian di tengah stok yang minim.
Pak Satriadi menyebut minggu ini menjadi puncak kelangkaan.
“Minggu ini terakhir putus, itu pun akan kami usahakan bagaimana supaya bisa ada stok menggunakan jalur darat, sekarang dalam proses tapi tetap akan dilaksanakan,” jelasnya.
Ia juga mengklarifikasi soal gudang Bulog di Jalan Merdeka yang sering terlihat tutup.
“Penyebab gudang Bulog sering tutup karena ada sebagian yang membeli ke gudang tak kami kasi karena sudah ada nama-nama toko yang harus disalurkan,” pungkasnya.
Reporter : Syahrial



















