SELATPANJANG, DETIKBERITA.CO.ID —
Tumpukan sampah menggunung di Jalan Tanjung Harapan, Kota Selatpanjang, Kabupaten Kepulauan Meranti, Riau, kembali menjadi sorotan warga. Kondisi sampah yang meluber hingga ke sisi badan jalan tersebut disebut telah menjadi persoalan sejak 2022 dan hingga kini belum tertangani secara permanen.
Berdasarkan pantauan di lapangan pada Selasa (25/8/2026), tumpukan sampah terlihat memanjang di sepanjang sisi Jalan Tanjung Harapan. Berbagai jenis sampah, mulai dari kantong plastik, kemasan makanan, botol hingga sampah rumah tangga lainnya, terlihat bercampur dan menumpuk dalam jumlah cukup besar.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Di lokasi juga terlihat sebuah kontainer sampah. Namun, volume sampah yang berada di sekitar kontainer tampak meluber dan memenuhi area tepian jalan.
Kondisi tersebut menimbulkan persoalan tersendiri bagi warga dan pengguna jalan. Selain mengganggu pemandangan, tumpukan sampah juga dikeluhkan karena menimbulkan bau tidak sedap yang menyengat, terutama dari sampah organik dan sisa makanan yang bercampur dengan sampah plastik.
Warga Sebut Persoalan Sampah Berlangsung Sejak 2022
Warga menyebut persoalan tumpukan sampah di Jalan Tanjung Harapan bukan kejadian baru. Kondisi serupa disebut telah berlangsung sejak 2022 dan beberapa kali dilaporkan kepada pihak terkait.
Namun, hingga saat ini persoalan tersebut dinilai belum mendapatkan penanganan yang menyeluruh.
“Posisi ini merupakan jalan utama Kota Selatpanjang. Dari 2022 sampai sekarang sudah beberapa kali dilaporkan, tetapi tidak ada tanggapan,” ujar Herwinsyah, pemuda Tanjung Harapan, Selasa (25/8/2026).
Menurut Herwinsyah, kondisi tersebut semestinya mendapat perhatian serius karena Jalan Tanjung Harapan merupakan salah satu akses utama masyarakat. Ruas jalan tersebut digunakan warga untuk berbagai aktivitas, termasuk menuju kawasan pelabuhan, pusat perdagangan dan kawasan aktivitas masyarakat lainnya.
Sampah Meluber ke Sisi Jalan
Dari dokumentasi lapangan, tumpukan sampah terlihat berada sangat dekat dengan ruas jalan. Sebagian sampah bahkan telah menyebar hingga ke area yang berada di sisi badan jalan.
Kondisi ini dikhawatirkan tidak hanya mengganggu kenyamanan pengguna jalan, tetapi juga berpotensi menimbulkan persoalan lingkungan apabila terus dibiarkan.
Sampah yang bercampur antara limbah organik dan anorganik juga berpotensi mengundang lalat, menimbulkan bau serta menjadi lingkungan yang tidak sehat apabila tidak segera ditangani.
Warga Minta DLH Kepulauan Meranti Bertindak
Warga berharap Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Kepulauan Meranti segera turun langsung ke lokasi untuk melihat kondisi tumpukan sampah tersebut.
Masyarakat meminta seluruh sampah yang menumpuk segera diangkut dan dilakukan pembersihan di sepanjang sisi Jalan Tanjung Harapan.
Selain pengangkutan, warga juga berharap pemerintah daerah memperbaiki sistem pengelolaan sampah di kawasan tersebut. Pengangkutan secara rutin dan terjadwal dinilai penting agar kontainer tidak kembali penuh dan sampah tidak meluber ke lingkungan sekitar.
Persoalan ini juga diharapkan tidak hanya diselesaikan secara temporer setelah adanya pemberitaan atau laporan warga. Sebab, jika benar telah berlangsung sejak 2022, diperlukan solusi yang lebih permanen agar tumpukan sampah tidak terus menjadi persoalan tahunan.
Jalan Utama Kota Perlu Mendapat Perhatian
Bagi masyarakat, kebersihan Jalan Tanjung Harapan bukan hanya persoalan estetika kota. Kondisi lingkungan di ruas jalan utama juga berkaitan dengan kenyamanan warga, kesehatan lingkungan dan citra Kota Selatpanjang.
Warga berharap pemerintah daerah segera merespons keluhan tersebut dengan melakukan pembersihan serta memastikan pengelolaan dan pengangkutan sampah berjalan secara konsisten.
Hingga berita ini diturunkan, DetikBerita.co.id belum memperoleh keterangan resmi dari Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Kepulauan Meranti mengenai penyebab penumpukan maupun jadwal penanganan sampah di lokasi tersebut.























