Demi Menjaga Martabat Dunia Pendidikan, Jalih Pitoeng Ajak Masyarakat Hadiri Persidangan Dokter Tifa dan Roy Suryo

FIka

- Penulis

Rabu, 16 September 2026 - 10:12 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Detikberita, JAKARTA – Perkara Ijazah Jokowi yang telah menjadi sorotan masyarakat selama hampir satu dekade, kini telah memasuki sidang pokok perkara untuk membuktikan keberadaan dan keabsahan ijazah Jokowi yang selama ini masih menjadi misteri.

Melalui sidang pokok perkara, selain menguji bukti-bukti, sidang juga akan mendengarkan keterangan para saksi-saksi termasuk keterang para ahli.

Dalam keterangan tertulisnya, aktivis pegiat anti korupsi, Jalih Pitoeng mengajak segenap masyarakat pencinta keadilan dan kebenaran agar bisa hadir dalam persidangan dokter Tifa dan Roy Suryo di pengadilan negeri Jakarta Timur tersebut.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Ajakan ketua umum FORMASI (Forum Aliansi Masyarakat Anti Korupsi) tersebut dimaksudkan untuk dapat menyaksikan proses penegakan keadilan bagi seluruh rakyat Indonesia dalam hal ini proses persidangan dokter Tifa dan Roy Suryo yang justru akibat penelitiannya dituduh telah melakukan fitnah terkait Ijazah Jokowi.

Menurut Jalih Pitoeng, sidang yang akan digelar pada hari Kamis 17 September ini akan menjadi sangat penting bagi bangsa Indonesia, dimana keabsahan ijazah seorang presiden sebuah negara yang sangat besar ini sedang dipertaruhkan dan diuji kebenaran sekaligus keabsahannya.

“Persidangan dokter Tifa dan Roy Suryo ini sangat penting bagi bangsa Indonesia,” kata Jalih Pitoeng dalam keterangan tertulisnya, Rabu (16/09/2026).

“Terutama terkait dunia pendidikan dan sistem bernegara dalam hal ini syarat dan prasyarat seorang calon pemimpin negara,” Jalih Pitoeng menegaskan.

“Oleh karenanya, saya sangat berharap kepada para kawan-kawan aktivis, emak-emak dan masyarakat pencinta dan pencari keadilan untuk bisa menghadirinya,” lanjut Jalih Pitoeng.

Jalih Pitoeng juga mengungkapkan bahwa dirinya tidak bisa hadir dalam agenda persidangan kali ini karena sedang memasuki masa pemulihan.

“Besar kemungkinan saya tidak hadir untuk sidang kali ini,” ungkap Jalih Pitoeng.

Baca Juga:  Komnas Perlindungan Anak Desak Audit Total Daycare Usai Dugaan Kekerasan di Yogyakarta

“Karena saya belum fit betul dan masih dalam masa pemulihan,” jelasnya.

“Namun dengan kerendahan hati saya tetap berharap agar para aktivis dan emak-emak serta masyarakat dapat hadir seperti biasanya guna mendukung sekaligus memberi semangat kepada dokter Tifa dan Roy Suryo,” pinta Jalih Pitoeng penuh harap.

“Karena dari pembuktian inilah semua peristiwa yang telah memakan waktu dan biaya negara serta menguras tenaga, pemikiran dan emosi rakyat selama hampir sepuluh tahun ini dapat dituntaskan secara hukum,” lanjut Jalih Pitoeng.

Jalih Pitoeng juga mengatakan bahwa dalam proses persidangan ini sangat dibutuhkan sebuah kejujuran dalam dari semua pihak.

“Yang paling dibutuhkan dalam proses peradilan ini hanyalah sebuah kejujuran,” kata Jalih Pitoeng.

“Karena kepintaran dan kecerdasan dalam mengungkap semua peristiwa dalam perkara ini, Indonesia tidak kekurangan orang-orang yang pintar dan tekhnologi mutahir. Akan tetapi bangsa ini butuh orang-orang yang bersih dan jujur dalam mengungkap sebuah fakta,” kata Jalih Pitoeng menegaskan.

“Sehingga akhir dari proses peradilan ini bukan hanya sekedar memutuskan siapa kuat siapa menang, tapi benar-benar bisa membuktikan siapa salah dan siapa benar atas dasar kejujuran demi menjaga martabat sebuah bangsa dalam penegakan hukum serta menciptakan rasa keadilan bagi masyarakat,” pungkas Jalih Pitoeng.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel detikberita.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Reynold S Abilowo Siap Maju Jadi Ketua DPC GRIB Jaya Jakarta Timur, Usung Visi Organisasi Aktif dan Berintegritas
PP Polri Dukung Ketegasan Kapolri Tindak Oknum, Tegaskan Polri Tetap Solid dan Dipercaya Masyarakat
AKSI DAMAI “Gatang Utus di Bumi Iya Mulik Bengkang Turam”: Masyarakat Lahei Sampaikan 5 Tuntutan Utama ke Kantor Bupati Barito Utara!
Polisi Bersama Masyarakat, Korsabhara Baharkam Polri Siagakan Personel dan Satwa Hadapi Bencana 2026
Tokoh NU Abdul Hamid Rahayaan Desak Prabowo Evaluasi Kabinet, Sejumlah Menteri Disorot
Tokoh NU Abdul Hamid Rahayaan Minta Aparat Tegas terhadap Dugaan Upaya Makar
Penggerebekan Ponpes Hamalatul Qur’an Sukoharjo Kewenangan Aparat dan Perlindungan Hak Anak
Polri Tertibkan Debt Collector, Dorong Legalitas Profesi dan Cegah Praktik Premanisme
Berita ini 32 kali dibaca

HAK JAWAB

Apabila ada pihak yang merasa dirugikan dan/atau keberatan dengan penayangan artikel dan/atau berita tersebut di atas, anda dapat mengirimkan artikel dan/atau berita berisi sanggahan dan/atau koreksi kepada Redaksi kami, sebagaimana diatur dalam Pasal 1 ayat (11) dan (12) Undang-Undang Nomor 40 tahun 1999 tentang Pers.  Artikel/berita dimaksud dapat dikirimkan melalui email: detikdjakartaofficial@gmail.com.

Berita Terkait

Kamis, 5 November 2026 - 22:35 WIB

Reynold S Abilowo Siap Maju Jadi Ketua DPC GRIB Jaya Jakarta Timur, Usung Visi Organisasi Aktif dan Berintegritas

Kamis, 5 November 2026 - 14:38 WIB

PP Polri Dukung Ketegasan Kapolri Tindak Oknum, Tegaskan Polri Tetap Solid dan Dipercaya Masyarakat

Kamis, 5 November 2026 - 13:24 WIB

AKSI DAMAI “Gatang Utus di Bumi Iya Mulik Bengkang Turam”: Masyarakat Lahei Sampaikan 5 Tuntutan Utama ke Kantor Bupati Barito Utara!

Kamis, 5 November 2026 - 09:23 WIB

Polisi Bersama Masyarakat, Korsabhara Baharkam Polri Siagakan Personel dan Satwa Hadapi Bencana 2026

Kamis, 5 November 2026 - 07:28 WIB

Tokoh NU Abdul Hamid Rahayaan Desak Prabowo Evaluasi Kabinet, Sejumlah Menteri Disorot

Berita Terbaru