Detikberita, Yogyakarta( 28-April-2026) – Dugaan kasus kekerasan terhadap anak di sebuah daycare di Yogyakarta kembali mengguncang rasa aman publik. Ruang yang seharusnya menjadi tempat tumbuh kembang anak justru diduga menjadi lokasi terjadinya tindakan yang melukai fisik dan psikis.
Merespons hal tersebut, Komisi Nasional Perlindungan Anak menyampaikan keprihatinan mendalam sekaligus kecaman keras. Komnas menilai peristiwa ini bukan sekadar kasus tunggal, melainkan sinyal darurat atas lemahnya sistem pengawasan dan standar perlindungan anak di layanan penitipan.
“Ini bukan hanya soal satu kejadian. Ini adalah alarm bahwa sistem kita masih memiliki celah serius dalam melindungi anak, terutama di lingkungan daycare,” demikian pernyataan resmi Komnas.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Sepanjang 2025, Komnas mencatat ribuan laporan kasus kekerasan terhadap anak, dengan kekerasan fisik dan seksual masih mendominasi. Yang mengkhawatirkan, sebagian kasus justru terjadi di daycare, tempat di mana orang tua menitipkan anak dengan harapan mendapat pengasuhan yang aman dan penuh kasih.
Sebagai langkah awal, Komnas telah berkoordinasi dengan perwakilan di Yogyakarta untuk melakukan investigasi langsung. Pendalaman dilakukan guna mengungkap kronologi, mengidentifikasi potensi pelanggaran, serta mendorong proses hukum berjalan tegas dan transparan.
Namun, Komnas menegaskan bahwa penanganan kasus saja tidak cukup. Pembenahan menyeluruh harus segera dilakukan, khususnya dalam aspek perizinan, standar operasional, dan pengawasan.
Daycare tidak boleh lagi dipandang sekadar sebagai usaha jasa, melainkan sebagai institusi yang memegang peran strategis dalam perlindungan dan pembentukan karakter anak.
Komnas mendesak pemerintah pusat dan daerah untuk melakukan audit total terhadap seluruh daycare di Indonesia. Setiap lembaga wajib memiliki izin operasional yang jelas, memenuhi standar keamanan, serta menyediakan sistem pengawasan transparan seperti CCTV yang dapat diakses orang tua secara real-time.
Selain itu, Komnas juga mendorong agar daycare mengacu pada standar yang setara dengan Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD), sehingga kualitas pengasuhan, kurikulum, serta kompetensi tenaga pengasuh dapat terjamin secara terstruktur.
“Anak-anak adalah generasi penerus bangsa. Keselamatan dan martabat mereka tidak bisa ditawar.
Negara harus hadir memastikan setiap ruang tumbuh mereka benar-benar aman,” tegas Komnas. Kasus ini menjadi pengingat bahwa perlindungan anak adalah tanggung jawab kolektif.
Komnas mengajak orang tua untuk lebih aktif memantau dan memastikan legalitas daycare, serta tidak ragu melaporkan indikasi kekerasan sekecil apa pun. Pada akhirnya, keamanan anak bukan sekadar harapan, melainkan hak yang harus dijamin dimanapun mereka berada.
Hotline pengaduan Komnas Perlindungan Anak: 0822-2888-8454























