“Kemarin habis dicoba sampai bengkak, besoknya malah di situ lagi,” ungkap pihak keluarga kepada wartawan.
Keluarga pasien menilai tindakan tersebut tidak mengedepankan kehati-hatian medis dan berpotensi memperburuk kondisi anak yang saat itu dalam keadaan lemas.
Tak hanya itu, pihak keluarga juga menyoroti dugaan kelalaian administrasi karena pasien disebut tidak menerima gelang identitas selama menjalani perawatan. Padahal gelang pasien merupakan bagian penting dari sistem identifikasi dan keselamatan pasien di rumah sakit.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Merasa tidak mendapatkan pelayanan yang memuaskan, keluarga mengaku telah menyampaikan komplain kepada manajemen rumah sakit. Namun hingga kini, mereka menilai tanggapan yang diberikan belum menjawab substansi keluhan.
Kasus ini memunculkan pertanyaan publik mengenai pengawasan mutu layanan, kepatuhan SOP, serta implementasi standar keselamatan pasien di fasilitas kesehatan swasta.
Hingga berita ini diterbitkan, pihak RSIA Bunda Suryatni belum memberikan keterangan resmi terkait dugaan keluhan pelayanan tersebut.
Halaman : 1 2





















