GAPEMBI Jambi Buka Suara soal MBG Berbasis Sekolah, Soroti Kapasitas hingga Anggaran

Indah

- Penulis

Minggu, 6 September 2026 - 21:43 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Detikberita.co.id JAMBI — Wacana transformasi penyediaan Makan Bergizi Gratis (MBG) dari dapur terpusat Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) menuju dapur berbasis sekolah mulai mengemuka. Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Gabungan Pengusaha Makan Bergizi Indonesia (GAPEMBI) Provinsi Jambi menyatakan terbuka terhadap gagasan tersebut, namun meminta pemerintah melakukan kajian secara menyeluruh sebelum menerapkannya secara luas.

Ketua DPW GAPEMBI Provinsi Jambi, Arkani, mengatakan perubahan skema MBG harus dibarengi dengan standar yang ketat untuk memastikan kualitas gizi, keamanan pangan, dan kebersihan makanan tetap terjaga.

Menurut Arkani, salah satu aspek yang perlu menjadi perhatian adalah kapasitas produksi kantin sekolah. Selama ini, kantin umumnya hanya melayani sebagian siswa yang memilih membeli makanan, bukan seluruh siswa di sekolah.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Kalau kantin ditugaskan menyediakan makanan bergizi untuk seluruh siswa, tentu kapasitas produksi harus dikalkulasi secara presisi. Tidak bisa disamakan dengan kondisi kantin saat ini,” ujar Arkani tertulis, Minggu (6/9/2026).

Ia mengatakan, peningkatan kapasitas tersebut juga akan berdampak pada kebutuhan tenaga kerja, sarana dan prasarana, serta sistem pengawasan. Seluruh komponen itu harus dipastikan siap agar perubahan skema tidak menimbulkan persoalan baru dalam pelaksanaan program MBG.

“Jangan sampai kapasitasnya tidak mencukupi, kemudian kualitas makanan menjadi persoalan. Kita juga harus memastikan perubahan skema ini tidak membuka celah kebocoran atau penyelewengan anggaran yang lebih besar,” katanya.

Arkani menilai kesiapan setiap sekolah juga berbeda. Tidak seluruh sekolah memiliki fasilitas yang memadai untuk menjalankan dapur atau produksi makanan dalam skala besar.

Baca Juga:  Singel Mom yang Meniti Karier Menjadi Model Vidio Klip

Karena itu, pemerintah pusat dinilai perlu memetakan kondisi sekolah secara lebih detail sebelum menentukan model penerapan MBG berbasis sekolah.

“Tidak semua sekolah memiliki infrastruktur yang memadai. Pemerintah harus mengkaji lebih detail sekolah mana yang siap dan seperti apa ekosistem pendukung yang harus disiapkan,” ujarnya.

Menurut Arkani, ekosistem tersebut tidak hanya berkaitan dengan keberadaan kantin, tetapi juga mencakup ketersediaan dapur, peralatan pengolahan makanan, tenaga kerja, pasokan bahan pangan, standar kebersihan dan keamanan pangan, hingga mekanisme pengawasan.

“Ekosistem pendukungnya harus jelas. Jangan sekadar bicara soal pelibatan kantin, tetapi juga harus disiapkan sistem pendukung yang baik,” tuturnya.

Arkani menegaskan, perubahan mekanisme penyediaan MBG pada prinsipnya dapat menjadi alternatif untuk meningkatkan efektivitas program. Namun, penerapannya harus didasarkan pada kajian yang matang dan menyesuaikan dengan kondisi masing-masing sekolah.

“Yang paling penting, tujuan program MBG harus tetap tercapai, yaitu memastikan anak-anak mendapatkan makanan yang bergizi, aman, dan berkualitas. Jangan sampai perubahan sistem justru membuat standar tersebut sulit dikendalikan,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel detikberita.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Akhirnya Perwakilan Bulog Buka Suara Terkait Antrean di Beberapa Toko di Meranti
Patroli Dialogis Polsubsektor Inggom Perkuat Kamtibmas di Kawasan Pelabuhan
Kapolda Metro Jaya Ajak Seluruh Personil Wujudkan Semangat “Polisi Bersama Rakyat
Penyerahan Motor Beat Hasil Temuan di Jatinegara Kaum Kembali Ke Pemilik Asal Cianjur
Sidang Pembacaan Dakwaan Don Ritto Digelar Tim PH Siapkan Eksepsi
“Gudang Siluman Tanpa Nama Terendus Jadi Sarang Jastip di Tembesi: Diangkut Truk, Diselundupkan Lewat Kapal Kayu Dapur 6”
Sengketa Tanah Bambu Apus, Pemuda Nusantara Berkeadilan Soroti Dugaan Penyalahgunaan Wewenang
Konser 30 Tahun UNGU Segera Digelar, Tiket Mayoritas Kategori Sudah Sold Out

HAK JAWAB

Apabila ada pihak yang merasa dirugikan dan/atau keberatan dengan penayangan artikel dan/atau berita tersebut di atas, anda dapat mengirimkan artikel dan/atau berita berisi sanggahan dan/atau koreksi kepada Redaksi kami, sebagaimana diatur dalam Pasal 1 ayat (11) dan (12) Undang-Undang Nomor 40 tahun 1999 tentang Pers.  Artikel/berita dimaksud dapat dikirimkan melalui email: detikdjakartaofficial@gmail.com.

Berita Terkait

Kamis, 8 Oktober 2026 - 17:21 WIB

Akhirnya Perwakilan Bulog Buka Suara Terkait Antrean di Beberapa Toko di Meranti

Kamis, 8 Oktober 2026 - 14:19 WIB

Patroli Dialogis Polsubsektor Inggom Perkuat Kamtibmas di Kawasan Pelabuhan

Kamis, 8 Oktober 2026 - 14:14 WIB

Kapolda Metro Jaya Ajak Seluruh Personil Wujudkan Semangat “Polisi Bersama Rakyat

Kamis, 8 Oktober 2026 - 11:18 WIB

Penyerahan Motor Beat Hasil Temuan di Jatinegara Kaum Kembali Ke Pemilik Asal Cianjur

Kamis, 8 Oktober 2026 - 09:34 WIB

Sidang Pembacaan Dakwaan Don Ritto Digelar Tim PH Siapkan Eksepsi

Berita Terbaru