GMH Sultra-Jakarta Semprot Pemda Konkep Diduga Membiarkan Aktivitas Pertambangan Di Pulau Wawonii

Apandi Tondowatu

- Penulis

Jumat, 15 Mei 2026 - 13:37 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jakarta – Ketua Gerakan Mahasiswa Hukum Sulawesi Tenggara (GMH Sultra-Jakarta), Abdi Aditya, menyoroti dugaan pembiaran aktivitas pertambangan di Pulau Wawonii oleh Pemerintah Kabupaten Konawe Kepulauan yang dinilai telah mengancam lingkungan dan merusak ekosistem perairan masyarakat setempat.

Menurut Abdi Aditya, aktivitas pertambangan yang terus berlangsung di Pulau Wawonii tidak hanya berdampak pada kerusakan daratan, tetapi juga menyebabkan pencemaran wilayah pesisir dan laut yang menjadi sumber kehidupan masyarakat nelayan.

“Pemerintah Kabupaten Konawe Kepulauan jangan tutup mata terhadap kondisi yang terjadi di Pulau Wawonii. Aktivitas pertambangan yang terus berjalan diduga telah merusak ekosistem perairan dan mengancam keberlangsungan hidup masyarakat pesisir,” tegas Abdi Aditya dalam keterangannya di Jakarta, Kamis (14/5/2026).

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Ia menyampaikan bahwa sedimentasi akibat aktivitas tambang diduga menyebabkan air laut menjadi keruh, merusak habitat biota laut, serta berdampak pada hasil tangkapan nelayan di beberapa wilayah pesisir Pulau Wawonii.

GMH Sultra-Jakarta juga menilai bahwa pemerintah daerah seharusnya mengambil langkah tegas untuk melakukan pengawasan dan evaluasi terhadap aktivitas pertambangan yang beroperasi di wilayah pulau kecil tersebut.

“Pulau Wawonii adalah wilayah yang harus dijaga kelestariannya. Pemerintah daerah memiliki tanggung jawab moral dan hukum untuk melindungi lingkungan serta masyarakat dari dampak kerusakan ekologis,” lanjutnya.

Baca Juga:  Legalitas PT PGN Dipertanyakan, Mantan Satpam Ungkap Dugaan Pelanggaran Hak Ketenagakerjaan

Selain itu, GMH Sultra-Jakarta mendesak pemerintah pusat, khususnya Kementerian Lingkungan Hidup dan Kementerian ESDM, agar segera turun langsung melakukan investigasi terhadap dugaan kerusakan lingkungan akibat aktivitas pertambangan di Pulau Wawonii.

Abdi Aditya menegaskan bahwa pihaknya akan terus mengawal persoalan tersebut dan membuka ruang konsolidasi bersama masyarakat serta mahasiswa asal Sulawesi Tenggara untuk memperjuangkan penyelamatan Pulau Wawonii dari ancaman kerusakan lingkungan yang lebih besar.

“Jangan sampai kepentingan investasi mengorbankan keselamatan lingkungan dan masa depan masyarakat Pulau Wawonii,” tutupnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel detikberita.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Penyerahan Motor Beat Hasil Temuan di Jatinegara Kaum Kembali Ke Pemilik Asal Cianjur
Sidang Pembacaan Dakwaan Don Ritto Digelar Tim PH Siapkan Eksepsi
“Gudang Siluman Tanpa Nama Terendus Jadi Sarang Jastip di Tembesi: Diangkut Truk, Diselundupkan Lewat Kapal Kayu Dapur 6”
Sengketa Tanah Bambu Apus, Pemuda Nusantara Berkeadilan Soroti Dugaan Penyalahgunaan Wewenang
Konser 30 Tahun UNGU Segera Digelar, Tiket Mayoritas Kategori Sudah Sold Out
GARPEM Sultra Desak Kejagung Evaluasi Kejati Sultra, Soroti Penanganan Kasus Dugaan Korupsi Tambang Nikel Kolaka panas di awal tumpul di akhir
Brimob Malut Respons Cepet, Bersinergi Padamkan Kebakaran Lahan di Desa Tewil
Menyoal MK Tolak Gugatan Ijazah Gibran,Pengamat SDI Angkat Bicara

HAK JAWAB

Apabila ada pihak yang merasa dirugikan dan/atau keberatan dengan penayangan artikel dan/atau berita tersebut di atas, anda dapat mengirimkan artikel dan/atau berita berisi sanggahan dan/atau koreksi kepada Redaksi kami, sebagaimana diatur dalam Pasal 1 ayat (11) dan (12) Undang-Undang Nomor 40 tahun 1999 tentang Pers.  Artikel/berita dimaksud dapat dikirimkan melalui email: detikdjakartaofficial@gmail.com.

Berita Terkait

Kamis, 8 Oktober 2026 - 11:18 WIB

Penyerahan Motor Beat Hasil Temuan di Jatinegara Kaum Kembali Ke Pemilik Asal Cianjur

Kamis, 8 Oktober 2026 - 09:34 WIB

Sidang Pembacaan Dakwaan Don Ritto Digelar Tim PH Siapkan Eksepsi

Kamis, 8 Oktober 2026 - 01:29 WIB

“Gudang Siluman Tanpa Nama Terendus Jadi Sarang Jastip di Tembesi: Diangkut Truk, Diselundupkan Lewat Kapal Kayu Dapur 6”

Rabu, 7 Oktober 2026 - 23:39 WIB

Sengketa Tanah Bambu Apus, Pemuda Nusantara Berkeadilan Soroti Dugaan Penyalahgunaan Wewenang

Rabu, 7 Oktober 2026 - 20:55 WIB

Konser 30 Tahun UNGU Segera Digelar, Tiket Mayoritas Kategori Sudah Sold Out

Berita Terbaru