Setelah sambutan pembuka, acara dilanjutkan dengan pembacaan tahlil yang dipimpin oleh Habib Hasan Dalil Alaydrus dan diikuti oleh seluruh hadirin dengan khidmat.
Pidato berikutnya disampaikan oleh Direktur ICC, Syaikh Mohammad Sharifani, yang menyampaikan belasungkawa kepada Sahibuz Zaman AFS, para maraji, dan seluruh kaum muslimin. Beliau menegaskan bahwa wafatnya seorang alim merupakan kekurangan besar dalam tubuh umat yang tidak mudah tergantikan, terutama di masa-masa berat yang sedang dihadapi oleh Revolusi Islam Iran.
Syaikh Sharifani juga menegaskan bahwa dalam ajaran Ahlul Bait, syahadah merupakan kemuliaan tertinggi yang menjadi dambaan para pejuang. Beliau menggambarkan bahwa Imam Ali Khamenei selama puluhan tahun hidup dalam kesederhanaan dan pengabdian, sehingga kesyahidan merupakan akhir kehidupan yang paling layak bagi seorang pejuang seperti beliau.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Pidato selanjutnya disampaikan oleh Duta Besar Republik Islam Iran untuk Indonesia, Mohammad Boroujerdi, yang menyatakan bahwa kesyahidan merupakan balasan tertinggi bagi seseorang yang telah mengabdikan seluruh hidupnya untuk Islam. Beliau mengajak umat Islam memperjelas posisi keberpihakan mereka di tengah konflik yang sedang berlangsung.
Pidato terakhir disampaikan oleh Ustaz Muhsin Labib, yang menegaskan bahwa wafatnya seorang pemimpin tidak berarti berakhirnya perjuangan, karena nilai dan ajaran yang ditinggalkannya akan terus hidup. Beliau mengajak jamaah menjadikan peristiwa tersebut sebagai momentum untuk memperbarui komitmen dalam mengikuti jalan Ahlul Bait dan melawan ketidakadilan.
Halaman : 1 2





















