Jejak Karir Lina Rose Ratu Geboy,Seniman Multitalenta Asal Bandung

Zaenal Langgar

- Penulis

Kamis, 23 Juli 2026 - 11:23 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

 

 

Jakarta-Lina Rose Ratu Geboy merupakan seniman multitalenta asal Bandung yang berkiprah di dunia tari, akting, dan musik.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

 

Kariernya diawali sebagai penari Bollywood dengan nama *Aleena Celine Kapoor* aktif bersama Bollymania Bandung, meraih Juara 1 *DMD MNC TV,* serta tampil di berbagai program televisi, termasuk *NET TV.*

 

Di dunia akting, *Aleena Celine Kapoor* juga membintangi sejumlah sinetron, di antaranya *Berbagi Suami* (ANTV), *Suci Dalam Cinta* dan *Saleha* (SCTV), *Jodoh Wasiat Bapak* (ANTV), serta FTV *Dalam Dompet Kosong Ada Cinta* (SCTV).

 

Memasuki dunia musik bersama musisi sekaligus produser *Ronny Gadhuh,*

nama *Aleena Celine Kapoor* resmi diubah menjadi *Lina Rose* sebagai nama populernya. Saat merilis single *”Di Geboy Lagi”,* ditambahkan julukan *”Ratu Geboy”,* sehingga kini dikenal sebagai *Lina Rose Ratu Geboy.*

 

Melalui *Humirtap Rose Music Official,* Lina Rose telah merilis berbagai karya, di antaranya: _Gara-gara Kamu, Goyang Kontroversi, Duri Cinta, Sepertiga Malam, Aku Bukan Hamba, Wanita Elite, Beda Dong, Loba Nyatu, Di Geboy Lagi, KDM Bapak Aing (Part 1–3), Separuh Napas, dan I Want To Live Be Happy._

Baca Juga:  Opini : Sultra di Persimpangan: Antara Berkah Alam dan Luka Tambang Ilegal

 

*Lina Rose* berharap karya-karyanya dapat diterima oleh penikmat musik lintas genre. Ke depan, ia ingin terus berkarya, termasuk merilis lagu *Orisinal* bernuansa *India* dan *Filipina* yang dibawakan dalam bahasa asli kedua negara tersebut.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel detikberita.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Teori Sokrates dalam Penegakan Hukum: Membangun Kebenaran Materiil Melalui Dialektika pada Perkara Penghinaan Profesi Jurnalis
Antara Reforma Agraria Kota dan Budaya Hukumnya
Dewan Etik MIO Indonesia: Klarifikasi di Polda Metro Jaya Harus Jadi Cermin Penegakan Hukum yang Berkeadilan
Ketika Etika Profesi Ditabrak di Ruang Publik: Kepastian Hukum bagi Pers dan Advokat Harus Berjalan Beriringan
Wali Kota Jakarta Pusat Harus Cerdas dalam Perspektif Hukum Berkeadilan
Ketika Martabat Wartawan Dipertaruhkan, Apakah Damai Sudah Cukup?
Ketika Regulasi Tabrak Aturan: Menimbang Keadilan, Kepastian Hukum, dan Masa Depan Industri Tembakau
Pertumbuhan Kinerja Gemilang Pegadaian Cetak Laba Bersih Rp 6,59 Triliun di Semester I tahun 2026

HAK JAWAB

Apabila ada pihak yang merasa dirugikan dan/atau keberatan dengan penayangan artikel dan/atau berita tersebut di atas, anda dapat mengirimkan artikel dan/atau berita berisi sanggahan dan/atau koreksi kepada Redaksi kami, sebagaimana diatur dalam Pasal 1 ayat (11) dan (12) Undang-Undang Nomor 40 tahun 1999 tentang Pers.  Artikel/berita dimaksud dapat dikirimkan melalui email: detikdjakartaofficial@gmail.com.

Berita Terkait

Kamis, 6 Agustus 2026 - 14:21 WIB

Teori Sokrates dalam Penegakan Hukum: Membangun Kebenaran Materiil Melalui Dialektika pada Perkara Penghinaan Profesi Jurnalis

Selasa, 4 Agustus 2026 - 01:34 WIB

Antara Reforma Agraria Kota dan Budaya Hukumnya

Rabu, 29 Juli 2026 - 22:55 WIB

Dewan Etik MIO Indonesia: Klarifikasi di Polda Metro Jaya Harus Jadi Cermin Penegakan Hukum yang Berkeadilan

Rabu, 29 Juli 2026 - 21:59 WIB

Ketika Etika Profesi Ditabrak di Ruang Publik: Kepastian Hukum bagi Pers dan Advokat Harus Berjalan Beriringan

Rabu, 29 Juli 2026 - 01:26 WIB

Wali Kota Jakarta Pusat Harus Cerdas dalam Perspektif Hukum Berkeadilan

Berita Terbaru

Berita

Ronny Mepet : Perundungan Bukan Lagi Sekadar Candaan

Minggu, 9 Agu 2026 - 01:23 WIB