Opini : Sultra di Persimpangan: Antara Berkah Alam dan Luka Tambang Ilegal

Apandi Tondowatu

- Penulis

Sabtu, 25 April 2026 - 20:31 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Hari ulang tahun Sulawesi Tenggara seharusnya menjadi momentum refleksi, bukan sekadar seremoni. Di usia yang terus bertambah, daerah ini menyimpan dua wajah yang kontras: kekayaan sumber daya alam yang melimpah dan persoalan tambang ilegal yang tak kunjung tuntas.

Sulawesi Tenggara dikenal sebagai salah satu daerah dengan potensi pertambangan terbesar di Indonesia, terutama nikel yang menjadi komoditas strategis dunia. Kekayaan ini semestinya menjadi berkah bagi masyarakat, membuka lapangan kerja, meningkatkan kesejahteraan, dan mendorong pembangunan daerah. Namun, realitas di lapangan tidak selalu seindah harapan.

Tambang ilegal masih menjadi persoalan serius yang merusak wajah daerah. Aktivitas tanpa izin ini bukan hanya merugikan negara dari sisi pendapatan, tetapi juga membawa dampak lingkungan yang sangat besar. Hutan digunduli, sungai tercemar, dan ruang hidup masyarakat perlahan tergerus. Ironisnya, praktik ini kerap terjadi secara terang-terangan, seolah hukum kehilangan wibawa di tanah yang kaya ini.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Di tengah perayaan hari jadi, pertanyaan mendasar perlu diajukan: untuk siapa kekayaan ini dikelola? Jika masyarakat sekitar tambang masih bergelut dengan kemiskinan, akses pendidikan yang terbatas, serta kerusakan lingkungan yang mereka tanggung sendiri, maka ada yang salah dalam tata kelola sumber daya kita.

Pemerintah daerah dan aparat penegak hukum dituntut untuk tidak hanya hadir dalam bentuk kebijakan, tetapi juga dalam tindakan nyata. Penertiban tambang ilegal harus dilakukan secara tegas dan konsisten, tanpa pandang bulu. Di sisi lain, perusahaan tambang yang beroperasi secara legal juga harus memastikan praktik pertambangan yang berkelanjutan dan bertanggung jawab.

Baca Juga:  Di Tengah Rivalitas Amerika–China, Indonesia Memerlukan Kedaulatan Ekonomi Rakyat

Hari ulang tahun Sultra seharusnya menjadi titik balik. Momentum untuk memperbaiki tata kelola pertambangan, memperkuat pengawasan, dan memastikan bahwa kekayaan alam benar-benar kembali kepada rakyat. Sebab, tanpa itu semua, perayaan hanya akan menjadi rutinitas tahunan yang hampa makna.

Sulawesi Tenggara tidak kekurangan potensi. Yang dibutuhkan adalah keberanian untuk berbenah. Agar di masa depan, kita tidak hanya merayakan usia daerah, tetapi juga merayakan keadilan, kesejahteraan, dan kelestarian yang benar-benar dirasakan oleh seluruh masyarakat.

oleh : egit setiawan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel detikberita.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Karya Arsitektur Friedrich Silaban Simbol Perjalanan Bangsa,PADI:Layak Jadi Pahlawan Nasional
Atta Halilintar dan HGI Berkolaborasi Hadirkan Luís Figo ke Indonesia, Siap Meriahkan Pesta Bola 2026
Said Iqbal Temui Menaker, Bahas Revisi Aturan Outsourcing dan Usulan Pajak JHT 0 Persen
Dr. Dwi Agus Arfianto, S.H., M.H.: Sinergi Kampus, Advokat, dan Aparat Penegak Hukum Kunci Membangun Ekosistem Keadilan
Halal dan Thayyib: Fondasi Membangun Generasi Emas Indonesia 2045
Membangun Komunikasi Kebijakan Publik Partisipatif di Era Digital: Dari Sosialisasi Menuju Dialog
Perjalanan KAMEG: Dari Reseller Sandal Menuju Mentor Affiliate TikTok 
Majukan Sport Tourism, Pemerintah DKI Jakarta Berikan Dukungan untuk Turnamen Domino Bersama Higgs Games Island

HAK JAWAB

Apabila ada pihak yang merasa dirugikan dan/atau keberatan dengan penayangan artikel dan/atau berita tersebut di atas, anda dapat mengirimkan artikel dan/atau berita berisi sanggahan dan/atau koreksi kepada Redaksi kami, sebagaimana diatur dalam Pasal 1 ayat (11) dan (12) Undang-Undang Nomor 40 tahun 1999 tentang Pers.  Artikel/berita dimaksud dapat dikirimkan melalui email: detikdjakartaofficial@gmail.com.

Berita Terkait

Senin, 13 Juli 2026 - 20:31 WIB

Karya Arsitektur Friedrich Silaban Simbol Perjalanan Bangsa,PADI:Layak Jadi Pahlawan Nasional

Sabtu, 11 Juli 2026 - 16:10 WIB

Atta Halilintar dan HGI Berkolaborasi Hadirkan Luís Figo ke Indonesia, Siap Meriahkan Pesta Bola 2026

Kamis, 9 Juli 2026 - 15:14 WIB

Said Iqbal Temui Menaker, Bahas Revisi Aturan Outsourcing dan Usulan Pajak JHT 0 Persen

Kamis, 9 Juli 2026 - 13:54 WIB

Dr. Dwi Agus Arfianto, S.H., M.H.: Sinergi Kampus, Advokat, dan Aparat Penegak Hukum Kunci Membangun Ekosistem Keadilan

Rabu, 8 Juli 2026 - 14:16 WIB

Halal dan Thayyib: Fondasi Membangun Generasi Emas Indonesia 2045

Berita Terbaru

Berita

Bakamla RI Gelar Latihan Menembak di Laut

Rabu, 15 Jul 2026 - 17:35 WIB