“Awalnya tidak ada larangan sama sekali. Tetapi setelah seorang perempuan yang diduga dari bagian umum muncul, ia melarang peliputan dan meminta satpam untuk meminta saya keluar. Bahkan sempat ada dorongan dari satpam,” jelasnya.
Aksi demonstrasi sendiri dilakukan oleh karyawan DAMRI sebagai bentuk protes terhadap manajemen perusahaan terkait sejumlah persoalan ketenagakerjaan yang dinilai belum mendapatkan penyelesaian.
Sekretaris DPP Serikat Karyawan DAMRI, Ernawati, mengatakan bahwa pihaknya telah berkali-kali menyampaikan aspirasi kepada manajemen melalui surat resmi. Namun hingga saat ini belum ada respons yang dianggap memadai.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
“Kami sudah beberapa kali mengirimkan surat kepada manajemen, tetapi yang kami terima hanya janji. Kami berharap bisa bertemu langsung dengan direksi agar ada keputusan yang jelas,” katanya.
Sementara itu, koordinator aksi Yongki menyebut masih terdapat ratusan karyawan aktif yang belum menerima gaji. Selain itu, sekitar 400 karyawan purna bakti juga disebut belum menerima hak mereka secara penuh.
Ia menegaskan bahwa aksi protes akan terus dilakukan sampai hak-hak normatif para pekerja dipenuhi oleh pihak perusahaan.
Hingga berita ini diterbitkan, pihak direksi Perum DAMRI belum memberikan pernyataan resmi terkait insiden pengusiran jurnalis ASKARA maupun tuntutan para karyawan yang melakukan aksi demonstrasi tersebut.
Halaman : 1 2





















