Sementara itu, R. Mapan P.S. Sinaga menegaskan sejak awal kliennya mengedepankan penyelesaian secara profesional dan berorientasi pada hubungan bisnis yang sehat. Namun hingga kini, kata dia, belum ada kejelasan pertanggungjawaban yang memadai.
“Oleh karena itu, hari ini kami telah menyampaikan Somasi Pertama dan Terakhir kepada PT Sri Langka sebagai langkah formal untuk memperoleh kepastian hukum serta pemulihan kerugian secara adil,” katanya.
Selain aspek perdata, Mapan menyebut terdapat potensi aspek pidana berdasarkan kajian awal terhadap fakta dan kronologi kejadian. Indikasi tersebut antara lain berkaitan dengan kemungkinan pelanggaran klausula perlindungan konsumen atau perbuatan lain yang memenuhi unsur tindak pidana sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Meski demikian, tim kuasa hukum PT Rukun Sejahtera Teknik menyatakan masih membuka ruang penyelesaian secara baik. Menurut mereka, penyelesaian yang bertanggung jawab justru akan menjadi langkah konstruktif dalam menjaga kredibilitas dan kepercayaan publik.
“Namun apabila tidak terdapat penyelesaian konkret, klien kami tidak menutup kemungkinan menempuh langkah hukum lanjutan sesuai ketentuan yang berlaku,” ujar Mapan.
- OTT Wartawan Mojokerto: Antara Kebebasan Pers, Dugaan Pemerasan, dan Narasi Rekayasa - 01/04/2026
- Arus Balik Lebaran 2026 Memuncak, 3,39 Juta Kendaraan Kembali ke Jabotabek, Travoy Jadi Andalan Pemudik - 24/03/2026
- Undang-Undang Pers dan Regulasi Terkait: Fondasi Hukum bagi Kebebasan dan Tanggung Jawab Media - 16/03/2026
Halaman : 1 2





















