Detikberita, Jakarta – Dewan Pimpinan Pusat Gerakan Muda Untuk Rakyat (DPP GEMURA) resmi melantik pengurus periode 2025-2030. Pelantikan tersebut dirangkaikan dengan Rapat Kerja Nasional (Rakernas) di Hotel Sahid, Jakarta, Sabtu (5/9/2026).
Agenda tersebut menjadi momentum konsolidasi organisasi dalam memperkuat peran pemuda menghadapi berbagai tantangan kebangsaan. GEMURA juga mendorong generasi muda mengambil peran strategis menuju 100 Tahun Sumpah Pemuda dan Indonesia Emas 2045.
Ketua Pelaksana Pelantikan DPP GEMURA, Ghaza Ghafiqi A., mengatakan pelantikan bukan sekadar agenda seremonial. Menurutnya, momentum tersebut harus menjadi awal dari lahirnya komitmen dan kontribusi nyata generasi muda untuk Indonesia.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
“Hari ini kita berdiri bersama bukan hanya untuk menyaksikan sebuah prosesi pelantikan, melainkan untuk menyaksikan lahirnya sebuah komitmen. Pertanyaan sesungguhnya bukanlah apa yang Indonesia berikan kepada kita, melainkan apa yang bisa kita berikan kepada Negara Kesatuan Republik Indonesia,” ujar Ghaza dalam sambutannya.
Sebagai bentuk konkret, GEMURA menginisiasi Nusantara Youth Conference. Forum tersebut dirancang sebagai ruang dialog nasional yang mempertemukan anak muda dari berbagai daerah, mulai dari Sabang hingga Merauke, dari perkotaan hingga pedesaan.
Ghaza menyebut forum tersebut diharapkan menjadi laboratorium pemikiran sekaligus ruang kolaborasi lintas latar belakang bagi generasi muda Indonesia.
“Kapal paling indah memang saat ditambatkan di dermaga, tetapi kapal tidak ditakdirkan hanya untuk itu. Kapal ditakdirkan menerjang gelombang lautan. Begitu pula manusia, dilahirkan untuk dirasakan kebermanfaatannya,” katanya.
Soroti Polarisasi di Ruang Digital
Sementara itu, Koordinator Presidium GEMURA 2025-2026, A. Rajih Musa’ad, menyoroti tantangan yang dihadapi generasi muda di tengah pesatnya perkembangan teknologi digital.
Rajih menilai polarisasi afektif di media sosial, khususnya melalui kolom komentar, telah berkembang menjadi persoalan yang dapat mengancam persatuan masyarakat.
“Perbedaan pilihan politik yang seharusnya biasa dalam demokrasi, kini berubah menjadi kebencian antar-kelompok akibat polarisasi afektif di ruang digital. GEMURA hadir untuk menjadi penengah dan solusi,” kata Rajih.
“Kita tidak ingin anak muda menjadi korban teknologi, apalagi menjadi pengemis yang menggerogoti kekayaan bangsanya sendiri. Kita ingin anak muda menjadi pelopor teknologi yang menyatukan rakyat,” sambungnya.
Rajih mengatakan gerakan pemuda juga perlu diselaraskan dengan agenda pembangunan nasional, termasuk program Asta Cita Presiden Prabowo Subianto.
Menurutnya, keterlibatan pemuda diperlukan untuk membangun Indonesia yang maju, berdaulat, adil, dan makmur. GEMURA, kata dia, ingin menjadi bagian dari upaya membangun jembatan yang menghubungkan berbagai kelompok masyarakat.
“Kita ingin membangun jembatan yang memberikan dampak nyata bagi seluruh lapisan masyarakat, mulai dari buruh, petani, nelayan, mahasiswa hingga guru honorer,” ujarnya.
Dihadiri Sejumlah Tokoh
Pelantikan pengurus dan Rakernas DPP GEMURA tersebut turut dihadiri sejumlah tokoh serta perwakilan organisasi kepemudaan dan komunitas dari berbagai daerah.
Di antaranya jajaran Kementerian Pemuda dan Olahraga, Utusan Presiden bidang kepemudaan Raffi Ahmad, Dewan Pembina, Komisaris Utama PT Pertamina, RTC Om Maming Faisal, serta motivator nasional Coach Syafii Efendi.
Sejumlah ketua organisasi pemuda dan komunitas dari berbagai wilayah Indonesia juga hadir dalam kegiatan tersebut.
Melalui pelantikan dan Rakernas ini, GEMURA menegaskan komitmennya untuk memperkuat konsolidasi organisasi sekaligus mendorong lahirnya program-program yang dapat memberikan ruang lebih besar bagi generasi muda untuk berkontribusi dalam pembangunan nasional. (L)
- BIKE Gandeng Perumda Pasar Jaya Kembangkan Pasar Minggu Jadi Kawasan TOD - 17/09/2026
- Demi Menjaga Martabat Dunia Pendidikan, Jalih Pitoeng Ajak Masyarakat Hadiri Persidangan Dokter Tifa dan Roy Suryo - 16/09/2026
- PETIR Salurkan Bantuan untuk Korban Gempa Flores, Dorong Respons Cepat Pemerintah - 11/09/2026


















