Detikberita, Jakarta – Musyawarah Nasional (Munas) VI Keluarga Besar Putra Putri (KBPP) Polri resmi digelar di Hotel JS Luwansa, Jakarta, pada 14–16 Mei 2026. Agenda nasional tersebut menjadi momentum penguatan soliditas organisasi sekaligus mempertegas posisi KBPP Polri sebagai mitra strategis Polri dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas).
Munas VI dihadiri sejumlah tokoh nasional, di antaranya anggota Komisi III DPR RI Adang Daradjatun selaku Ketua Dewan Kehormatan KBPP Polri, Bambang Soesatyo (Bamsoet), serta jajaran pengurus KBPP Polri dari 34 provinsi di Indonesia yang memiliki hak suara.
Ketua DPD KBPP Polri Sumatera Selatan, M. Yansuri, S.IP menegaskan, KBPP Polri harus mampu menjadi jembatan komunikasi antara masyarakat dan institusi Polri.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
“Kami ingin KBPP Polri hadir sebagai mediator antara masyarakat dan Polri. Aspirasi dari bawah harus disampaikan apa adanya, baik kritik maupun dukungan. Jangan hanya menyampaikan hal yang menyenangkan saja, tetapi juga kondisi riil di lapangan,” ujar Yansuri saat ditemui awak media.
Menurut dia, keberadaan KBPP Polri harus memberi manfaat nyata bagi masyarakat sekaligus membantu Polri dalam membangun kepercayaan publik.
Ia juga berharap pelaksanaan Munas VI berjalan lancar, aman, dan demokratis hingga menghasilkan keputusan terbaik bagi masa depan organisasi.
Selain itu, Yansuri menilai sosok pemimpin KBPP Polri ke depan harus memiliki kedekatan dengan masyarakat serta mampu membangun komunikasi yang baik dengan seluruh pengurus dan anggota.
“Pemimpin organisasi harus bisa merangkul semua pihak, tidak mementingkan kepentingan pribadi, dan mampu membesarkan organisasi bersama-sama,” katanya.
Munas VI KBPP Polri dinilai menjadi momentum penting dalam melakukan revitalisasi organisasi agar semakin adaptif, solid, dan berkontribusi langsung dalam mendukung tugas-tugas Polri di tengah masyarakat.




















