Majelis Terapi Batin dan Jiwa Cirebon Bantu Masyarakat Temukan Ketenangan Spiritual

Pendampingan spiritual melalui doa dan terapi batin dinilai membantu masyarakat menemukan ketenangan jiwa di tengah tekanan kehidupan modern

Rahmat Hidayat

- Penulis

Sabtu, 16 Mei 2026 - 15:07 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JAKARTA, DETIKBERITA.CO.ID –

Sabtu, 16 Mei 2026, Di tengah meningkatnya tekanan hidup, persoalan mental, dan tuntutan sosial yang semakin kompleks, kebutuhan masyarakat terhadap ruang pendampingan spiritual kini semakin meningkat.

Salah satu layanan yang mulai banyak diminati hadir melalui Majelis Terapi Batin dan Jiwa yang dipimpin oleh Saefudin Assyirbuni atau yang akrab disapa Kang Sae.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Majelis tersebut berlokasi di Jalan Mbah Muqoyyim Dusun 3 RT 11 RW 06, Muara Bengkeng, Kecamatan Lemahabang, Kabupaten Cirebon, Jawa Barat.

Melalui pendekatan spiritual berbasis doa, zikir, dan terapi batin, majelis ini berupaya membantu masyarakat menemukan ketenangan jiwa dan keseimbangan hidup.

Mengusung tema “Kembali ke Fitrah Melalui Doa dan Ikhtiar”, terapi dilakukan dalam suasana khidmat dengan media air yang telah didoakan sebagai sarana ikhtiar spiritual.

Saefudin Assyirbuni (Kang Sae) mengatakan, terapi batin bukan semata-mata pengobatan, melainkan proses introspeksi diri serta pendekatan spiritual kepada Tuhan.

“Banyak orang terlihat sehat secara fisik, tetapi sebenarnya sedang lelah secara batin. Di sini kami mencoba membantu menenangkan hati melalui doa, zikir, dan pendekatan spiritual yang menyejukkan,” ujar Saefudin saat diwawancarai jurnalis Rahmat Hidayat (joSSer) di Jakarta, Jumat (15/05/2026).

Menurutnya, keluhan yang paling banyak disampaikan masyarakat umumnya berkaitan dengan kecemasan, tekanan pikiran, hingga kondisi psikis yang berdampak terhadap kesehatan fisik.

Dalam proses terapi, peserta diajak menjalani pendampingan spiritual secara perlahan melalui doa bersama, bimbingan rohani, serta refleksi diri agar lebih tenang menghadapi persoalan hidup.

Majelis tersebut juga menekankan pentingnya keseimbangan antara ikhtiar lahir dan batin. Kang Sae menegaskan bahwa terapi spiritual bukan pengganti pengobatan medis, melainkan pelengkap untuk membantu memperkuat kondisi mental dan emosional seseorang.

“Ketika hati tenang, seseorang biasanya lebih mudah berpikir jernih dan menjalani hidup dengan lebih baik,” katanya.

Belakangan, kebutuhan masyarakat terhadap ruang pemulihan mental berbasis spiritual dinilai semakin meningkat.

Baca Juga:  Gaji ASN Kemenag Kini Berbasis Simpeg Mulai Juni 2026

Kondisi tersebut dipengaruhi tekanan ekonomi, persoalan keluarga, hingga beban kehidupan modern yang semakin berat.

Melalui pendekatan religius dan suasana majelis yang tenang, Majelis Terapi Batin dan Jiwa berharap dapat menjadi tempat bagi masyarakat untuk beristirahat sejenak dari tekanan hidup sekaligus memperbaiki kualitas batin dan spiritualitas mereka.

Salah satu peserta terapi, IKA Muslikha asal Cirebon, mengaku merasakan perubahan positif setelah mengikuti bimbingan spiritual di majelis tersebut.

“Assalamualaikum, Alhamdulillah setelah mengikuti arahan dan bimbingan dari Pak Saefudin Assyirbuni (Kang Sae) selaku pembimbing majelis, hidup saya lebih baik dan lebih tenang. Insya Allah ke depannya lebih ringan menjalani hidup,” ungkapnya.

Bagi masyarakat yang ingin memperoleh informasi lebih lanjut mengenai layanan pendampingan spiritual tersebut dapat menghubungi HP/WA: 0859-7321-0022.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel detikberita.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Kodim 0502/JU Salurkan dan Potong Hewan Kurban untuk Warga Jakarta Utara
RPA Indonesia Bersama Bulog Salurkan 500 Paket Sembako kepada Masyarakat
Mahasiswa Desa Aopa Soroti Pernyataan Kepala Desa Saat Idul Adha, Dinilai Bernada Intimidatif dan Berpotensi Memecah Kebersamaan
Remaja Masjid Attaawun Garut: Regenerasi Kepemimpinan Tumbuh dari Semangat Kurban
SINERGITAS ALIANSI JURNALIS BERSATU DAN 4 WILAYAH SALUR KAN HEWAN KURBAN
Kasus TaniHub Disebut Risiko Bisnis Startup,Kasus TaniHub Disebut Risiko Bisnis Startup, Niko widjaja di Nilai Tidak Bersalah
SMAN 1 Garut Siap Jadi Pelopor “Sekolah Maung” Jawa Barat, Perkuat Tradisi Prestasi Nasional
GMPD Jakarta Gelar Unras di Kantor PLN, Desak Pencopotan Dirut PLN Usai Blackout Sumatera

HAK JAWAB

Apabila ada pihak yang merasa dirugikan dan/atau keberatan dengan penayangan artikel dan/atau berita tersebut di atas, anda dapat mengirimkan artikel dan/atau berita berisi sanggahan dan/atau koreksi kepada Redaksi kami, sebagaimana diatur dalam Pasal 1 ayat (11) dan (12) Undang-Undang Nomor 40 tahun 1999 tentang Pers.  Artikel/berita dimaksud dapat dikirimkan melalui email: detikdjakartaofficial@gmail.com.

Berita Terkait

Rabu, 27 Mei 2026 - 18:49 WIB

Kodim 0502/JU Salurkan dan Potong Hewan Kurban untuk Warga Jakarta Utara

Rabu, 27 Mei 2026 - 18:19 WIB

RPA Indonesia Bersama Bulog Salurkan 500 Paket Sembako kepada Masyarakat

Rabu, 27 Mei 2026 - 15:49 WIB

Mahasiswa Desa Aopa Soroti Pernyataan Kepala Desa Saat Idul Adha, Dinilai Bernada Intimidatif dan Berpotensi Memecah Kebersamaan

Rabu, 27 Mei 2026 - 12:32 WIB

Remaja Masjid Attaawun Garut: Regenerasi Kepemimpinan Tumbuh dari Semangat Kurban

Selasa, 26 Mei 2026 - 18:35 WIB

Kasus TaniHub Disebut Risiko Bisnis Startup,Kasus TaniHub Disebut Risiko Bisnis Startup, Niko widjaja di Nilai Tidak Bersalah

Berita Terbaru