Aksi berlangsung dengan pengawalan aparat, dihiasi spanduk dan poster yang menyuarakan seruan bersih-bersih tambang ilegal serta reformasi internal Polri. Perwakilan massa menyatakan akan mengawal proses hingga ada langkah konkret dari Mabes Polri, tanpa pandang bulu.
Mereka menegaskan, isu tambang ilegal tidak hanya berkaitan dengan ekonomi, tetapi juga kerusakan lingkungan, keselamatan masyarakat, dan integritas penegakan hukum. Jika aparat yang seharusnya menegakkan hukum justru diduga terlibat, krisis kepercayaan publik akan semakin dalam. Aksi ditutup dengan ultimatum moral: bersihkan internal atau bersiap menghadapi gelombang protes lanjutan tingkat nasional.
Tuntutan GHSB:
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
1. Mendesak Kapolri mencopot dan memeriksa jajaran anggota Polda Sumatera Barat dan Polres Pasaman Barat.
2. Mendesak Kadiv Propam memeriksa dugaan keterlibatan Kapolda Sumbar, Dirkrimsus Polda Sumbar, dan Kapolres Pasaman Barat dalam pembekingan tambang ilegal dan suap pengamanan UPETI.
3. Mengusut tuntas kepemilikan alat berat milik kepolisian yang beroperasi dalam kegiatan tambang ilegal.
Halaman : 1 2





















