“Puncak arus mudik terjadi pada tanggal 18 dan 19 Maret atau H-3 dan H-2 Lebaran. Pada 18 Maret tercatat sebanyak 44.898 unit kendaraan dan 164.099 penumpang. Sementara pada 19 Maret meningkat menjadi 47.487 unit kendaraan dan 165.705 penumpang. Sedangkan puncak arus balik terjadi pada H+1 dan H+4 Lebaran. Pada 22 Maret tercatat sebanyak 13.474 unit kendaraan dan 53.698 penumpang, kemudian pada 25 Maret sebanyak 10.745 unit kendaraan dan 53.751 penumpang,” jelasnya.
Lebih lanjut, Irjen Pol Hengki mengungkapkan bahwa pada Operasi Ketupat Maung tahun 2026, di bidang Kamseltibcar Lantas mencatat adanya penurunan. “Kecelakaan lalu lintas turun 58%, dari 33 peristiwa menjadi 14 peristiwa, atau turun 19 kejadian, dengan korban meninggal dunia berkurang 57% dari 7 menjadi 3 orang, atau turun 4 korban, korban luka berat tetap 7 orang, dan korban luka ringan menurun 74% dari 38 menjadi 10 orang, atau turun 28 korban. Jumlah pelanggaran lalu lintas turun 69% dari 2.377 menjadi 734, atau turun 1.643 pelanggaran, tilang menurun 27% dari 762 menjadi 559, atau berkurang 203 tilang, dan teguran turun drastis 89% dari 1.615 menjadi 175, atau turun 1.440 teguran,” ungkap Kapolda Banten.
Tingkat kecelakaan lalu lintas yang menurun, disertai dengan penurunan jumlah pelanggaran lalu lintas, menunjukkan bahwa meningkatnya kesadaran masyarakat dalam berkendara.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Diakhir, Kapolda Banten Irjen Pol Hengki menyampaikan ucapan terima kasih dan apresiasi kepada seluruh stakeholder terkait lainnya atas sinergi dan kerja sama dalam pengamanan arus mudik Lebaran 2026. “Terima kasih dan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh personel Polda Banten, seluruh stakeholder, serta masyarakat yang telah bekerja keras dan bersinergi, sehingga arus mudik lebaran 1447 H dapat berjalan dengan aman dan lancar,” tutupnya
(Bidhumas).
Halaman : 1 2





















