Peringatan HJG ke-213, Pemkab Garut Tonjolkan Budaya Sunda

Abdul Hapid

- Penulis

Kamis, 19 Februari 2026 - 01:17 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

DetikBerita. Co. Id ||Garut  – Bertempat di Lapangan Oto Iskandar Di Nata atau Alun-Alun Garut, Bupati Garut, Abdusy Syakur Amin, bertindak sebagai Inspektur Upacara pada Peringatan Hari Jadi Garut (HJG) ke-213 yang digelar di Lapangan Oto Iskandar Di Nata atau Alun-Alun Garut, Kecamatan Garut Kota, Rabu (18/2/2026).

Upacara ini menjadi puncak peringatan Hari Jadi Garut ke-213 yang mengusung tema “Garut Gumiwang Tanjeur Dangiang”, yang turut dihadiri oleh Wakil Bupati Garut, Putri Karlina, Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kabupaten Garut, Sekretaris Daerah Kabupaten Garut, Nurdin Yana, Bupati Garut ke-26, Rudy Gunawan, dan tamu undangan lainnya.

Upacara tahun ini tampil berbeda dengan balutan kental budaya Sunda. Rangkaian acara diawali dengan prosesi adat Mapag Papayung Agung yang diiringi Seni Reog dan Angklung Buncis dari Gabungan Masyarakat Adat Kabupaten Garut. Kemeriahan semakin memuncak dengan penampilan Tari Rampak Rayak-Rayak yang dibawakan secara kolosal oleh 213 penari, melambangkan usia kabupaten yang dijuluki Swiss van Java ini.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Upacara yang dipimpin oleh Komandan Upacara yaitu Inspektur Pembantu IV, Bambang Hernowo ini juga diwarnai dengan penampilan lagu-lagu bertema daerah, di antaranya lagu “Garut Bangkit Garut Berprestasi” ciptaan Asep Kosasih Oleh Bale Seni Megasari, “Garut Jang Dunya” oleh Pleasure Noise, hingga “Garut Hebat” oleh Berliana Nurfadilah Fitri dan Dafa Al Zackie Syahpoetra.

Bupati Garut, Abdusy Syakur Amin menekankan bahwa esensi terdalam dari peringatan HJG ke-213 adalah rasa syukur kepada Allah SWT atas segala nikmat yang dirasakan warga Garut.

“Sementara itu kita pun menyadari masih banyak hal yang harus ditingkatkan, Garut terus melakukan upaya untuk mengurangi berbagai disperitas, yaitu kondisi belum seimbangnya atau belum adanya kesetaraan terutama pada aspek perekonomian, pendidikan dan kesehatan, termasuk infrastruktur,” ucapnya.

Ia menegaskan bahwa momentum HJG kali ini bukan sekadar seremoni, melainkan sarana untuk mengaktualisasikan visi “Garut Hebat dan Berkelanjutan”. Visi ini merupakan representasi cita-cita kepemimpinan Bupati Abdusy Syakur Amin dan Wakil Bupati, Putri Karlina untuk membangun daerah yang berdaya saing, berkeadilan wilayah, dan tetap berpijak pada nilai-nilai tradisi.

Baca Juga:  Aktivis NTB Demo KPK Desak Usut Dugaan Korupsi Sekda Lombok Timur

Ada yang istimewa pada peringatan tahun ini. Syakur menerangkan, Pemkab Garut menghadirkan kembali ruh budaya Sunda melalui berbagai ornamen dan prosesi sejarah, seperti “Mapag Hurip Gumiwang Cigarut” yaitu penelusuran jejak sejarah asal-usul Garut hingga “Napak Darma Lingga Buana” yaitu prosesi simbolis di titik nol kilometer Garut sebagai bentuk penghormatan terhadap leluhur.

“Rangkaian ini, bukan sekedar seremoni melainkan simbol penguatan identitas penghormatan terhadap asal-usul serta pengingat tanggung jawab kita bersama dalam melanjutkan pembangunan Garut ke masa depan,” katanya.

Mengusung tema “Garut Gumiwang Tanjeur Dangiang”, Pemkab Garut mengirimkan pesan kuat tentang semangat kolektif untuk membuat Garut kembali bersinar dan gemilang. Bupati Garut mengajak seluruh komponen pemerintah dan masyarakat untuk bersatu padu.

“Kami memiliki harapan tinggi kepada jajaran pemerintahan dan seluruh komponen masyarakat Kabupaten Garut untuk secara bersama-sama untuk menjadikan momentum Peringatan Hari Jadi Garut ke-213 ini sebagai sarana untuk mengembangkan kebersamaan secara komunal rekam rangka membangun daerah yang kita cintai,” tutupnya.

Upacara berlangsung dengan khidmat dan ditutup dengan peninjauan Pameran Sejarah Garut, stand Gelar Pangan Murah dan Gelar Pangan Olahan, Cek Kesehatan Gratis, stan Seniman Cukur Garut, Garut Hebat, dan BJB Cabang Garut.

Abdul Hapid

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel detikberita.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Kodim 0502/JU Salurkan dan Potong Hewan Kurban untuk Warga Jakarta Utara
RPA Indonesia Bersama Bulog Salurkan 500 Paket Sembako kepada Masyarakat
Mahasiswa Desa Aopa Soroti Pernyataan Kepala Desa Saat Idul Adha, Dinilai Bernada Intimidatif dan Berpotensi Memecah Kebersamaan
Remaja Masjid Attaawun Garut: Regenerasi Kepemimpinan Tumbuh dari Semangat Kurban
SINERGITAS ALIANSI JURNALIS BERSATU DAN 4 WILAYAH SALUR KAN HEWAN KURBAN
Kasus TaniHub Disebut Risiko Bisnis Startup,Kasus TaniHub Disebut Risiko Bisnis Startup, Niko widjaja di Nilai Tidak Bersalah
SMAN 1 Garut Siap Jadi Pelopor “Sekolah Maung” Jawa Barat, Perkuat Tradisi Prestasi Nasional
GMPD Jakarta Gelar Unras di Kantor PLN, Desak Pencopotan Dirut PLN Usai Blackout Sumatera

HAK JAWAB

Apabila ada pihak yang merasa dirugikan dan/atau keberatan dengan penayangan artikel dan/atau berita tersebut di atas, anda dapat mengirimkan artikel dan/atau berita berisi sanggahan dan/atau koreksi kepada Redaksi kami, sebagaimana diatur dalam Pasal 1 ayat (11) dan (12) Undang-Undang Nomor 40 tahun 1999 tentang Pers.  Artikel/berita dimaksud dapat dikirimkan melalui email: detikdjakartaofficial@gmail.com.

Berita Terkait

Rabu, 27 Mei 2026 - 18:49 WIB

Kodim 0502/JU Salurkan dan Potong Hewan Kurban untuk Warga Jakarta Utara

Rabu, 27 Mei 2026 - 18:19 WIB

RPA Indonesia Bersama Bulog Salurkan 500 Paket Sembako kepada Masyarakat

Rabu, 27 Mei 2026 - 15:49 WIB

Mahasiswa Desa Aopa Soroti Pernyataan Kepala Desa Saat Idul Adha, Dinilai Bernada Intimidatif dan Berpotensi Memecah Kebersamaan

Rabu, 27 Mei 2026 - 12:32 WIB

Remaja Masjid Attaawun Garut: Regenerasi Kepemimpinan Tumbuh dari Semangat Kurban

Selasa, 26 Mei 2026 - 18:35 WIB

Kasus TaniHub Disebut Risiko Bisnis Startup,Kasus TaniHub Disebut Risiko Bisnis Startup, Niko widjaja di Nilai Tidak Bersalah

Berita Terbaru