Sengketa Lahan Sekolah Rakyat di Samarang Mandek, Warga Curiga Ada Permainan Harga — “Ada Apa dengan Dinsos Garut?”

Abdul Hapid

- Penulis

Rabu, 4 Maret 2026 - 12:04 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

DETIK BERITA. CO. ID||GARUT, —

Sengketa lahan untuk pembangunan Sekolah Rakyat di Desa Sukakarya, Kecamatan Samarang, Kabupaten Garut, hingga kini tak kunjung menemukan titik terang.

Program yang digadang-gadang sebagai bagian dari visi besar Presiden untuk memperluas akses pendidikan bagi masyarakat kurang mampu itu justru tersendat di tingkat daerah.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Warga pemilik lahan mengaku kecewa dan merasa dipermainkan.

Padahal, menurut mereka, kesepakatan awal untuk menjual tanah sudah tercapai. Namun proses pengadaan lahan yang seharusnya berjalan transparan dan cepat justru terhenti tanpa kejelasan.

Salah seorang perwakilan warga, berinisial U, saat di temui awak Media (02/03/2026)menyampaikan kekecewaannya kepada awak media.

Ia menilai ada ketidaksesuaian harga yang diduga melibatkan oknum tertentu dalam proses pengadaan tanah.

“Kami sudah sepakat menjual tanah untuk kepentingan Sekolah Rakyat. Tapi di tengah jalan muncul persoalan harga yang tidak cocok antara warga dengan oknum tanah. Kami menduga ada pihak yang ingin mencari keuntungan di atas kepentingan masyarakat,” tegas U.

Upaya mediasi yang telah difasilitasi sebelumnya juga dinilai tak membuahkan hasil konkret. Rapat yang diharapkan menjadi solusi justru berakhir tanpa kepastian hukum bagi pemilik lahan.

“Kami datang dengan itikad baik. Tapi setelah rapat, tidak ada tindak lanjut yang jelas. Seolah-olah persoalan ini dibiarkan menggantung,” ujar U.

Kekecewaan warga memuncak hingga akhirnya mereka mendatangi Komisi II DPRD Kabupaten Garut pada 15 Januari 2026. Dalam pertemuan tersebut, dituangkan berita acara yang menyatakan bahwa Komisi II akan menindaklanjuti melalui rapat kerja bersama Tim Pengadaan Tanah untuk Sekolah Rakyat.

Namun hingga memasuki Maret 2026, warga mengaku belum menerima perkembangan signifikan.

DPRD Diminta Tegas, Dinsos Bungkam

Warga kini berharap Komisi II DPRD benar-benar menjalankan komitmennya dan tidak membiarkan persoalan ini berlarut-larut. Mereka menilai, jika dibiarkan, bukan hanya hak pemilik lahan yang terabaikan, tetapi juga masa depan anak-anak calon penerima manfaat Sekolah Rakyat.

Baca Juga:  Shalat Id di Tepi Laut: Ancol Undang Warga Rayakan Idul Fitri 1447 H di Plaza Masjid Apung

Sorotan juga tertuju pada Dinas Sosial Kabupaten Garut yang disebut sebagai leading sector dalam program tersebut. Hingga berita ini diterbitkan, Kepala Dinas Sosial Kabupaten Garut belum memberikan keterangan resmi kepada media terkait terhentinya pembangunan Sekolah Rakyat di Samarang.

Sikap tertutup ini memunculkan tanda tanya besar di tengah masyarakat.

“Ada apa dengan Dinsos Garut? Kenapa sulit sekali memberikan penjelasan? Ini program besar, bukan proyek kecil. Jangan sampai masyarakat menduga-duga karena tidak ada keterbukaan,” ujar U dengan nada geram.

Sekolah Rakyat yang direncanakan berdiri di Desa Sukakarya semula diharapkan menjadi solusi pendidikan bagi keluarga prasejahtera di wilayah Samarang dan sekitarnya. Namun jika persoalan lahan terus berlarut, bukan tidak mungkin program tersebut terancam batal atau dipindahkan ke lokasi lain.

Warga menegaskan akan terus memperjuangkan hak mereka dan meminta aparat penegak hukum turut mengawasi proses pengadaan lahan agar tidak terjadi praktik yang merugikan masyarakat.

“Kami tidak menolak pembangunan. Justru kami mendukung. Tapi jangan korbankan hak warga dan jangan ada permainan harga. Kami hanya ingin kejelasan dan keadilan,” pungkas U.

Hingga berita ini ditayangkan, pihak Dinas Sosial Kabupaten Garut dan Tim Pengadaan Tanah belum memberikan klarifikasi resmi. Media ini masih berupaya meminta konfirmasi lanjutan guna menghadirkan pemberitaan yang berimbang.

(Rusmana)

Abdul Hapid

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel detikberita.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Polres Pelabuhan Tanjung Priok Gelar Patroli Cipta Kondisi dan Strong point Apresiasi Ganguan Kamtibmas Pada Dini Hari
Polri Mutasi 12 Pati dan Pamen, Sejumlah Jabatan di Bareskrim hingga Kewilayahan Bergeser
Kapolri Silaturahmi dengan Pimpinan MUI,Perkuat Sinergi Jaga Keamanan dan Kerukunan
Atas Nama Kemanusiaan,Tak Ada Ruang Untuk Sikap Abu-Abu Heri Kustanto Tolak Konser Andrea Bocelli
HIPPMAKEL SOROT DLH KONAWE UTARA TERKAIT DUGAAN PENCEMARAN LAUT DI PERAIRAN LEMBO
Kecamatan Kelapa Dua Raih Juara 1 Lomba Kecamatan Tingkat Kabupaten Tangerang 2026
Polda Metro Jaya Bongkar Jaringan Curanmor Lintas Provinsi, Senpi Rakitan dan Puluhan Motor Disita
Pastikan Keamanan Pangan MBG,Sidokkes Polres Pelabuhan Tanjung Priok Laksanakan Pemeriksaan Food Safety

HAK JAWAB

Apabila ada pihak yang merasa dirugikan dan/atau keberatan dengan penayangan artikel dan/atau berita tersebut di atas, anda dapat mengirimkan artikel dan/atau berita berisi sanggahan dan/atau koreksi kepada Redaksi kami, sebagaimana diatur dalam Pasal 1 ayat (11) dan (12) Undang-Undang Nomor 40 tahun 1999 tentang Pers.  Artikel/berita dimaksud dapat dikirimkan melalui email: detikdjakartaofficial@gmail.com.

Berita Terkait

Rabu, 14 Oktober 2026 - 12:57 WIB

Polres Pelabuhan Tanjung Priok Gelar Patroli Cipta Kondisi dan Strong point Apresiasi Ganguan Kamtibmas Pada Dini Hari

Rabu, 14 Oktober 2026 - 12:48 WIB

Polri Mutasi 12 Pati dan Pamen, Sejumlah Jabatan di Bareskrim hingga Kewilayahan Bergeser

Rabu, 14 Oktober 2026 - 12:41 WIB

Kapolri Silaturahmi dengan Pimpinan MUI,Perkuat Sinergi Jaga Keamanan dan Kerukunan

Selasa, 13 Oktober 2026 - 21:33 WIB

HIPPMAKEL SOROT DLH KONAWE UTARA TERKAIT DUGAAN PENCEMARAN LAUT DI PERAIRAN LEMBO

Selasa, 13 Oktober 2026 - 20:41 WIB

Kecamatan Kelapa Dua Raih Juara 1 Lomba Kecamatan Tingkat Kabupaten Tangerang 2026

Berita Terbaru

Urban Legend

JEJAK NAGA DI GROBOGAN MENGUAK MISTERI BLEDUG KUWU

Rabu, 14 Okt 2026 - 12:04 WIB

Hukum dan Kriminal

FORMASI Desak KPK Tersangkakan dan Tangkap Nusron Wahid

Rabu, 14 Okt 2026 - 11:41 WIB