BEKASI – DETIKBERITA.CO.ID –
Pemerintah Kecamatan Mustika Jaya, Kota Bekasi, terus menghadirkan pelayanan publik yang cepat, humanis, dan responsif guna meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Berbagai inovasi layanan digencarkan, mulai dari penyaluran bantuan sosial, layanan kesehatan darurat, hingga pendampingan warga melalui petugas siaga 24 jam.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Langkah tersebut menjadi bagian dari dukungan terhadap visi pembangunan Bekasi Keren yang menempatkan pelayanan masyarakat sebagai prioritas utama.
Camat Mustika Jaya, Maka Nachrowi, S.Ap., M.Si., bersama Kepala Seksi Kesejahteraan Sosial Adi Joko R., S.E., menyampaikan bahwa penyaluran bantuan sosial dari Kementerian Sosial di wilayah Mustika Jaya berjalan lancar dan tanpa kendala.
“Alhamdulillah, seluruh bantuan telah tersalurkan dengan baik, tepat waktu, dan tanpa adanya keluhan dari masyarakat,” ujar keduanya, Rabu (22/4/2026).
Layanan Kesehatan Jemput Bola di Mustika Jaya
Di sektor kesehatan, Kecamatan Mustika Jaya memastikan masyarakat mendapatkan pelayanan maksimal melalui koordinasi aktif dengan puskesmas setempat.
Salah satu program unggulan yang diterapkan adalah sistem jemput bola bagi warga yang sakit berat atau memiliki keterbatasan fisik.

Melalui layanan ini, petugas puskesmas siap mendatangi rumah warga dengan waktu respons maksimal empat jam sejak laporan diterima, termasuk di luar jam operasional.
“Jika ada warga yang tidak dapat datang ke puskesmas, petugas akan langsung melakukan jemput bola. Waktu respons maksimal empat jam, termasuk di luar jam operasional. Untuk kondisi darurat, kami tetap siaga,” jelasnya.
Warga dapat mengakses layanan tersebut melalui nomor kontak puskesmas maupun jalur koordinasi yang tersedia, termasuk layanan Bus Kejayaan yang beroperasi selama 24 jam.
PSM dan Pamur Siaga 24 Jam Layani Warga
Untuk memastikan tidak ada warga yang terabaikan, pemerintah kecamatan juga mengoptimalkan peran Pekerja Sosial Masyarakat (PSM) dan Pamong Wilayah (Pamur).
Saat ini terdapat lima PSM yang siaga selama 24 jam, termasuk malam hari.
Mereka bertugas melakukan asesmen terhadap warga sakit, korban musibah, hingga penanganan Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ) sebelum dirujuk ke fasilitas kesehatan.
“PSM sangat sigap. Bahkan pada tengah malam pun tetap siap mendampingi warga, mengecek kondisi, serta mengoordinasikan kebutuhan ambulans atau penanganan medis ke puskesmas maupun RSUD,” ujarnya.
Beberapa penanganan yang telah dilakukan di antaranya evakuasi pasien lansia terlantar dengan penyakit kista dari wilayah RT 001 RW 007 ke RSUD Bantargebang, serta penanganan ODGJ atas nama Rayen dari RT 02 RW 023 yang dirujuk ke RSUD Jatisampurna.
Sementara itu, Pamur menjadi ujung tombak pelayanan di tingkat RW melalui konsep satu RW satu Pamur. Mereka berperan memantau kondisi wilayah, menampung aspirasi warga, dan membantu pelaporan bagi masyarakat yang mengalami kesulitan mengakses layanan pemerintah.
“Dengan adanya Pamur dan PSM, kami memastikan setiap kebutuhan warga dapat terdeteksi dan tertangani dengan cepat demi pelayanan publik yang optimal,” pungkasnya.
- Aktivis NTB Demo KPK Desak Usut Dugaan Korupsi Sekda Lombok Timur - 06/05/2026
- Pembacokan Cengkareng Pelaku Ditangkap Polisi - 05/05/2026
- Kota Tua Jakarta Jadi Sumber Penghidupan Warga Lokal - 01/05/2026





















