JAKARTA, DETIKBERITA.CO.ID —
Kawasan Kota Tua Jakarta tetap menjadi sumber penghidupan bagi warga lokal yang menggantungkan nasibnya dari aktivitas wisata. Di tengah hiruk pikuk pengunjung yang datang silih berganti, tersimpan kisah perjuangan sederhana namun penuh makna.
Salah satunya adalah Pak Tarno, sosok yang setiap harinya menjadikan kawasan bersejarah tersebut sebagai ladang mencari nafkah. Bagi dirinya dan warga sekitar, Kota Tua bukan sekadar destinasi wisata, melainkan ruang hidup untuk bertahan dan memenuhi kebutuhan keluarga.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Setiap akhir pekan, tepatnya Sabtu dan Minggu, Pak Tarno rutin hadir bersama istrinya. Aktivitas mereka juga didukung oleh manajernya, Asriani, yang setia mendampingi dalam keseharian di kawasan tersebut.
Kisah ini menjadi semakin menyentuh ketika diketahui bahwa Asriani, yang sempat menghilang, kini kembali hadir dan memberi semangat baru bagi Pak Tarno. Ia bahkan menganggap Pak Tarno sebagai orang tua sendiri.
“Semoga Allah masih membuka pintu rezeki untuknya, Aamiin,” ujarnya penuh harap.
Namun di balik kebersamaan tersebut, cobaan tengah menimpa Pak Tarno. Kondisi kesehatannya kini menurun dan sedang dalam masa perawatan. Di saat yang sama, musibah lain juga terjadi, yakni hilangnya mobil miliknya.
Menurut pengakuan Pak Tarno saat diwawancarai, informasi yang beredar menyebutkan bahwa kendaraan tersebut diduga digadaikan oleh sopir dan asistennya sendiri.
Kisah Pak Tarno menjadi potret nyata bahwa di balik gemerlap destinasi wisata, terdapat perjuangan hidup warga lokal yang tidak pernah berhenti. Keberadaan mereka menjadi bagian penting dari denyut nadi kehidupan di kawasan Kota Tua Jakarta.
- Aktivis NTB Demo KPK Desak Usut Dugaan Korupsi Sekda Lombok Timur - 06/05/2026
- Pembacokan Cengkareng Pelaku Ditangkap Polisi - 05/05/2026
- Kota Tua Jakarta Jadi Sumber Penghidupan Warga Lokal - 01/05/2026





















