Oleh : Jacob Ereste :
BANTEN | DETIKBERITA.CO.ID, 28 Februari 2026 – Dari diskusi rutin menjelang buka puasa ramadhan yang sudah dikakukan beberapa kali dalam suasana santai oleh Atlantika Institut Nusantara di Banten, topik utama tentang spiritualitas menjadi pilihan dibanding beragam masalah lain yang tengah mencuat di tanah air. Termasuk gunjang-ganjing soal politik dan tata pemerintahan hingga program kerjanya yang dianggap tidak pro rakyat. Fenomena ini pun semakin meyakinkan bahwa spiritualitas telah menjadi perhatian dan prioritas bagi banyak orang, setidaknya bagi komunitas Atlantika Institut Nusantara yang dominan berbasis akademis, karena lembaga penelitian dan pengembangan ini sungguh berminat untuk membangun kesadaran serta pemberdayaan bagi masyarakat.
Kesadaran dan pemahaman terhadap spiritualitas dapat mendorong upaya peningkatan keimanan dan ketaqwaan serta memberi ketenangan serta keseimbangan bathin, kini semakin diyakini sebagai salah satu jalan terbaik dibanding cara lain yang belum ditemukan dalam berbagai upaya yang sudah dilakukan.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Artinya, diskusi tentang spiritual menjadi pilihan yang paling relevan untuk menembus berbagai kebuntuan serta kesumpekan hidup yang terkesan sedang membentur jalan buntu, tidak hanya dalam wilayah ekonomi, tapi juga dalam politik, sosial dan budaya bahkan gesekan dalam keagamaan. Oleh karena itu, jalan spiritual yang teduh dan menenteramkan hati, merupakan primadona pilihan untuk menerobos jalan yang terkesan suntuk menuju masa depan yang lebih terang dan membahagiakan. Setidaknta, pendapat sementara ini bagi Atlantika Institut Nusantara telah menhadi kata sepakat bahwa spiritualitas dapat menjadi pondasi pengukuh dalam menghadapi tantangan hidup yang semakin berat dan kompleks untuk tetap mempertahankan kualitas manusia, jika pun belum dapat meningkatkan mutu dari kualitasnya untuk tetap berpegang pada nilai-nilai kemuliaan manusia.
Dari kajian Atlantika Institut Nusantara, minimal dapat disimpulkan untuk sementara ini bahwa ada beberapa faktor yang dapat menyebabkan seseorang abai pada upaya pengembangan potensi spiritial yang ada di dalam diri setiap manusia sebagai makhluk ciptaan Tuhan. Yang pertama adalah akibat dari keterjebakan pada hasrat yang lebih bersifat duniawi — material, bukan spiritual — untuk memenuhi nafsu atau kepuasan diri yang dianggap dapat lebih memberi kesenangan dan kebahagian, kendati sesungguhnya semus itu semu dan sementara sifatnya. Sehingga nilai-nilai yang berdimensi spiritual jadi terabaikan.
- Anak di Bawah Umur dan Orang Mati Dijadikan Tergugat, Kuasa Hukum :Tak Punya Legal Standing !!! - 20/03/2026
- Kriminalisasi Advokat Hendra Sianipar.”Marwah Advokat” harus dikembalikan - 06/03/2026
- Dato’ Nia Wulandari Bagus: Silaturrahim Warga Paya Rumbai untuk Alih Fungsi Lahan Bagi Petani - 03/03/2026
Halaman : 1 2 Selanjutnya





















