Spiritual Sebagai Benteng Pertahanan Dari Gerusan Jaman Yang Semakin Besar dan Dakhsyat Gelombang Pasang

Darman

- Penulis

Minggu, 1 Maret 2026 - 09:11 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Oleh : Jacob Ereste :

BANTEN | DETIKBERITA.CO.ID, 28 Februari 2026 – Dari diskusi rutin menjelang buka puasa ramadhan yang sudah dikakukan beberapa kali dalam suasana santai oleh Atlantika Institut Nusantara di Banten, topik utama tentang spiritualitas menjadi pilihan dibanding beragam masalah lain yang tengah mencuat di tanah air. Termasuk gunjang-ganjing soal politik dan tata pemerintahan hingga program kerjanya yang dianggap tidak pro rakyat. Fenomena ini pun semakin meyakinkan bahwa spiritualitas telah menjadi perhatian dan prioritas bagi banyak orang, setidaknya bagi komunitas Atlantika Institut Nusantara yang dominan berbasis akademis, karena lembaga penelitian dan pengembangan ini sungguh berminat untuk membangun kesadaran serta pemberdayaan bagi masyarakat.

Kesadaran dan pemahaman terhadap spiritualitas dapat mendorong upaya peningkatan keimanan dan ketaqwaan serta memberi ketenangan serta keseimbangan bathin, kini semakin diyakini sebagai salah satu jalan terbaik dibanding cara lain yang belum ditemukan dalam berbagai upaya yang sudah dilakukan.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Artinya, diskusi tentang spiritual menjadi pilihan yang paling relevan untuk menembus berbagai kebuntuan serta kesumpekan hidup yang terkesan sedang membentur jalan buntu, tidak hanya dalam wilayah ekonomi, tapi juga dalam politik, sosial dan budaya bahkan gesekan dalam keagamaan. Oleh karena itu, jalan spiritual yang teduh dan menenteramkan hati, merupakan primadona pilihan untuk menerobos jalan yang terkesan suntuk menuju masa depan yang lebih terang dan membahagiakan. Setidaknta, pendapat sementara ini bagi Atlantika Institut Nusantara telah menhadi kata sepakat bahwa spiritualitas dapat menjadi pondasi pengukuh dalam menghadapi tantangan hidup yang semakin berat dan kompleks untuk tetap mempertahankan kualitas manusia, jika pun belum dapat meningkatkan mutu dari kualitasnya untuk tetap berpegang pada nilai-nilai kemuliaan manusia.

Dari kajian Atlantika Institut Nusantara, minimal dapat disimpulkan untuk sementara ini bahwa ada beberapa faktor yang dapat menyebabkan seseorang abai pada upaya pengembangan potensi spiritial yang ada di dalam diri setiap manusia sebagai makhluk ciptaan Tuhan. Yang pertama adalah akibat dari keterjebakan pada hasrat yang lebih bersifat duniawi — material, bukan spiritual — untuk memenuhi nafsu atau kepuasan diri yang dianggap dapat lebih memberi kesenangan dan kebahagian, kendati sesungguhnya semus itu semu dan sementara sifatnya. Sehingga nilai-nilai yang berdimensi spiritual jadi terabaikan.

Baca Juga:  SPN Polda Metro Jaya Gelar Exspedisi Darat,Bentuk Siswa Polri Presisi dan Humanis

Aktivitas yang rutin bagi manusua untuk memburu kebutuhan hidup untuk tidak sekeda cukup, telah melibas kesempatan untuk melakukan introspeksi diri guna menyadari betapa penting dan perlunya upaya pengembangan potensi diri yang terpaut dengan spiritualitas bawaan — sebagai bagian dari anugrah ilahi rabbi — tidak dikembangkan untuk memberi keseimbangan batin dan jiwa agar tidak kering kerontang, supaya beragam bentuk material tidak mendominasi nilai-nilai spiritual yang sesungguhnya sebagai pelengkap dari hakekat insaniah makhluk ciptaan Tuhan yang sempurna dibanding makhluk lain yang ada di bumi.Karena itu, sifat dan sikap manusia yang mulia senantiasa menolak disetarakan dengan makhluk lainnya.

Pengaruh lingkungan pun, sebagai faktor penyebab bagi manusia cenderung menyia-nyiakan potensi spiritualitas sebagai karunia dari ilahi rabbi itu lantaran tergerus — kalau tidak terhanyut — oleh budaya dan kondisi lingkungan yang terlanjur mabuk menhadi sangat materialistis, sebagai supremasi ideoligi kapitalisme yang sedang menjadi trend global, sehingga ikut melibas dimensi spiritual yang dapat dijadikan benteng pertahanan moral dan etika hingga akhlak mulia manusia yang tangguh dapat mempisisikan kepribadian yang tangguh, tak hanyut oleh glombang jaman yang terus bergolak.

Oleh karena itu, gerakan kebangkitan kesadaran serta pemahaman spiritual diperlukan dengan cara memastikan langkah tegap untuk mengemembangkan potensi spiritual agar tidak terlindas atau tergulung oleh jaman yang terus bergerak dan semakin besar dan dakhsyat arusnya menelan lebih banyak korban. Begitulah, spiritualitas sebagai benteng pertahanan menghadapi gerusan gelombang pasang jaman yang semakin besar dan dakhsyat yang harus dihadapi oleh manusia hari ini dari belahan dunia manapun. Tanpa kecuali. Maka itu, gerakan kebangkitan kesadaran dan pemahaman spiritual semakin relevan terus dilakukan secara total dan semesta sifatnya.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel detikberita.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Polres Pelabuhan Tanjung Priok Hadirkan Layanan Kesehatan Bagi Warga Terdampak Kebakaran Muara Angke
Situasi Kamtibmas di Kawasan JICT Tanjung Priok Kondusif,Polisi Intensifkan Patroli dan Pengamanan Aktifitas Bongkar Muat
Polres Pelabuhan Tanjung Priok Hadirkan Layanan Kesehatan Bagi Warga Terdampak Kebakaran Muara Angke
Kehangatan dan Kemeriahan Warnai Family Gathering “Merajut Kebersamaan Memperkuat Kualitas”di Telaga Pinus
Jaga Jakarta On The Sport,Polres Pelabuhan Tanjung Priok Sampaikan Pesan Kamtibmas Kepada Pengemudi Ojek Pangkalan dan Bajaj di Muara Angke
Presiden Prabowo Terima Panglima Jilah, Respons Langsung Aspirasi Masyarakat Dayak
Aktivis Minta Dugaan Praktik Internet di Sikakap Diusut, Pemerintah Didorong Percepat Akses Resmi
Warga Gang 9 Warakas Tutup Perayaan HUT RI ke 81 dengan Pembagian Hadiah dan Makan Bersama

HAK JAWAB

Apabila ada pihak yang merasa dirugikan dan/atau keberatan dengan penayangan artikel dan/atau berita tersebut di atas, anda dapat mengirimkan artikel dan/atau berita berisi sanggahan dan/atau koreksi kepada Redaksi kami, sebagaimana diatur dalam Pasal 1 ayat (11) dan (12) Undang-Undang Nomor 40 tahun 1999 tentang Pers.  Artikel/berita dimaksud dapat dikirimkan melalui email: detikdjakartaofficial@gmail.com.

Berita Terkait

Minggu, 30 Agustus 2026 - 21:56 WIB

Polres Pelabuhan Tanjung Priok Hadirkan Layanan Kesehatan Bagi Warga Terdampak Kebakaran Muara Angke

Minggu, 30 Agustus 2026 - 21:42 WIB

Situasi Kamtibmas di Kawasan JICT Tanjung Priok Kondusif,Polisi Intensifkan Patroli dan Pengamanan Aktifitas Bongkar Muat

Minggu, 30 Agustus 2026 - 21:36 WIB

Polres Pelabuhan Tanjung Priok Hadirkan Layanan Kesehatan Bagi Warga Terdampak Kebakaran Muara Angke

Minggu, 30 Agustus 2026 - 19:28 WIB

Kehangatan dan Kemeriahan Warnai Family Gathering “Merajut Kebersamaan Memperkuat Kualitas”di Telaga Pinus

Minggu, 30 Agustus 2026 - 01:52 WIB

Presiden Prabowo Terima Panglima Jilah, Respons Langsung Aspirasi Masyarakat Dayak

Berita Terbaru