Kepemimpinan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah(DPRD) Kabupaten Konawe Dari Waktu ke Waktu Menjadi transformasi Dinamika Politik Lokal.

Suhardin Tosepu

- Penulis

Senin, 6 April 2026 - 00:30 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

KONAWE, 22 Pebruari 2026

Perjalanan kepemimpinan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Konawe menjadi cermin hidup dinamika politik lokal yang terus bertransformasi. Sejak dekade 1980-an hingga fajar periode 2024–2029, estafet kursi nomor satu di parlemen ini telah melahirkan tokoh-tokoh berpengaruh yang mewarnai arah pembangunan daerah.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Era Dominasi Golkar dan Transisi ke Provinsi

Pada medio 1985–1989, saat wilayah ini masih dikenal sebagai Kabupaten Kendari, tampuk pimpinan legislatif dipegang oleh Letkol TNI (Purn) Andi Abdullah. Tokoh dari Fraksi Golkar ini sekaligus menjabat sebagai Ketua DPD II Golkar Kendari saat itu.

Estafet kepemimpinan kemudian dilanjutkan oleh H. Hino Biohanis, S.Sos. pada periode 1989–1999. Kiprah kader tulen Golkar ini tidak berhenti di tingkat kabupaten; memasuki era reformasi, ia mencatatkan prestasi gemilang dengan dipercaya menjabat sebagai Ketua DPRD Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) selama dua periode berturut-turut (1999–2009). (27/02-26)

Sementara itu di level kabupaten, dominasi partai berlambang beringin tetap terjaga melalui kepemimpinan H. Abd. Samad, BA, S.Sos. yang menjabat selama satu dekade (1999–2009).

Pergeseran Peta Politik dan Loncatan ke Eksekutif

Memasuki periode 2009–2014, arah dukungan politik mulai bergeser. Kery Saiful Konggoasa dari Fraksi PAN tampil memimpin parlemen. Momen ini menjadi titik awal fenomena “loncatan karier” dari legislatif ke eksekutif, di mana Kery kemudian terpilih menjadi Bupati Konawe selama dua periode (2013–2023).

Jejak Kery disusul oleh Gusli Topan Sabara, ST. Setelah menjabat sebagai Ketua DPRD (PAW 2013–2014 dan definitif 2014–2018), Gusli memilih menanggalkan kursi legislatif untuk bertarung di Pilkada sebagai Wakil Bupati mendampingi Kery Saiful Konggoasa. Meski sempat memimpin di ranah eksekutif, Gusli berpulang ke Rahmatullah pada 5 Agustus 2021 sebelum masa jabatannya berakhir.

Baca Juga:  Polri Hadir Berikan Rasa Aman, Ibadah Jum’at Agung di GBI Green Pramuka Square Berlangsung Khidmat

Kekosongan kursi yang ditinggalkan Gusli kemudian diisi oleh Dr. H. Ardin, S.Sos, M.Si. melalui mekanisme PAW (2018–2019) dan berlanjut secara definitif pada periode 2019–2024. Kini, Ardin mengikuti jejak seniornya dengan berkiprah di tingkat provinsi sebagai anggota DPRD Sultra hasil Pemilu 2024.

Fajar Baru dan Sejarah PDI Perjuangan

Saat ini, DPRD Konawe memasuki babak baru di bawah kepemimpinan I Made Asmaya, S.Pd., MM. untuk periode 2024–2029. Kehadiran Made Asmaya menandai torehan tinta emas bagi PDI Perjuangan di Kabupaten Konawe.

Untuk pertama kalinya dalam sejarah, partai berlambang banteng moncong putih ini berhasil menempatkan enam kadernya di legislatif sekaligus merebut kursi Ketua DPRD.

Catatan panjang ini menegaskan bahwa kursi Ketua DPRD Konawe bukan sekadar jabatan legislatif, melainkan “kawah candradimuka” yang mampu menggembleng pemimpin-pemimpin besar, baik untuk level provinsi maupun nakhoda di pemerintahan daerah. (ST)

Suhardin Tosepu

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel detikberita.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

GARPEM Sultra Desak Bupati Konsel Sanksi Tiga Perusahaan Tambang Diduga Rusak Kawasan Wisata Pantai Kartika
GARPEM Sultra Desak Bupati Konsel Sanksi Tiga Perusahaan Tambang Diduga Rusak Kawasan Wisata Pantai Kartika
Kodim 0502/JU Salurkan dan Potong Hewan Kurban untuk Warga Jakarta Utara
RPA Indonesia Bersama Bulog Salurkan 500 Paket Sembako kepada Masyarakat
Mahasiswa Desa Aopa Soroti Pernyataan Kepala Desa Saat Idul Adha, Dinilai Bernada Intimidatif dan Berpotensi Memecah Kebersamaan
Remaja Masjid Attaawun Garut: Regenerasi Kepemimpinan Tumbuh dari Semangat Kurban
SINERGITAS ALIANSI JURNALIS BERSATU DAN 4 WILAYAH SALUR KAN HEWAN KURBAN
Kasus TaniHub Disebut Risiko Bisnis Startup,Kasus TaniHub Disebut Risiko Bisnis Startup, Niko widjaja di Nilai Tidak Bersalah

HAK JAWAB

Apabila ada pihak yang merasa dirugikan dan/atau keberatan dengan penayangan artikel dan/atau berita tersebut di atas, anda dapat mengirimkan artikel dan/atau berita berisi sanggahan dan/atau koreksi kepada Redaksi kami, sebagaimana diatur dalam Pasal 1 ayat (11) dan (12) Undang-Undang Nomor 40 tahun 1999 tentang Pers.  Artikel/berita dimaksud dapat dikirimkan melalui email: detikdjakartaofficial@gmail.com.

Berita Terkait

Kamis, 28 Mei 2026 - 07:39 WIB

GARPEM Sultra Desak Bupati Konsel Sanksi Tiga Perusahaan Tambang Diduga Rusak Kawasan Wisata Pantai Kartika

Kamis, 28 Mei 2026 - 07:28 WIB

GARPEM Sultra Desak Bupati Konsel Sanksi Tiga Perusahaan Tambang Diduga Rusak Kawasan Wisata Pantai Kartika

Rabu, 27 Mei 2026 - 18:49 WIB

Kodim 0502/JU Salurkan dan Potong Hewan Kurban untuk Warga Jakarta Utara

Rabu, 27 Mei 2026 - 18:19 WIB

RPA Indonesia Bersama Bulog Salurkan 500 Paket Sembako kepada Masyarakat

Rabu, 27 Mei 2026 - 15:49 WIB

Mahasiswa Desa Aopa Soroti Pernyataan Kepala Desa Saat Idul Adha, Dinilai Bernada Intimidatif dan Berpotensi Memecah Kebersamaan

Berita Terbaru