Teddy Oetomo Rayakan Lonjakan 578 Juta Ton Nickel SCM, Jumran: Itu Alarm Bahaya Bagi Sungai Dan Hutan!

Apandi Tondowatu

- Penulis

Sabtu, 11 April 2026 - 13:14 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

KONAWE – Presiden Direktur PT Merdeka Battery Materials Tbk (MBMA), Teddy Oetomo, menyampaikan kabar kenaikan signifikan cadangan nikel pada anak usahanya, PT Sulawesi Cahaya Mineral (SCM), yang mencapai 578,8 juta wet metric tonnes (wmt).

Kenaikan tersebut—yang disebut meningkat 48 persen secara tahunan—diklaim memperkuat fundamental perusahaan serta menopang keberlanjutan operasi jangka panjang.

Namun di Konawe, Sulawesi Tenggara, pernyataan itu justru dibaca berbeda oleh Masyarakat Adat Tolaki.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Divisi Advokasi Masyarakat Adat Tolaki melalui Jumran menyebut lonjakan cadangan tersebut sebagai peringatan serius terhadap kondisi ekologis di wilayah tambang.

“Bagi perusahaan itu kabar baik. Tapi bagi kami, itu alarm bahaya bagi sungai dan hutan. Setiap tambahan cadangan berarti potensi tambahan tekanan terhadap ruang hidup masyarakat,” tegas Jumran, Jumat (10/4/2026).

Dari Euforia Cadangan ke Kekhawatiran Ekologis

Dalam laporan media bisnis nasional tertanggal 6 April 2026, MBMA menyebut total cadangan bijih di SCM kini mencapai 578,8 juta wmt atau 358,2 juta dry metric tonnes (dmt), dengan kadar nikel 1,23 persen dan kandungan 4,4 juta ton nikel.

Bagi manajemen, angka tersebut mencerminkan kekuatan fundamental dan prospek jangka panjang.

Namun menurut Jumran, publik perlu memahami konsekuensi di balik angka itu.

“Kenaikan cadangan berarti perpanjangan umur tambang. Itu artinya aktivitas ekstraksi berpotensi berlangsung lebih lama dan lebih luas. Dampaknya tentu harus dihitung secara serius,” ujarnya.

Ia menilai indikator keberlanjutan tidak cukup hanya berbasis data geologi dan ekonomi, tetapi juga harus mencerminkan kondisi riil lingkungan di sekitar wilayah operasi.

Sungai dan DAS Jadi Sorotan

Jumran menyoroti pentingnya transparansi terkait kondisi daerah aliran sungai (DAS), kualitas air, serta pengendalian sedimentasi di kawasan hulu, khususnya Sungai Lalindu.

Menurutnya, masyarakat di sekitar wilayah operasi memiliki kekhawatiran terhadap perubahan ekosistem yang terjadi dalam beberapa tahun terakhir.

Baca Juga:  Kapolres Metro Jakpus Gelar Kopi Kamtibmas di Sumur Batu, Warga Diimbau Waspada Jelang Ramadan

“Kalau cadangan naik diumumkan secara terbuka, maka data kondisi sungai, reklamasi, dan rehabilitasi lahan juga harus dibuka. Keberlanjutan bukan hanya soal umur tambang, tetapi juga umur ekosistem,” katanya.

Catatan Kepatuhan Lingkungan

Ia juga mengingatkan bahwa PT SCM sebelumnya pernah dikenai sanksi administratif melalui Keputusan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan RI Nomor SK.1217/MENLHK/SETJEN/KUM.1/12/2021 terkait izin usaha di kawasan hutan.

Menurut Jumran, hal tersebut menjadi pengingat bahwa peningkatan cadangan harus dibarengi dengan peningkatan kepatuhan terhadap regulasi lingkungan.

“Kami berharap setiap ekspansi industri benar-benar berada dalam koridor hukum dan memperkuat perlindungan lingkungan,” ujarnya.

Pemerintah Diminta Perketat Pengawasan

Divisi Advokasi Masyarakat Adat Tolaki mendesak pemerintah agar tidak hanya melihat lonjakan cadangan dari sisi investasi.

“Pemerintah harus memastikan pengawasan berjalan ketat. Pembangunan tidak boleh mengorbankan ruang hidup masyarakat adat,” tegas Jumran.

Ia menambahkan bahwa masyarakat adat Tolaki bukan sekadar bagian dari statistik pembangunan industri nikel.

“Kami hidup di tanah ini. Jika ekspansi tambang terus meluas tanpa pengawasan serius, maka dampak ekologis dan sosialnya akan dirasakan generasi berikutnya,” pungkasnya.

Hingga berita ini diterbitkan, redaksi masih berupaya menghubungi pihak MBMA untuk memperoleh tanggapan atas pernyataan tersebut.

Laporan: Redaksi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel detikberita.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Presidium Tapol-Napol Desak Kabinet Prabowo Dirampingkan dan Koruptor Dihukum Tegas
Polsek Kawasan Sunda Kelapa Polres Priok,Perkuat Pelayanan dan Pengamanan Wisatawan di Dermaga Kali Adem Muara Angke
Jaga Kondusivitas Kota Batam, Aparat Bergerak Cepat Sterilkan THM di Lubuk Baja
JJOS Semarak HUT Ke-81 RI,Polsek Kawasan Kalibaru Polres Pelabuhan Tanjung Priok,Gelar Gowes Sehat Bersama Masyarakat
Peternak Ayam Petelur Grobogan Tegaskan 8 Tuntutan kepada Pemerintah: “Jangan Biarkan Peternak Gulung Tikar”
Layanan Samsat Kabupaten Bekasi Makin Mudah, Warga Rasakan Dampaknya
Persiapan Syuting Vidio Klip Lagu “Exsis”Ciptaan Zaenal Langgar Siap Dimulai

HAK JAWAB

Apabila ada pihak yang merasa dirugikan dan/atau keberatan dengan penayangan artikel dan/atau berita tersebut di atas, anda dapat mengirimkan artikel dan/atau berita berisi sanggahan dan/atau koreksi kepada Redaksi kami, sebagaimana diatur dalam Pasal 1 ayat (11) dan (12) Undang-Undang Nomor 40 tahun 1999 tentang Pers.  Artikel/berita dimaksud dapat dikirimkan melalui email: detikdjakartaofficial@gmail.com.

Berita Terkait

Senin, 10 Agustus 2026 - 15:36 WIB

Presidium Tapol-Napol Desak Kabinet Prabowo Dirampingkan dan Koruptor Dihukum Tegas

Senin, 10 Agustus 2026 - 15:13 WIB

Polsek Kawasan Sunda Kelapa Polres Priok,Perkuat Pelayanan dan Pengamanan Wisatawan di Dermaga Kali Adem Muara Angke

Senin, 10 Agustus 2026 - 14:56 WIB

Jaga Kondusivitas Kota Batam, Aparat Bergerak Cepat Sterilkan THM di Lubuk Baja

Senin, 10 Agustus 2026 - 13:45 WIB

JJOS Semarak HUT Ke-81 RI,Polsek Kawasan Kalibaru Polres Pelabuhan Tanjung Priok,Gelar Gowes Sehat Bersama Masyarakat

Senin, 10 Agustus 2026 - 10:45 WIB

Berita Terbaru