Detikberita, Jakarta – Partai Bulan Bintang (PBB) semakin memantapkan langkah menuju Pemilu 2029 dengan mengedepankan konsolidasi nasional dan penguatan struktur internal. Hal ini ditegaskan oleh Ketua Dewan Pertimbangan, Yusril Ihza Mahendra, saat menghadiri Bimbingan Teknis (Bimtek) anggota DPRD PBB dari seluruh Indonesia.
Dalam forum yang mengangkat tema “Efisiensi Anggaran dan Peningkatan Pendapatan Asli Daerah”, Yusril menyebutkan bahwa saat ini tidak ada lagi dualisme kepengurusan di tubuh partai. Ia memastikan bahwa struktur PBB telah sah secara hukum dan mendapat pengakuan resmi dari pemerintah.
“Momentum ini harus dimanfaatkan untuk memperkuat persatuan. Konsolidasi tidak boleh setengah-setengah, tetapi harus menjangkau hingga ke tingkat paling bawah,” tegasnya.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Menurut Yusril, soliditas organisasi menjadi fondasi utama agar PBB mampu tampil sebagai kekuatan politik yang diperhitungkan. Ia juga menekankan pentingnya pembenahan internal secara berkelanjutan, mulai dari tingkat pusat hingga ranting.
Tak hanya fokus pada internal, PBB juga mulai merancang strategi menghadapi dinamika sistem pemilu nasional. Yusril menyampaikan dukungan terhadap sistem proporsional, namun dengan inovasi yang dapat mengurangi potensi hilangnya suara pemilih. Salah satu gagasan yang mencuat adalah pengaturan ambang batas berbasis jumlah kursi untuk pembentukan fraksi di DPR, sehingga partai dengan suara signifikan tetap memiliki ruang representasi.
Sementara itu, Ketua Umum PBB yang baru Yuri Kemal Fadlullah mengatakan bahwa agenda utama partai ke depan mencakup tiga hal: konsolidasi organisasi, kesiapan verifikasi pemilu, serta penetrasi ke kalangan generasi muda. Ia juga menyoroti pentingnya optimalisasi media sosial sebagai alat komunikasi politik yang efektif.
Bimtek ini tidak hanya menjadi ajang peningkatan kapasitas kader dalam pengelolaan anggaran daerah, tetapi juga sebagai ruang sinkronisasi strategi politik nasional. PBB menargetkan seluruh proses konsolidasi rampung sebelum pertengahan 2027, demi memastikan kesiapan maksimal menghadapi kontestasi 2029.
Dengan langkah terstruktur dan strategi yang matang, PBB optimistis dapat kembali memperkuat eksistensinya di panggung politik nasional.























