Jembatan Rusak Lumpuhkan Akses Warga Tanjunganom

Warga Harap Pemerintah Segera Bangun Kembali Jembatan Gantung Penghubung Antar Desa

Ponco Radius Widodo

- Penulis

Kamis, 21 Mei 2026 - 16:05 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

PURWOREJO | DETIKBERITA.CO.ID

Kepala Desa Tanjunganom, Kasidi, menyoroti kondisi jembatan gantung di wilayahnya yang hingga kini belum juga mendapat perbaikan meski telah rusak sejak Desember 2025.

Menurut Kasidi, kerusakan jembatan tersebut terjadi akibat putusnya konstruksi utama sehingga sudah tidak memungkinkan untuk diperbaiki secara sederhana.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Padahal, keberadaan jembatan itu sangat vital sebagai akses penghubung antarwilayah bagi masyarakat Desa Tanjunganom, Desa Mangunjayan, hingga sejumlah desa lain di sekitarnya.

“Jembatan ini sangat penting bagi mobilitas warga. Anak-anak sekolah, petani, pedagang hingga masyarakat yang bekerja setiap hari sangat bergantung pada akses ini,” ujar Kasidi saat ditemui, Kamis (21/05/2026).

Ia menjelaskan, selama ini jembatan tersebut menjadi jalur utama bagi pelajar yang menempuh pendidikan di Desa Wareng maupun wilayah Grabag dan Kutoarjo, mulai dari tingkat MI, SMP hingga SMK. Selain itu, para petani dan peternak juga mengalami kesulitan menjangkau lahan pertanian maupun mencari pakan ternak di seberang sungai sejak akses itu terputus.

Tidak hanya berdampak pada pendidikan, kerusakan jembatan juga mempengaruhi aktivitas ekonomi masyarakat. Warga yang biasa berbelanja maupun berdagang di Pasar Sidomulyo dan Pasar Mundusari kini harus menempuh jalur yang lebih jauh.

Kasidi mengungkapkan, pemerintah desa sebenarnya telah beberapa kali mengusulkan pembangunan kembali jembatan tersebut kepada sejumlah instansi terkait, di antaranya Dinas Pertanian, BPBD Kabupaten Purworejo hingga BBWS Serayu Opak. Namun hingga saat ini belum ada tindak lanjut yang nyata.

“Beberapa bulan terakhir jembatan ini sudah kami usulkan melalui Dinas Pertanian, Dinas BPBD Kabupaten Purworejo serta BBWS Serayu Opak. Tapi sampai hari ini entah belum ditanggapi atau memang terkendala dana,” katanya.

Ia juga menyebut persoalan tersebut pernah disampaikan kepada anggota dewan yang sempat meninjau lokasi, yakni Nur Hidayat. Namun hingga kini pembangunan jembatan belum juga terealisasi.

Baca Juga:  Gebyar Life Skill SD 2026 Resmi Dibuka, Sekda Garut Dorong Pembentukan Generasi Mandiri dan Berkarakter

Kasidi memahami kondisi anggaran pemerintah daerah yang saat ini tengah mengalami efisiensi sehingga pembangunan infrastruktur fisik dinilai cukup terbatas. Meski demikian, pihak desa tetap berharap ada solusi cepat demi keselamatan dan kebutuhan masyarakat.

“Kami berharap minimal dibangun kembali jembatan gantung seperti sebelumnya. Syukur jika nantinya bisa dibangun jembatan permanen yang lebih aman dan layak digunakan warga,” tambahnya.

Saat ini, sebagian warga terpaksa mencari jalur alternatif bahkan nekat menyeberangi sungai demi mempersingkat perjalanan. Kondisi tersebut dinilai sangat berbahaya, terutama saat debit air meningkat.

“Saat ini hanya bisa berharap para pemangku kebijakan mendengar keluh kesah kami di bawah. Kami juga berharap wakil rakyat di wilayah kami bisa membantu menyuarakan aspirasi ini karena jembatan tersebut menjadi kebutuhan vital bagi masyarakat,” tutup Kasidi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel detikberita.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

SINERGITAS ALIANSI JURNALIS BERSATU DAN 4 WILAYAH SALUR KAN HEWAN KURBAN
Kasus TaniHub Disebut Risiko Bisnis Startup,Kasus TaniHub Disebut Risiko Bisnis Startup, Niko widjaja di Nilai Tidak Bersalah
SMAN 1 Garut Siap Jadi Pelopor “Sekolah Maung” Jawa Barat, Perkuat Tradisi Prestasi Nasional
GMPD Jakarta Gelar Unras di Kantor PLN, Desak Pencopotan Dirut PLN Usai Blackout Sumatera
Pemkab Purworejo Disorot Soal Kasus Asusila Aparatur Desa
PT WIN Disorot, Kapolda dan Kejati Sultra Ditantang Bertindak
Gardu Pulih Korban Desak Penegakan Hukum Berkeadilan dalam Kasus Cantika
Garda Pemuda Sultra Desak Pencabutan Izin Tambang Galian C di Kawasan Wisata Pantai Kartika

HAK JAWAB

Apabila ada pihak yang merasa dirugikan dan/atau keberatan dengan penayangan artikel dan/atau berita tersebut di atas, anda dapat mengirimkan artikel dan/atau berita berisi sanggahan dan/atau koreksi kepada Redaksi kami, sebagaimana diatur dalam Pasal 1 ayat (11) dan (12) Undang-Undang Nomor 40 tahun 1999 tentang Pers.  Artikel/berita dimaksud dapat dikirimkan melalui email: detikdjakartaofficial@gmail.com.

Berita Terkait

Selasa, 26 Mei 2026 - 19:56 WIB

SINERGITAS ALIANSI JURNALIS BERSATU DAN 4 WILAYAH SALUR KAN HEWAN KURBAN

Selasa, 26 Mei 2026 - 18:35 WIB

Kasus TaniHub Disebut Risiko Bisnis Startup,Kasus TaniHub Disebut Risiko Bisnis Startup, Niko widjaja di Nilai Tidak Bersalah

Selasa, 26 Mei 2026 - 17:01 WIB

SMAN 1 Garut Siap Jadi Pelopor “Sekolah Maung” Jawa Barat, Perkuat Tradisi Prestasi Nasional

Selasa, 26 Mei 2026 - 14:34 WIB

GMPD Jakarta Gelar Unras di Kantor PLN, Desak Pencopotan Dirut PLN Usai Blackout Sumatera

Selasa, 26 Mei 2026 - 14:15 WIB

Pemkab Purworejo Disorot Soal Kasus Asusila Aparatur Desa

Berita Terbaru

Berita

Pemkab Purworejo Disorot Soal Kasus Asusila Aparatur Desa

Selasa, 26 Mei 2026 - 14:15 WIB