FILM MONSTER PABRIK RAMBUT MENYAJIKAN HOROR FANTASI RETRO DENGAN PENGALAMAN SINEMATIK YANG BERBEDA, MENGANGKAT SECARA JUJUR KERESAHAN JUTAAN PEKERJA TENTANG NORMALISASI LEMBUR KURANG TIDUR

Indah

- Penulis

Rabu, 3 Juni 2026 - 20:19 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Film Monster Pabrik Rambut tayang mulai 4 Juni 2026 di bioskop Indonesia

Detikdjakarta.co.id Jakarta, 1 Juni 2026 — Palari Films mempersembahkan film terbaru karya sutradara Edwin, Monster Pabrik Rambut, yang akan tayang di bioskop Indonesia mulai 4 Juni 2026.

Dibintangi oleh Rachel Amanda, Lutesha, Iqbaal Ramadhan, Didik Nini Thowok, Sal Priadi, dan Kev, Monster Pabrik Rambut menghadirkan pengalaman horor fantasi retro dari latar pabrik rambut dan situasi para pekerjanya yang kurang tidur.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Edwin menghadirkan sosok monster, yang turut menawarkan keberagaman genre horor di Indonesia. Situasi-situasi horor di film ini dibangun dari atmosfer pabrik rambut yang creepy, sosok Bos Maryati (Didik Nini Thowok) yang tersenyum manis namun eksploitatif, serta serangkaian kejadian janggal yang menimpa para pekerja mereka.

Sebagai sutradara yang karya-karyanya telah diakui secara internasional dari berbagai festival dan ajang penghargaan, Edwin kembali membawa kebaruan dengan eksperimen visual dan eksplorasi cerita yang inovatif di Monster Pabrik Rambut.

Di film ini, Edwin mengkritisi hustle culture yang justru diglorifikasi, dengan menghadirkan ketegangan horor yang berasal dari rutinitas kerja sehari-hari, bukan horor spiritual.

Film ini menyoroti realita bahwa kerja berlebihan juga bisa membawa pada situasi yang menyeramkan. Dengan mengangkat keresahan jutaan pekerja saat lembur dinormalisasi, Monster Pabrik Rambut secara jujur meneriakkan jeritan yang sudah terlalu lama ditahan oleh para pekerja Indonesia.

Eksplorasi Edwin di Monster Pabrik Rambut salah satunya ditunjukkan dengan pendekatan practical effect tanpa CGI, untuk menampilkan sisi retro yang ada di film ini. Menjadi sebuah tawaran yang segar dan berbeda di tengah lanskap film horor Indonesia saat ini.

Edwin juga kembali bermain-main dengan fantasinya yang unik dan eksentrik dengan hadirnya sosok Monster di film ini, Bos Pabrik, Maryati, yang memanfaatkan persona misterius Didik Nini Thowok, serta kehadiran karakter Bona yang didesain mampu meregenerasi tubuhnya.

Visualisasi yang tampak ‘liar dan berani’ adalah sisi fantasi film Monster Pabrik Rambut, meneruskan visi sinematik dari filmografinya terdahulu.

Lewat Monster Pabrik Rambut, Edwin menghadirkan gagasan horor yang hadir dari rutinitas keseharian para pekerja. Menggabungkannya dengan genre yang paling populer, menjadi sebuah pengalaman menonton horor yang berbeda.

Di Monster Pabrik Rambut, Edwin bermain dengan bentuk horor. Bukan dalam bentuk horor spiritual, namun terinspirasi dari horor dan film retro Indonesia era ‘80-an, dengan menciptakan ketegangan dari nuansa atmosferik dan banyak mengandalkan practical effect.

“Ketegangan dan teror horor di Monster Pabrik Rambut tercipta dari situasi kita bekerja sehari-hari yang kita hadapi, tanpa harus bersinggungan dengan setan. Ada bentuk lain yang menjadi sumber teror,” ujar sutradara Edwin.

Untuk menciptakan nuansa atmosferik horor fantastis retro di Monster Pabrik Rambut, Edwin menggandeng desainer produksi Menfo Tantono, Pemenang Piala Citra FFI 2024 untuk Penata Artistik Terbaik.

Edwin dan Menfo menyulap Studio PFN menjadi sebuah pabrik rambut dengan kehadiran rambut asli hingga sekitar dua truk, beserta manekin, prostetik, sisir paku, dan berbagai elemen yang ada di pabrik rambut/wig di dunia nyata.

Diproduseri oleh Meiske Taurisia dan Muhammad Zaidy, Monster Pabrik Rambut turut menjadi ko-produksi internasional lima negara, Indonesia, Singapura, Jepang, Jerman, dan Prancis.

Film ini lebih dulu tayang perdana (world premiere) di Berlin International Film Festival 2026.

Monster Pabrik Rambut juga telah tayang di berbagai festival film internasional termasuk Brussels Fantastic Film Festival, Hong Kong International Film Festival (HKIFF) 2026, dan yang akan datang Fantasia Film Festival 2026 di Montreal, Kanada.

“Keinginan Palari Films membuat film horor adalah sebuah kebutuhan untuk mencoba menghasilkan karya baru, sambil memperkaya khasanah film horor Indonesia.

Baca Juga:  Badut Gendong ‘Hidup’ di Epicentrum! Intip Kengerian Gala Premiere Monster Baru di Universe Qodrat

Ide awal film Monster Pabrik Rambut muncul saat Edwin datang dengan pernyataan bahwa sepertinya tempat kerja kita bisa lebih horor dibandingkan film horor itu sendiri.

Kita semua pernah merasakan ini, apapun bidang pekerjaan kita. Bagaimana bentuk Monster di tempat kerja kamu?,” ujar produser Meiske Taurisia.

Rachel Amanda, yang memerankan Putri, mengungkapkan Monster Pabrik Rambut membawa tema yang sangat dekat untuk kelas pekerja di segala lini.

Film ini menjadi refleksi terhadap kondisi kerja yang belum ideal.

“Paling relate dari film ini adalah kita para pekerja kan sering sekali lembur, bahkan terkadang sampai harus mengorbankan beberapa hal di hidup kita seperti waktu dengan keluarga atau waktu luang.

Cerita dan para karakter di film ini memperlihatkan betapa horornya dunia kerja yang terkadang bahkan dinormalisasi.

Sakit dianggap kerja keras, tapi apakah sistem kerjanya itu benar?” ujar Rachel Amanda.

Sementara Iqbaal Ramadhan, yang memerankan Bona, menyebutkan karakternya sangat unik dan imajinatif.

Untuk menciptakan Bona, Iqbaal banyak berdiskusi dengan Edwin.

“Bona adalah karakter yang unik, ajaib, fantastis, dan aneh.

Bentuknya berbeda tapi tetap punya keterkaitan yang penting dengan cerita yang diangkat di film ini.

Monster Pabrik Rambut adalah horor retro fantastis yang keren dari Edwin, nikmati perjalanannya,” ujar Iqbaal.

“Bona juga menjadi simbol resistansi terhadap standar produktivitas gila-gilaan yang dipaksakan oleh sebuah sistem kepada diri kita yang banyak terjadi saat ini dan banyak dinormalisasi,” tambah Iqbaal.

Saksikan Monster Pabrik Rambut yang akan tayang serentak di seluruh bioskop Indonesia mulai 4 Juni 2026.

Dapatkan informasi terkini melalui akun Instagram @palarifilms atau situs resmi palarifilms.com.

SINOPSIS

PUTRI (Rachel Amanda) kehilangan ibunya, yang mati setelah beberapa hari tak tidur karena bekerja siang dan malam.

Menurut MARYATI (Didik Nini Thowok), pemilik pabrik, ibunya mati bunuh diri.

Awalnya ia percaya, tapi IDA (Lutesha), adiknya, mengatakan bahwa ibu mereka mati karena kesurupan.

Untuk membuktikan omongannya, Ida memutuskan untuk lembur, tak tidur berhari-hari, demi melihat sendiri sosok hitam yang merebut tubuh ibunya.

BONA (Iqbaal Ramadhan), adik bungsu mereka, memiliki kemampuan spesial. Ia mampu meregenerasi bagian tubuhnya.

Sosok hitam berhasil menyandera Bona.

Mampukah Putri dan Ida menyelamatkan Bona?

TENTANG PALARI FILMS

Palari Films adalah perusahaan produksi film yang didirikan pada tahun 2016 di Jakarta, dipimpin oleh produser Meiske Taurisia dan Muhammad Zaidy.

Palari Films menandai terobosan baru dalam perfilman Indonesia dengan memenangkan Golden Leopard, penghargaan tertinggi di Festival Film Locarno ke-74 dengan film “Seperti Dendam, Rindu Harus Dibayar Tuntas”.

Beberapa film yang pernah diproduksi Palari Films adalah:

• “Kabut Berduri” (Netflix Original Indonesia, 2024)
• “Dear David” (2023)
• omnibus “Piknik Pesona” (2022)
• “Ali & Ratu-Ratu Queens” (2021)
• “Aruna & Lidahnya” (2018)
• “Posesif” (2017)

Palari Films berusaha untuk selalu menghasilkan karya-karya yang unik dan berkualitas.

KONTAK

POPLICIST Publicist

publicist@poplicist.com

Nova: 0857-7121-8534

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel detikberita.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Badut Gendong ‘Hidup’ di Epicentrum! Intip Kengerian Gala Premiere Monster Baru di Universe Qodrat
Rapi Films Gelar Gala Premiere “Yang Lain Boleh Hilang, Asal Kau Jangan”: Sebuah Pengingat Bahwa Memori Bersama Orang Tersayang Tidaklah Abadi
Trailer Film Tumbal Proyek Rilis, Bongkar Kisah Kelam di Balik Proyek Besar
Festival Sinema Australia Indonesia 2026 Perkuat Kolaborasi Film Indonesia-Australia
Kiesha Alvaro dan Arla Ailani Bangun Chemistry Kuat di Film Shaka Oh Shaka
Film Para Perasuk Menampilkan Emosi dengan Cara Berbeda, Mencerminkan Pergulatan Manusia: Antara Ambisi, Luka Masa Lalu, dan Berdamai dengan Diri
Film Warung Pocong Paduan Horor dan Komedi Tampilkan Kelucuan Tiga Komika
Zee Asadel & Emir Mahira Sah Sebagai Pasutri di Official Trailer Film “Kupilih Jalur Langit”: Saat Akad Sudah Diucap, Namun Hati Suami Masih Milik Wanita Lain

HAK JAWAB

Apabila ada pihak yang merasa dirugikan dan/atau keberatan dengan penayangan artikel dan/atau berita tersebut di atas, anda dapat mengirimkan artikel dan/atau berita berisi sanggahan dan/atau koreksi kepada Redaksi kami, sebagaimana diatur dalam Pasal 1 ayat (11) dan (12) Undang-Undang Nomor 40 tahun 1999 tentang Pers.  Artikel/berita dimaksud dapat dikirimkan melalui email: detikdjakartaofficial@gmail.com.

Berita Terkait

Rabu, 3 Juni 2026 - 20:19 WIB

FILM MONSTER PABRIK RAMBUT MENYAJIKAN HOROR FANTASI RETRO DENGAN PENGALAMAN SINEMATIK YANG BERBEDA, MENGANGKAT SECARA JUJUR KERESAHAN JUTAAN PEKERJA TENTANG NORMALISASI LEMBUR KURANG TIDUR

Sabtu, 23 Mei 2026 - 18:04 WIB

Badut Gendong ‘Hidup’ di Epicentrum! Intip Kengerian Gala Premiere Monster Baru di Universe Qodrat

Jumat, 8 Mei 2026 - 21:29 WIB

Rapi Films Gelar Gala Premiere “Yang Lain Boleh Hilang, Asal Kau Jangan”: Sebuah Pengingat Bahwa Memori Bersama Orang Tersayang Tidaklah Abadi

Jumat, 24 April 2026 - 11:45 WIB

Trailer Film Tumbal Proyek Rilis, Bongkar Kisah Kelam di Balik Proyek Besar

Kamis, 23 April 2026 - 23:59 WIB

Festival Sinema Australia Indonesia 2026 Perkuat Kolaborasi Film Indonesia-Australia

Berita Terbaru

Berita

Jakarta Fair Kemayoran 2026 Bidik 6 Juta Pengunjung

Kamis, 4 Jun 2026 - 23:59 WIB

Berita

Noel Akui Kesalahan dan Menyesal

Kamis, 4 Jun 2026 - 19:06 WIB