JAKARTA, DETIKBERITA.CO.ID –
Aktor Deden Bagaskara dan Bambang Oeban bersama Komunitas ShortPro turut memberikan dukungan terhadap film horor Indonesia Juminten Edan melalui kegiatan nonton bareng (nobar) yang mempertemukan pemain film dengan komunitas penikmat konten digital.
Momentum tersebut tidak sekadar menjadi kegiatan menonton bersama. Nobar Juminten Edan juga menjadi ruang interaksi antara aktor, pelaku industri kreatif dan komunitas sekaligus bentuk apresiasi terhadap perkembangan perfilman Indonesia.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Dalam Juminten Edan, Deden Bagaskara memerankan Kadir, seorang dukun yang terlibat dalam perjalanan keluarga mencari jawaban atas berbagai kejadian misterius yang dialami Juminten.
Sementara Bambang Oeban berperan sebagai Kakek Juminten, karakter yang memperkuat dimensi keluarga dan latar perjalanan tokoh utama.
Usai rangkaian kegiatan nobar, perbincangan mengenai film dan keterlibatan para pemain dilanjutkan dalam konferensi pers di KFC Kalibata Plaza, Jakarta Selatan, pukul 13.30 WIB.
Deden Bagaskara Dalami Peran Kadir
Deden Bagaskara mengaku mendapatkan pengalaman menarik ketika dipercaya memainkan karakter Kadir.
Karakter tersebut tidak sekadar ditempatkan sebagai sosok yang berkaitan dengan dunia spiritual. Kadir menjadi bagian dari perjalanan keluarga untuk memahami berbagai kejadian yang menimpa Juminten.
“Bagi saya, memerankan Kadir dalam Juminten Edan memberikan pengalaman yang menarik. Kadir bukan sekadar sosok dukun dalam cerita, tetapi menjadi bagian dari perjalanan keluarga untuk mencari tahu apa yang sebenarnya terjadi pada Juminten,” ujar Deden Bagaskara.
Menurut Deden, karakter Kadir membutuhkan pendalaman tersendiri karena Juminten Edan tidak hanya mengandalkan unsur teror.
“Karakter Kadir membutuhkan pendalaman tersendiri karena film ini tidak hanya berbicara tentang teror. Ada trauma, persoalan keluarga, dan sisi kemanusiaan yang ikut dibangun dalam ceritanya. Saya berusaha memainkan Kadir secara natural agar karakter tersebut terasa dekat dengan realitas masyarakat,” lanjutnya.
Kadir muncul ketika keluarga Juminten mulai kesulitan memahami perubahan yang terjadi pada perempuan tersebut.
Keterbatasan Juminten dalam berkomunikasi membuat orang-orang di sekitarnya tidak mudah mengetahui apa yang sebenarnya sedang dialaminya.
Keluarga kemudian mencari pertolongan melalui Kadir. Dari sinilah cerita semakin berkembang menuju misteri mengenai penyebab berbagai kejadian yang menimpa Juminten.
Bambang Oeban Soroti Kekuatan Cerita Juminten Edan
Selain Deden Bagaskara, Bambang Oeban turut menjadi bagian penting dalam jajaran pemain Juminten Edan. Ia dipercaya memainkan karakter Kakek Juminten.
Bambang Oeban memiliki perjalanan panjang di dunia seni. Pria bernama asli Bambang Wahyono tersebut berkecimpung dalam berbagai bidang kesenian mulai dari seni peran dan teater hingga penyutradaraan, penulisan, puisi dan seni rupa.
Bagi Bambang, daya tarik Juminten Edan bukan hanya berada pada teror dan ketegangan yang menjadi karakter film horor.
“Film Juminten Edan bagi saya tidak hanya menghadirkan horor dan ketegangan. Ada persoalan keluarga, trauma masa lalu, dan konsekuensi dari sebuah peristiwa yang kemudian memengaruhi kehidupan generasi berikutnya. Itu yang membuat ceritanya menarik untuk dimainkan,” ujar Bambang Oeban.
Bambang juga berharap masyarakat memberikan apresiasi terhadap karya perfilman nasional.
“Saya berharap masyarakat menonton dan memberikan apresiasi kepada Juminten Edan. Film Indonesia membutuhkan dukungan penonton agar para sineas, aktor, dan seluruh pekerja film terus memiliki ruang untuk berkarya,” tambahnya.
Kehadiran Deden Bagaskara dan Bambang Oeban memberikan dua warna berbeda dalam cerita. Deden melalui Kadir berada dekat dengan sisi spiritual dan misteri, sementara Bambang sebagai Kakek Juminten memperkuat dimensi keluarga dan jejak masa lalu tokoh utama.
Komunitas ShortPro Ikut Dukung Perfilman Indonesia
Dukungan terhadap Juminten Edan juga datang dari Komunitas ShortPro yang turut meramaikan kegiatan nonton bareng.
Kehadiran komunitas tersebut mempertemukan dunia film layar lebar dengan masyarakat yang terbiasa menikmati perkembangan konten drama pendek melalui platform digital.
Ketua Komunitas ShortPro Fahmi menjelaskan bahwa ShortPro tidak hanya hadir sebagai platform menikmati drama pendek, tetapi juga membuka ruang bagi kreator dan membangun komunitas penikmat konten.
“ShortPro hadir sebagai platform yang menghadirkan berbagai drama pendek berkualitas sekaligus menjadi wadah bagi para kreator untuk menampilkan karya mereka. Melalui Komunitas ShortPro, kami ingin membangun ekosistem yang tidak hanya menikmati konten digital, tetapi juga aktif mendukung perkembangan industri kreatif, termasuk perfilman Indonesia,” ujar Fahmi.
ShortPro sendiri merupakan platform streaming drama pendek yang di Indonesia dijalankan oleh PT Nextgen Inovasi Digital. Platform tersebut menghadirkan konten drama pendek lokal maupun internasional dan membuka ruang bagi kreator untuk memperkenalkan karya kepada penonton digital.
Para pengguna ShortPro dikenal dengan sebutan Shortizen.
ShortPro Jadi Jembatan Kreator Komunitas dan Penonton
Menurut Fahmi, perkembangan drama pendek digital dan film layar lebar tidak harus ditempatkan sebagai dua ekosistem yang berjalan sendiri-sendiri.
Keduanya dapat saling memberikan dukungan dan membuka peluang kolaborasi antara kreator, pemain, komunitas dan penonton.
“Kami ingin menunjukkan bahwa komunitas pengguna ShortPro tidak hanya mengikuti perkembangan drama pendek di platform digital, tetapi juga memberikan dukungan nyata kepada film-film Indonesia. Kehadiran kami dalam kegiatan nobar ini menjadi bentuk apresiasi kepada para aktor, sutradara, produser, dan seluruh kru yang telah menghadirkan karya terbaik bagi masyarakat,” katanya.
Fahmi berharap keberadaan komunitas dapat menjadi jembatan yang semakin mendekatkan kreator dengan masyarakat.
“Harapan kami, ShortPro dapat menjadi jembatan yang menghubungkan kreator, komunitas, dan penonton. Dengan kolaborasi yang positif, kami optimistis ekosistem industri kreatif Indonesia akan semakin berkembang dan mampu melahirkan lebih banyak karya yang berkualitas,” tutup Fahmi.
Sinopsis Juminten Edan
Juminten Edan berkisah tentang Juminten yang diperankan Meisya Amira, seorang perempuan tunawicara yang kembali ke pulau tempat dirinya dibesarkan setelah delapan tahun hidup di perantauan.
Juminten kembali bersama suaminya Manto yang diperankan Dimas Aditya dan putri mereka Saskia yang diperankan Sharon Jovian.
Kepulangan tersebut semula menjadi momentum bahagia untuk kembali berkumpul bersama keluarga. Namun, situasi berubah ketika Juminten mulai menunjukkan perilaku tidak biasa dan mengalami berbagai kejadian misterius.
Dalam sejumlah peristiwa, Juminten bahkan berusaha mencelakai suami, anak hingga anggota keluarganya.
Kondisi tersebut membuat orang-orang di sekitarnya menduga Juminten mengalami gangguan kejiwaan akibat trauma kelam masa lalu. Namun, berbagai kejadian selanjutnya mengarah pada kemungkinan adanya gangguan mistis.
Di tengah situasi tersebut, Kadir yang diperankan Deden Bagaskara hadir ketika keluarga mencoba mencari pertolongan. Sementara Kakek Juminten yang dimainkan Bambang Oeban menjadi bagian dari struktur keluarga dan perjalanan masa lalu tokoh utama.
Teror kemudian berkembang dari persoalan keluarga menjadi ancaman yang semakin luas.
Deden Bagaskara Harap Penonton Bawa Pulang Pesan
Deden Bagaskara berharap masyarakat tidak melihat Juminten Edan semata sebagai film yang menawarkan ketakutan dan ketegangan.
Menurutnya, terdapat cerita dan pesan yang dapat direnungkan penonton setelah menyaksikan film tersebut.
“Saya berharap penonton tidak hanya mendapatkan rasa takut atau ketegangan. Ada cerita dan pesan yang bisa dibawa pulang setelah menonton film ini. Semoga Juminten Edan mendapat tempat di hati masyarakat dan menjadi salah satu karya yang ikut memperkaya perfilman Indonesia,” pungkas Deden Bagaskara.
Juminten Edan Tayang di Bioskop
Juminten Edan disutradarai Dedy Mercy dan Jonathan Ozoh, sementara skenarionya ditulis Alim Sudio bersama Dedy Mercy.
Film berdurasi 108 menit tersebut diperkuat sejumlah pemain di antaranya Meisya Amira, Dimas Aditya, Sharon Jovian, Anne J. Coto, Kukuh Prasetya, Deden Bagaskara, Bambang Oeban, Wina Marrino dan Teguh Julianto.
Juminten Edan mulai tayang di bioskop Indonesia pada 23 Juli 2026.
Momentum nonton bareng tersebut pada akhirnya tidak hanya menjadi perayaan penayangan sebuah film.
Kehadiran Deden Bagaskara, Bambang Oeban dan Komunitas ShortPro menjadi bagian dari pertemuan antara pemain, pekerja kreatif, komunitas dan masyarakat penikmat hiburan.
Deden dan Bambang memberikan dukungan melalui keterlibatan mereka sebagai pemain, sementara Komunitas ShortPro hadir membawa semangat apresiasi dari ekosistem penikmat konten digital.
Pertemuan tersebut diharapkan dapat semakin memperkuat kedekatan antara kreator dan penonton sekaligus memperluas dukungan terhadap karya-karya perfilman Indonesia.
- DPD Garda Bela Negara Nasional (GBNN) DKI Jakarta Audiensi dengan Kesbangpol Jakarta Timur, Perkuat Sinergi Wawasan Kebangsaan - 07/08/2026
- Synapse Power Perkuat Ekosistem AI Indonesia Lewat Workshop Learn Share Grow di Bogor - 07/08/2026
- Teori Sokrates dalam Penegakan Hukum: Membangun Kebenaran Materiil Melalui Dialektika pada Perkara Penghinaan Profesi Jurnalis - 06/08/2026























