Usai Berhasil Perjuangkan Tanah Perbatasan Indonesia – Malaysia, Ini Permintaan dan Harapan GKTH

Darman

- Penulis

Sabtu, 18 Juli 2026 - 11:02 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JAKARTA | Detikberita.co.id Andi  Anto dari Gabungan Kelompok Tani Hutan (GKTH), Nunukan, Kalimantan Utara menyampaikan terima kasih kepada pemerintah pusat dalan konperensi persnya di  Kalibata City, Jakarta, Jumat ,17/7/2026.

Andi Anto menyebutkan bahwa pemerintah pusat telah mengakomodir kepentingan warga perbatasan yang  mana lahannya dikuasai pemerintah Malaysia  kurang lebih 13 tahun.

“Ya 13 tahun berkutik, bergelut kemudian bagaimana kita membantu warga perbatasan untuk dapat menikmati haknya di atas lahan negara,”ucap Andi di depan para awak media

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Alhamdulillah, lanjutnya, semua sudah terjawab pada hari ini dan kita mengucapkan terima kasih kepada pemerintah pusat dan pemerintah daerah tentunya yang telah memberikan  dukungan.

Harapan GKTH

Selanjutnya Andi, mengharapkan dan menghimbau kepada 10 kelompok tani di bawah naungan GKTH mengelola lahan  tersebut sesuai Undang-undang.

“Untuk itu saya menghimbau kepada 10 kelompok tani hutan, yang ada di perbatasan Nurukan Indonesia,  kita berharap agar mengelola  berdasarkan standar operasional, yang sesuai dengan kriteria undang-undang,” ujarnya.

Menurut Andi Anto, tanah seluas 4.237 Ha tersebut, selama ini dikuasai  mereka, kemudian dikuasai oleh orang-orang yang bukan pada tempatnya, bukan haknya.

“Nah kapan warga setempat atau perbatasan yang memang lahirnya besar di situ menikmati, ini adalah lahan  PKH luasnya 4. 237 yang terletak di Desa Tabur Lestari, kecamatan Senegaris kabupaten Bulutang,” ungkapnya.

Hentikan  Spekulasi dan Manuver

Andi Anto menegaskan agar pihak-pihak yang bermain dalam urusan ini, tidak lagi berspekulasi dan orang-orang yang kerap kali datang mengganggu, di Indonesia, hentikan.

“Kepada pemerintah itu sendiri kami meminta dan mohon kepada bupati dan kepada seluruh  pemangku kepentingan yang ada di Kabupaten Nunukan Provinsi Kalimantan Utara agar benar-benar memperhatikan situasi ini, jangan lagi kita biarkan ada orang luar yang bermanuver yang tidak punya hak masuk ke dalam wilayah kita,”harap Andi.

Disebutkan Andi bahwa  kebanyakan pengusaha di wilayah tersebut sehingga mengajak dengan senang kalau ada yang bisa  bantu tapi dengan tata cara yang baik dan benar.

“Ya  jangan mereka masuk ke tanah kita ini alasan jadi pengusaha, ujung-ujungnya diambil juga, mungkin seperti itu, harapan saya kepada pemerintah agar lebih selektif menerima investasi asing yang masuk di negara kita khususnya di wilayah kami karena kita sudah ada pengalaman pahit,,” tegas Andi.

Baca Juga:  Prof Nandan Limakrisna Sampaikan Ucapan Idul Fitri 1447 H, Ajak Perkuat Kebersamaan dan Ekonomi Berkeadilan

Pemerintah Di Wilayah Diminta Perhatikan Masyarakat Setempat.

Kata Andi, “Kita tentunya berharap kepada Bupati dan perangkatnya semua kepemimpinan di sana untuk benar-benar memperhatikan. untuk memberikan proses bantuan dan dukungan kepada masyarakat setempat, itu masyarakat yang lahir dan besar di situ yang ber KTP di situ bukan masyarakat pendatang yang jauh-jauh datang itu ke sini Itu kan enggak nyambung.

Menindaklanjuti keberhasilan ini, GKTH akan melakukan koordinasi dengan pihak pemerintah setelah tiba di daerah dari Jakarta dengan segudang situasi  karena kami berharap supaya di saana diadakan penertiban wilayah karena menurut Andi,  berpotensi menimbulkan perlawanan sosial.

“Jadi kami berharap kepada pemerintah  ya mohon untuk benar-benar selektif jangan sampai terjadi hal-hal yang kita tidak harapkan. Ada banyak yang mengaku-mengaku dan itu bukan begitu.  Untuk ke depan rencananya lahan ini akan diolah sebagai apa,” kata Andi.

GKTH berharap adanya simbiosis mutualisme artinya kepentingan bersama antara pemerintah daerah dan masyarakat,  infrastruktur jalanan perlu dibenahi, dari lahan ke jalanan provinsi karena itu  agak jauh dan sampai saat ini belum pernah disentuh oleh pemerintah.

“Jadi  komoditas petani, kasihan itu, enggak bisa keluar kalau hujan,”ungkap Andi.

Permintaan kepada Presdien Prabowo

“Kepada presiden Prabowo dari masyarakat di sana berharap agar benar-benar bisa dibantu, memang kemarin saya di media sosial, ada juga meminta kepada presiden Prabowo ya, agar memperhatikan hal ini,  kepada Presiden Republik Indonesia Prabowo mohon kami masyarakat perbatasan agar mendapat perhatian khusus,”

Harapan itu beralasan karena berpuluh-puluh tahun tidak bisa menikmati haknya “Jadi izin pak Prabowo, mohon kami dibantu warga perbatasan kabupaten Nunukan agar kami bisa menikmati  dan tentunya atas nama warga perbatasan kami mengucapkan terima kasih banyak kepada pak Prabowo selaku panutan kita, selaku pimpinan di negara kita,” tutup Andi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel detikberita.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Alumni FKG Unpad Sambut Positif Family Gathering, Buka Peluang Kolaborasi Kedokteran Gigi Militer dan Swasta
THI Usul BPOM Manfaatkan AI untuk Percepat Sertifikasi Produk, Proses Izin Dinilai Terlalu Lama
FKG Unpad Gandeng Krista Exhibition, Pameran Jadi Ajang Reuni Alumni Jabodetabek
MTI Minta RUU Sistranas Dipercepat, Dorong Transportasi Massal di 20 Kota Metropolitan
PEWARIS Kawal Jurnalis Laporkan Dugaan Intimidasi Terkait Pemberitaan Paspor Ganda
Hasil Survei LKPI: Publik Nilai Prabowo Berhasil Jaga Stabilitas Ekonomi
Jalih Pitoeng Sebut Pergub Lembaga Adat Betawi Bukti Perjuangan Panjang Tak Sia-sia
77,9% Kepuasan Publik, Bukti Kinerja Mulai Dirasakan

HAK JAWAB

Apabila ada pihak yang merasa dirugikan dan/atau keberatan dengan penayangan artikel dan/atau berita tersebut di atas, anda dapat mengirimkan artikel dan/atau berita berisi sanggahan dan/atau koreksi kepada Redaksi kami, sebagaimana diatur dalam Pasal 1 ayat (11) dan (12) Undang-Undang Nomor 40 tahun 1999 tentang Pers.  Artikel/berita dimaksud dapat dikirimkan melalui email: detikdjakartaofficial@gmail.com.

Berita Terkait

Kamis, 6 Agustus 2026 - 17:22 WIB

Alumni FKG Unpad Sambut Positif Family Gathering, Buka Peluang Kolaborasi Kedokteran Gigi Militer dan Swasta

Kamis, 6 Agustus 2026 - 16:33 WIB

THI Usul BPOM Manfaatkan AI untuk Percepat Sertifikasi Produk, Proses Izin Dinilai Terlalu Lama

Kamis, 6 Agustus 2026 - 13:54 WIB

FKG Unpad Gandeng Krista Exhibition, Pameran Jadi Ajang Reuni Alumni Jabodetabek

Selasa, 4 Agustus 2026 - 12:46 WIB

MTI Minta RUU Sistranas Dipercepat, Dorong Transportasi Massal di 20 Kota Metropolitan

Senin, 3 Agustus 2026 - 23:02 WIB

PEWARIS Kawal Jurnalis Laporkan Dugaan Intimidasi Terkait Pemberitaan Paspor Ganda

Berita Terbaru