Detikberita, JAKARTA – PT Willhelm Cladding Indonesia, perusahaan spesialis overlay cladding asal Singapura, memperluas bisnisnya ke Indonesia dengan membuka kantor sekaligus fasilitas pabrik di kawasan Cikarang, Jawa Barat.
Ekspansi tersebut dilakukan untuk menangkap peluang pasar industri energi nasional, khususnya sektor panas bumi (geothermal) serta minyak dan gas (oil and gas).
Perusahaan yang telah memiliki pengalaman hampir 30 tahun di tingkat regional ini sebelumnya telah memiliki cabang di Filipina, China, dan Malaysia.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Sales Executive PT Willhelm Cladding Indonesia, Mulriyanto, mengatakan keputusan masuk ke pasar Indonesia dilakukan setelah pihaknya melakukan pemetaan pasar selama sekitar dua hingga tiga tahun.
“Kita step by step dan ini mudah-mudahan segera settle, karena kita sudah mapping pasar di Indonesia sekitar 2 sampai 3 tahun. Nah, ada momen seperti ini dari pusat, ya kita ikut join,” ujar Mulriyanto saat ditemui di sela-sela pameran industri di Jakarta, Rabu (19/8/2026).
Fokus pada teknologi antikorosi
Mulriyanto menjelaskan, PT Willhelm Cladding Indonesia menawarkan teknologi overlay cladding, yaitu teknik pelapisan pada permukaan komponen untuk memberikan perlindungan terhadap kondisi kerja yang dapat menyebabkan korosi.
Teknologi tersebut dapat digunakan untuk memperbaiki dan melindungi berbagai komponen industri, seperti pipa, elbow, tee, serta peralatan lainnya.
Menurut dia, kebutuhan terhadap teknologi tersebut cukup besar pada sektor panas bumi. Kondisi operasional industri geothermal membuat sejumlah peralatan berisiko mengalami korosi dan kerusakan.
“Produk ini bukan khusus untuk geothermal saja, tapi untuk oil and gas juga. Terutama di geothermal, peralatan mereka banyak yang korosif dan keropos. Di Indonesia, teknologi spesialis seperti ini bisa dibilang baru ada satu,” katanya.
Fasilitas produksi di Cikarang
Pembukaan fasilitas di Cikarang, kata Mulriyanto, bukan sekadar untuk membangun kantor perwakilan. Perusahaan juga menyiapkan fasilitas produksi serta ketersediaan spare parts.
Keberadaan fasilitas lokal diharapkan dapat mempercepat proses pemeliharaan dan pelayanan kepada pelanggan di Indonesia.
“Justru kita buka di Cikarang agar spareparts siap ready dan maintenance bisa langsung dilakukan di sini,” ujarnya.
Meski demikian, perusahaan masih menghadapi sejumlah kendala administratif terkait pemindahan mesin dari Singapura ke Indonesia.
“Memang ada sedikit kendala perizinan terkait pemindahan mesin dari Singapura yang membutuhkan waktu, namun kami optimis target operasional penuh segera tercapai,” kata Mulriyanto.
Buka peluang kemitraan
PT Willhelm Cladding Indonesia juga membuka peluang kerja sama dengan perusahaan nasional, baik badan usaha milik negara (BUMN) maupun sektor swasta.
Perusahaan menyatakan akan mengikuti regulasi yang berlaku di Indonesia, termasuk ketentuan terkait tingkat komponen dalam negeri (TKDN).
Menurut Mulriyanto, partisipasi dalam pameran industri menjadi momentum untuk memperkenalkan teknologi perusahaan sekaligus memperluas jaringan bisnis di Indonesia.
“Kami berharap bisa mendapatkan komitmen kerja sama baru, termasuk Purchase Order (PO), sekaligus memperkuat keberadaan kami di pasar energi Indonesia,” tuturnya.
Dengan pembangunan fasilitas di Cikarang, perusahaan berharap dapat meningkatkan ketersediaan layanan cladding dan spare parts di dalam negeri serta mendukung kebutuhan industri panas bumi dan minyak dan gas di Indonesia.























