WAKATOBI – Kondisi jalan di Desa Patua, Kecamatan Tomia, Kabupaten Wakatobi, kembali menjadi sorotan publik. Jalan yang merupakan akses utama masyarakat menuju ibu kota kecamatan itu hingga kini masih dalam kondisi rusak dan memprihatinkan.
Tidak hanya menjadi jalur utama aktivitas masyarakat, jalan tersebut juga merupakan akses penting menuju dua destinasi wisata unggulan di Kecamatan Tomia–Tomia Timur, yakni Permandian Air Teewali dan Pantai Rawa Selo.
Ironisnya, Wakatobi yang dikenal sebagai destinasi wisata kelas dunia justru masih memiliki persoalan infrastruktur dasar yang belum terselesaikan. Kondisi jalan yang berlubang dan rusak dinilai menghambat aktivitas warga serta mengurangi kenyamanan wisatawan yang datang berkunjung.
Ketua GARPEM Sultra, Aksan Setiawan, mendesak Bupati Wakatobi, H. Haliana, S.E, agar segera memprioritaskan keluhan masyarakat terkait perbaikan jalan tersebut. Menurutnya, masyarakat membutuhkan aksi nyata dari pemerintah daerah demi mendukung pertumbuhan ekonomi dan kemajuan sektor pariwisata.
“Jangan hanya fokus pada seremoni dan pencitraan. Masyarakat butuh tindakan nyata. Jalan ini adalah akses utama warga sekaligus penunjang wisata daerah,” tegas Aksan Setiawan.
Ia juga menyoroti kepemimpinan daerah yang telah berjalan selama dua periode, namun persoalan infrastruktur jalan di Desa Patua masih belum mendapatkan perhatian serius.
“Dua periode pak bupati ngapain saja? Infrastruktur dasar seperti ini seharusnya menjadi prioritas utama pemerintah daerah,” tambahnya.
Masyarakat berharap Pemerintah Kabupaten Wakatobi segera mengambil langkah konkret untuk melakukan perbaikan jalan demi keselamatan pengguna jalan, kenyamanan wisatawan, serta peningkatan kesejahteraan masyarakat setempat.
- FPPMMT Soroti Dugaan Lemahnya Pengawasan Syabandar Menui Kepulauan Pasca Tenggelamnya Kapal di Perairan Samarengga-Koikoila - 15/07/2026
- DPD GMN Sultra Desak Kejati Sultra Bongkar Dugaan Mafia Izin Crossing Tambang, Minta Gubernur Copot Kadis DP3APPKB Inisial RJ - 14/07/2026
- Diduga Gunakan Material dari Tambang Tanpa Izin, Proyek Pengaman Pantai Tondowolio Senilai Rp18,5 Miliar sultra monitoring corruption menyoroti - 14/07/2026
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT




















