Dukung Energi Terbarukan IJBNet Gelar Pelatihan Kelapa NS

IJBNet bersama BRIN, ICC, dan Universitas Sam Ratulangi menggelar pelatihan sortir kelapa non-standar untuk mendukung industri Sustainable Aviation Fuel di Indonesia

Rahmat Hidayat

- Penulis

Jumat, 22 Mei 2026 - 17:30 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

MINAHASA SELATAN, DETIKBERITA.CO.ID

Indonesia Japan Business Network (IJBNet) bersama Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), International Coconut Community (ICC), serta Universitas Sam Ratulangi menggelar kegiatan Training of Trainers (ToT) Manual Sortir of Non-Standard Coconuts dalam rangka mendukung hilirisasi industri kelapa sebagai bahan baku Sustainable Aviation Fuel (SAF).

Kegiatan tersebut berlangsung di area pabrik PT Sasa Inti, Kabupaten Minahasa Selatan, Sulawesi Utara, selama empat hari, mulai 27 hingga 30 April 2026, dan diikuti sebanyak 25 peserta dari sejumlah perusahaan pengolah kelapa, di antaranya PT Green Power Palembang (GPP), PT A3, serta PT Sasa Inti sebagai tuan rumah.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Selain peserta dari kalangan industri, Universitas Sam Ratulangi juga mengirimkan empat peserta sebagai observer mewakili unsur akademisi.

Pelatihan tersebut berisi pemaparan materi dan praktik lapangan terkait teknik penyortiran kelapa non-standar (NS) yang nantinya akan digunakan sebagai bahan baku minyak kelapa mentah (Crude Coconut Oil/CCO) untuk industri SAF.

Kelapa NS sendiri saat ini telah diakui secara internasional sebagai bahan baku CCO untuk mendukung produksi bahan bakar pesawat ramah lingkungan. SAF diketahui tengah dikembangkan secara masif di berbagai negara dan ditargetkan mulai diterapkan secara luas oleh maskapai penerbangan internasional pada tahun 2030.

Ketua Umum IJBNet, Dr. Suyoto Rais menjelaskan, Indonesia memiliki peluang besar dalam pengembangan industri SAF karena merupakan negara penghasil kelapa terbesar kedua di dunia.

“Melalui investasi dari Jepang, saat ini sedang dibangun pabrik CCO berbasis kelapa NS di Kabupaten Banyuasin, Sumatera Selatan, dan ditargetkan mulai beroperasi pada tahun 2027,” ujarnya.

Ia menambahkan, kebutuhan bahan baku kelapa NS dalam jumlah besar dan stabil nantinya memerlukan tenaga penyortir terlatih dan bersertifikasi.

Baca Juga:  Ramadhan Menguatkan Kebersamaan, Polri Perkuat Pos Pantau Warga Demi Lingkungan Aman

Sementara itu, Mr. Ochiai menyampaikan bahwa pihaknya telah lima tahun melakukan observasi terkait pengembangan kelapa sebagai bahan baku SAF.

“Kegiatan ToT ini menjadi pelatihan pertama di dunia terkait sortir kelapa non-standar dan mendapat apresiasi dari Filipina yang ingin mengadopsi sistem pelatihan serupa,” katanya.

Direktur Jenderal ICC, Dr. Jelfina C. Alouw mengatakan, SAF merupakan proyek besar yang memiliki potensi masa depan bagi industri kelapa dunia.

Menurutnya, Filipina sebagai negara penghasil kelapa terbesar di dunia juga mulai tertarik mengembangkan investasi dan lahan khusus untuk pengembangan SAF.

“Potensi kelapa non-standar mencapai 30 hingga 35 persen dari total produksi dunia yang mencapai sekitar 14 miliar butir per tahun,” ungkapnya.

Dalam kesempatan tersebut, Dr. Jelfina sekaligus membuka secara resmi kegiatan Training of Trainers Manual Sortir of Non-Standard Coconuts.

Sebelum kegiatan dimulai, Dekan Fakultas Pertanian Universitas Sam Ratulangi, Ir. Dedie Tooy menyampaikan bahwa Sulawesi Utara mendapat perhatian khusus dalam pengembangan komoditas kelapa nasional.

Ia juga menegaskan bahwa Fakultas Pertanian Universitas Sam Ratulangi siap mendukung pengembangan industri kelapa di Indonesia melalui kolaborasi akademik dan riset berkelanjutan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel detikberita.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Presiden Prabowo Terima Panglima Jilah, Respons Langsung Aspirasi Masyarakat Dayak
Aktivis Minta Dugaan Praktik Internet di Sikakap Diusut, Pemerintah Didorong Percepat Akses Resmi
Warga Gang 9 Warakas Tutup Perayaan HUT RI ke 81 dengan Pembagian Hadiah dan Makan Bersama
IPJI Kepri Siap Turun Ke Jalan: Duduk Perkara Pernyataan Wawako Batam Bukan Sekadar Kekeliruan, Tapi Kesombongan
Polres Pelabuhan Tanjung Priok Perketat Pengamanan Embarkasi KM Tidar,1.163 Penumpang Tujuan Surabaya
Afgan Hadirkan “Langit Merah Muda”, OST Agensi Rumah Tangga yang Bawa Kisah Kafka dan Katia
PP ISMAHI: Jangan Biarkan Potongan Video dan Tuduhan Anonim Menggantikan Proses Hukum

HAK JAWAB

Apabila ada pihak yang merasa dirugikan dan/atau keberatan dengan penayangan artikel dan/atau berita tersebut di atas, anda dapat mengirimkan artikel dan/atau berita berisi sanggahan dan/atau koreksi kepada Redaksi kami, sebagaimana diatur dalam Pasal 1 ayat (11) dan (12) Undang-Undang Nomor 40 tahun 1999 tentang Pers.  Artikel/berita dimaksud dapat dikirimkan melalui email: detikdjakartaofficial@gmail.com.

Berita Terkait

Minggu, 30 Agustus 2026 - 01:52 WIB

Presiden Prabowo Terima Panglima Jilah, Respons Langsung Aspirasi Masyarakat Dayak

Sabtu, 29 Agustus 2026 - 22:17 WIB

Aktivis Minta Dugaan Praktik Internet di Sikakap Diusut, Pemerintah Didorong Percepat Akses Resmi

Sabtu, 29 Agustus 2026 - 20:28 WIB

Warga Gang 9 Warakas Tutup Perayaan HUT RI ke 81 dengan Pembagian Hadiah dan Makan Bersama

Sabtu, 29 Agustus 2026 - 19:14 WIB

IPJI Kepri Siap Turun Ke Jalan: Duduk Perkara Pernyataan Wawako Batam Bukan Sekadar Kekeliruan, Tapi Kesombongan

Sabtu, 29 Agustus 2026 - 18:28 WIB

Polres Pelabuhan Tanjung Priok Perketat Pengamanan Embarkasi KM Tidar,1.163 Penumpang Tujuan Surabaya

Berita Terbaru