Geopolitik Timur Tengah Memanas, Ekonomi Konsitusi;Saatnya RI Serius Jalankan Bauran Energi

Zaenal Langgar

- Penulis

Rabu, 22 Juli 2026 - 18:17 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

 

 

Jakarta-Rabu, 22 Juli 2026 – No point of return. Itulah ungkapan yang tepat untuk menggambarkan situasi saat ini dalam menghadapi gejolak geopolitik global serta tantangan terhadap devisa negara, sebagaimana disampaikan oleh Ekonom Konstitusi, Defiyan Cori. Pandangan tersebut berkaitan langsung dengan eskalasi konflik antara Amerika Serikat-Israel dan Iran di kawasan Timur Tengah yang telah berlangsung lebih dari tiga bulan tanpa kepastian penyelesaian.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

 

Defiyan menilai bahwa lambat laun kondisi ini secara signifikan akan berpengaruh dan berdampak terhadap stabilitas perekonomian Indonesia.

 

Dampak paling nyata dari perang Teluk tersebut adalah terganggunya pasokan serta ketersediaan minyak dan gas bumi (migas) serta Bahan Bakar Minyak (BBM) di dalam negeri. Mengingat, sekitar 25 hingga 30 persen pasokan migas dan BBM Indonesia masih bergantung pada negara-negara Arab di kawasan tersebut.

 

Persoalan pasokan dan pengelolaan cadangan ini memang tidak bisa dinafikan begitu saja. Terlebih, Indonesia telah berstatus sebagai negara pengimpor bersih (nett oil importer) migas sejak tahun 2002.

 

Pada titik krusial inilah, pengarusutamaan kebijakan substitusi energi impor atau pemanfaatan energi alternatif yang bersumber dari kekayaan Sumber Daya Alam (SDA) domestik menjadi sangat relevan untuk segera direalisasikan.

 

Mendorong Konsistensi Asta Cita dan Kemauan Politik

 

Tindak lanjut atas kebijakan ini merupakan sebuah keharusan mutlak guna menjaga komitmen dan konsistensi terhadap visi-misi kedua dalam Asta Cita. Sembari pemerintah terus berupaya mencari alternatif pasokan impor migas dari produsen negara lain, langkah terobosan kebijakan pasokan yang lebih mandiri mutlak diperlukan.

 

Salah satu solusi strategis yang dapat ditempuh adalah melalui optimalisasi kebijakan transisi energi berbasis non-fosil di dalam negeri.

 

Dalam hal ini, pemerintah melalui Kementerian ESDM dan Kementerian Keuangan dituntut untuk serius dan bersungguh-sungguh dalam merealisasikan komitmen penganggaran melalui APBN.

 

Selain itu, Defiyan menegaskan perlunya kemauan politik (political will) yang kuat dari pemerintah guna mengurangi ketergantungan pada sumber impor. Langkah ini penting untuk menjamin kepastian pasokan jangka panjang.

 

Meskipun selama ini PT Pertamina (Persero) terbukti mampu memenuhi kebutuhan migas dan BBM nasional—baik dari hasil produksi domestik maupun impor dari berbagai belahan dunia—Indonesia tidak boleh terus-menerus bergantung pada negara-negara produsen migas di Timur Tengah maupun Amerika Serikat.

 

Momentum Emas Swasembada Energi

 

Kendati situasi geopolitik ini memberikan tekanan pada ketahanan energi berbasis bahan bakar fosil (fossil fuel), momentum ini sekaligus membuka peluang emas bagi Indonesia untuk mengalihkan prioritas secara serius menuju kebijakan transisi dan bauran energi.

Baca Juga:  Andi Morena Tempuh Jalur Hukum, Laporkan Penggiringan Opini dan Pencemaran Nama Baik ke Polda Kepri

 

Langkah ini dinilai jauh lebih rasional jika dikaitkan dengan potensi SDA domestik yang sangat beragam guna mendukung terwujudnya swasembada energi.

 

Tanpa adanya konsistensi kebijakan yang kuat dari pemerintah dan para pemangku kepentingan (stakeholder), komitmen besar Presiden dalam program Asta Cita akan dipertaruhkan.

 

Strategi penguatan dapat dilakukan melalui optimalisasi peran dan fungsi PT PLN (Persero) dalam program elektrifikasi pada sektor-sektor tertentu.

 

Secara bertahap, kebijakan substitusi impor dan transisi energi ini dapat menekan ketergantungan terhadap energi fosil melalui penerapan aturan yang mendahulukan pasar domestik, seperti halnya kebijakan Domestic Market Obligation (DMO) yang sukses diterapkan pada komoditas batu bara untuk Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU).

 

Baik Pertamina maupun PLN sebagai Badan Usaha Milik Negara (BUMN) garda terdepan diharapkan telah menyiapkan langkah-langkah preventif serta antisipatif dalam menghadapi risiko berkepanjangan di negara-negara pemasok utama migas tersebut.

Ketegasan Peran BUMN dan Dukungan APBN Sebagai pilar ekonomi negara, jajaran manajemen BUMN tentu kini tengah menanti kepastian arah kebijakan dari pemerintah selaku wakil pemegang saham terkait mandat swasembada energi.

 

Khusus untuk PLN, program elektrifikasi pertanian yang telah berjalan sejauh ini terbukti turut memperkuat pencapaian sasaran swasembada pangan nasional.

 

Lebih lanjut, prioritas program transisi energi harus dirumuskan secara tegas dengan memperjelas pembagian tugas antar-BUMN (who does what).

 

Hal ini perlu didasarkan pada pertimbangan rekam jejak kinerja serta pengalaman dari kedua BUMN sektor energi yang sangat strategis bagi hajat hidup orang banyak.

 

Penerapan kebijakan fiskal melalui APBN yang tepat sasaran—berupa alokasi insentif dan disinsentif bagi pelaku industri maupun konsumen—juga menjadi instrumen pendukung yang tak kalah penting.

 

Secara ekonomi, harga energi alternatif yang dihasilkan dari kebijakan transisi atau bauran energi ini diyakini jauh lebih terjangkau oleh masyarakat luas.

 

Oleh karena itu, keberhasilan program transisi energi yang berpihak pada konstitusi, khususnya melalui kinerja PLN yang semakin tepat sasaran dan manfaat, sudah sepatutnya mendapatkan dukungan penuh dari anggaran negara.

 

 

Sumber : Divisi Humas MIO Indonesia DKI Jakarta

 

 

Reporter : Edo Lembang

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel detikberita.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Persiapan Syuting Vidio Klip Lagu “Exsis”Ciptaan Zaenal Langgar Siap Dimulai
Bank Mandiri Belum Hadir, Sengketa Cessie Masuk Sidang Keenam
SPN Polda Metro Jaya Gelar Exspedisi Darat,Bentuk Siswa Polri Presisi dan Humanis
Kapolres Pelabuhan Tanjung Priok Turun Lansung ke Muara Angke,Serap Aspirasi Warga Lewat Jaga Jakarta On The Sport
Ronny Mepet : Perundungan Bukan Lagi Sekadar Candaan
Inge Nurtjahyo : UI Dorong Gerakan Anti-Bullying Dimulai Sejak Usia Sekolah
HUT Ke-1 PRI di Kepri, Ratusan Kader Hadiri Perayaan dan Bagikan Bansos
Kapolres Pelabuhan Tanjung Priok Perkuat Sinergi dengan Tokoh Masyarakat Jakarta Utara,Bahas Kamtibmas dan Kerukunan

HAK JAWAB

Apabila ada pihak yang merasa dirugikan dan/atau keberatan dengan penayangan artikel dan/atau berita tersebut di atas, anda dapat mengirimkan artikel dan/atau berita berisi sanggahan dan/atau koreksi kepada Redaksi kami, sebagaimana diatur dalam Pasal 1 ayat (11) dan (12) Undang-Undang Nomor 40 tahun 1999 tentang Pers.  Artikel/berita dimaksud dapat dikirimkan melalui email: detikdjakartaofficial@gmail.com.

Berita Terkait

Minggu, 9 Agustus 2026 - 22:43 WIB

Persiapan Syuting Vidio Klip Lagu “Exsis”Ciptaan Zaenal Langgar Siap Dimulai

Minggu, 9 Agustus 2026 - 21:55 WIB

Bank Mandiri Belum Hadir, Sengketa Cessie Masuk Sidang Keenam

Minggu, 9 Agustus 2026 - 20:44 WIB

SPN Polda Metro Jaya Gelar Exspedisi Darat,Bentuk Siswa Polri Presisi dan Humanis

Minggu, 9 Agustus 2026 - 14:25 WIB

Kapolres Pelabuhan Tanjung Priok Turun Lansung ke Muara Angke,Serap Aspirasi Warga Lewat Jaga Jakarta On The Sport

Minggu, 9 Agustus 2026 - 01:23 WIB

Ronny Mepet : Perundungan Bukan Lagi Sekadar Candaan

Berita Terbaru

Berita

Ronny Mepet : Perundungan Bukan Lagi Sekadar Candaan

Minggu, 9 Agu 2026 - 01:23 WIB