KARIMUN, KEPRI, DETIKBERITA.CO.ID —
Isu dugaan pungutan uang “gerenti” terhadap calon penumpang kapal tujuan Malaysia di Pelabuhan Internasional Karimun tengah menjadi perbincangan masyarakat. Namun, hasil penelusuran di lapangan menunjukkan bahwa pungutan tersebut tidak berkaitan dengan pihak Imigrasi Karimun.
Wakil Ketua DPC Pemuda Batak Bersatu (PBB) Kabupaten Karimun, Maszan P. Sianturi, melakukan penelusuran langsung untuk memastikan kebenaran informasi yang beredar. Dari hasil penelusuran, istilah “gerenti” diketahui berasal dari bahasa Inggris yang berarti garansi atau jaminan.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Maszan juga mewawancarai seorang calon penumpang kapal tujuan Malaysia bernama Leman. Dalam keterangannya, Leman menegaskan bahwa Imigrasi Karimun tidak pernah meminta uang gerenti kepada calon penumpang.
“Kalau ada informasi bahwa Imigrasi Karimun minta uang gerenti dari calon penumpang tujuan Malaysia, itu tidak benar,” ujarnya, Rabu (25/2/2026).
Menurut Leman, istilah gerenti justru berkaitan dengan proses masuk ke Malaysia. Ia menjelaskan bahwa tidak ada nominal tertentu yang wajib ditunjukkan warga negara Indonesia saat memasuki negara tersebut, tetapi petugas imigrasi Malaysia berhak meminta bukti kecukupan dana selama masa kunjungan.
Ia juga menyebutkan bahwa sebagian besar warga Indonesia yang masuk ke Malaysia dinilai berpotensi bekerja, bukan sekadar berwisata, sehingga pemeriksaan menjadi lebih ketat. Karena itu, sebagian calon penumpang menggunakan jasa agen tiket kapal yang memiliki relasi di Malaysia untuk membantu proses keberangkatan.
“Dari Karimun tidak ada kendala. Tapi untuk bisa lolos di Malaysia, kami biasanya meminta bantuan jasa agen tiket yang punya koneksi,” ungkapnya.
Leman menambahkan, biaya yang dikeluarkan, termasuk tiket pulang-pergi dan dana gerenti, berkisar sekitar Rp1.100.000 untuk masa tinggal 25 hingga 28 hari. Ia mengaku jasa agen tiket juga kerap membantu dengan menalangi dana bagi calon penumpang yang belum memiliki cukup uang, dengan sistem pengembalian setelah mereka kembali dari Malaysia.
- Gotion High-Tech Survei Pulau Belat, Investasi PLTS Raksasa Siap Dongkrak Ekonomi Kepulauan - 02/03/2026
- Isu Pungutan “Gerenti” di Pelabuhan Internasional Karimun, Imigrasi Disebut Tidak Terlibat - 28/02/2026
- RT/RW Desa Bintan Buyu Keluhkan Insentif Belum Terbayar, Ismeth Abdullah : Ini Tidak Boleh..! - 25/02/2026
Halaman : 1 2 Selanjutnya





















