Prof. Abdullah Puteh: Saatnya Alumni HMI Turun ke Sawah, Bukan Hanya Pandai Berwacana

Rudi

- Penulis

Senin, 23 Februari 2026 - 22:09 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jakarta – Koordinator Presidium Majelis Nasional KAHMI (MN KAHMI), Prof. Dr. Ir. H. Abdullah Puteh, M.Si menghadiri acara buka puasa bersama keluarga alumni HMI di Gedung Kementerian Hukum, Jakarta, Senin (23/02/26).

Momentum Ramadan tersebut tidak hanya menjadi ajang silaturahmi, tetapi juga wadah konsolidasi gagasan strategis antara alumni HMI dan jajaran pemerintah.

Dalam wawancara dengan awak media, Prof. Abdullah Puteh menyampaikan bahwa pertemuan bersama Menteri Hukum menjadi ruang dialog konstruktif untuk membahas peran alumni HMI dalam pembangunan nasional, khususnya di sektor pertanian.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Selain kader mengikuti training LK1 dan LK2, harus ada keberanian untuk hidup dalam dunia usaha, khususnya di bidang pertanian. Kita tidak boleh hanya pandai berbicara, tapi harus menjadi praktisi di lapangan,” tegasnya.

Pilot Project Pertanian di Setiap Provinsi

MN KAHMI menggagas pembentukan minimal satu pilot project pertanian modern di setiap provinsi. Program ini akan melibatkan alumni dan kader HMI sebagai motor penggerak, dengan dukungan pembibitan serta sinergi bersama Kementerian Pertanian.

“Kita siapkan lahan dan tenaga kerja. Soal pembibitan, kita siap bantu bekerja sama dengan Menteri Pertanian. Yang penting kita serius dan konsisten,” ujarnya.

Menurutnya, Indonesia tidak boleh tertinggal dari negara seperti Thailand dan Kamboja dalam sektor pertanian. Dengan jumlah sarjana yang besar, Indonesia justru harus unggul dalam inovasi dan praktik pertanian modern.

Ubah Mindset, Cetak Petani Milenial

Prof. Abdullah Puteh menekankan pentingnya perubahan pola pikir generasi muda, khususnya kader HMI, agar tidak memandang sektor pertanian sebagai profesi kelas dua.

“Selama ini setelah sekolah tinggi di kota, pertanian dianggap kurang menarik. Mindset itu harus kita ubah. Justru di pertanian peluangnya besar dan hasilnya bisa lebih baik,” katanya.

Baca Juga:  Aksi Cepat Biddokkes Polda Banten Tangani Anak Kejang di Pantai Anyer

Ia juga menyoroti pentingnya penguatan koperasi serta dukungan pembiayaan bagi petani agar tidak mengalami kesulitan saat musim panen. Menurutnya, sinergi di tingkat bawah harus diperkuat agar kebijakan pusat dapat berjalan efektif.

Dukung Swasembada dan Kurangi Ketergantungan Impor

MN KAHMI juga mendorong penguatan produksi dalam negeri guna mengurangi ketergantungan impor, termasuk komoditas seperti kedelai. Dengan peningkatan kualitas dan kuantitas produksi nasional, Indonesia diharapkan mampu mencapai swasembada pangan secara berkelanjutan.

“Konsep di pusat sudah bagus. Presiden sudah punya visi. Yang perlu kita bantu adalah implementasi di lapangan. HMI ada di seluruh Indonesia, ini kekuatan besar untuk mengawal program tersebut,” ungkapnya.

Optimisme Ramadan untuk Ketahanan Pangan

Menutup wawancara, Prof. Abdullah Puteh menyampaikan optimisme besar terhadap peran alumni HMI dalam mendukung ketahanan pangan nasional. Ramadan menjadi momentum refleksi sekaligus penguatan komitmen untuk memberi kontribusi nyata bagi masyarakat.

“Kita ingin masyarakat punya pekerjaan, pertanian kuat, kemiskinan berkurang. Harapan kita sangat besar. Ini saatnya kita turun tangan,” pungkasnya.

Sebagai informasi, Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (KAHMI) didirikan pada 17 September 1966 di Solo dan menjadi wadah silaturahmi serta kontribusi strategis alumni HMI di berbagai sektor, mulai dari pemerintahan, akademisi, hingga dunia usaha.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel detikberita.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Soroti Penahanan ARF, Pemuda Nusantara Berkeadilan Desak Polda Metro Jaya Beri Klarifikasi
Polda Bali Gelar Laporan Kesatuan dan Penandatanganan Memori Sertijab Kapolda Bali
Polda Bali Gelar Upacara Penyerahan Pataka “Sura Dwipa Sarva Bavena” Kepada Kapolda Baru
Tradisi Penyambutan Kapolda Bali Baru di Mako Polda Bali Berlangsung Khidmat
Polres Pelabuhan Tanjung Priok Gelar Patroli Cipta Kondisi dan Strong point Apresiasi Ganguan Kamtibmas Pada Dini Hari
Polri Mutasi 12 Pati dan Pamen, Sejumlah Jabatan di Bareskrim hingga Kewilayahan Bergeser
Kapolri Silaturahmi dengan Pimpinan MUI,Perkuat Sinergi Jaga Keamanan dan Kerukunan
Atas Nama Kemanusiaan,Tak Ada Ruang Untuk Sikap Abu-Abu Heri Kustanto Tolak Konser Andrea Bocelli

HAK JAWAB

Apabila ada pihak yang merasa dirugikan dan/atau keberatan dengan penayangan artikel dan/atau berita tersebut di atas, anda dapat mengirimkan artikel dan/atau berita berisi sanggahan dan/atau koreksi kepada Redaksi kami, sebagaimana diatur dalam Pasal 1 ayat (11) dan (12) Undang-Undang Nomor 40 tahun 1999 tentang Pers.  Artikel/berita dimaksud dapat dikirimkan melalui email: detikdjakartaofficial@gmail.com.

Berita Terkait

Rabu, 14 Oktober 2026 - 22:41 WIB

Soroti Penahanan ARF, Pemuda Nusantara Berkeadilan Desak Polda Metro Jaya Beri Klarifikasi

Rabu, 14 Oktober 2026 - 15:18 WIB

Polda Bali Gelar Laporan Kesatuan dan Penandatanganan Memori Sertijab Kapolda Bali

Rabu, 14 Oktober 2026 - 15:15 WIB

Polda Bali Gelar Upacara Penyerahan Pataka “Sura Dwipa Sarva Bavena” Kepada Kapolda Baru

Rabu, 14 Oktober 2026 - 15:08 WIB

Tradisi Penyambutan Kapolda Bali Baru di Mako Polda Bali Berlangsung Khidmat

Rabu, 14 Oktober 2026 - 12:48 WIB

Polri Mutasi 12 Pati dan Pamen, Sejumlah Jabatan di Bareskrim hingga Kewilayahan Bergeser

Berita Terbaru