Wakatobi, Sulawesi Tenggara — Kerusakan parah Jembatan Nelayan Bhakti di Desa Mola, Kecamatan Wangi-Wangi Selatan, Kabupaten Wakatobi, menjadi perhatian serius berbagai pihak. Kondisi jembatan yang memprihatinkan dinilai membahayakan keselamatan warga dan mengganggu aktivitas masyarakat pesisir, khususnya para nelayan.
Ketua GARPEM Sultra, Aksan Setiawan, meminta Bupati Wakatobi dua periode, H. Haliana, S.E., agar segera memprioritaskan penanganan jembatan tersebut sebagai bentuk perhatian terhadap kebutuhan masyarakat.
Menurut Aksan, pemerintah daerah tidak boleh menutup mata terhadap keluhan masyarakat yang selama ini mengharapkan adanya perbaikan infrastruktur vital di wilayah mereka.
“Jembatan Nelayan Bhakti di Desa Mola saat ini rusak parah dan membutuhkan penanganan serius. Efisiensi anggaran bukan alasan untuk tidak memperhatikan keluhan masyarakat,” tegas Aksan Setiawan.
Ia menilai keberadaan jembatan tersebut sangat penting karena menjadi akses utama masyarakat dalam menjalankan aktivitas sehari-hari dan mendukung roda perekonomian warga pesisir di Kecamatan Wangi-Wangi Selatan.
GARPEM Sultra juga mendesak Pemerintah Kabupaten Wakatobi segera turun melakukan peninjauan lapangan serta mengalokasikan anggaran perbaikan sebelum kerusakan semakin parah dan berpotensi mengancam keselamatan pengguna jembatan.
Masyarakat Desa Mola berharap pemerintah daerah segera mengambil langkah cepat agar akses transportasi dan aktivitas nelayan dapat kembali berjalan aman, nyaman, dan lancar.
- HIPPMAKEL SOROT DLH KONAWE UTARA TERKAIT DUGAAN PENCEMARAN LAUT DI PERAIRAN LEMBO - 13/10/2026
- FRAKSI MAHASISWA SULTRA SOROTI PEMKOT KENDARI TERKAIT PENATAAN RTH TAPAK KUDA, DESAK TRANSPARANSI DAN KONSISTENSI PENEGAKAN ATURAN TATA RUANG - 12/10/2026
- MUBES ke-IV HIMA Sultra–Jakarta Resmi Tetapkan Pandi Bastian sebagai Ketua Umum Periode 2026–2028 - 10/10/2026
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT



















