Kapolresta Cilacap Bangun Jembatan untuk Warga, Wujud Pengabdian Nyata kepada Masyarakat

S. Erfan Nurali

- Penulis

Jumat, 15 Mei 2026 - 12:16 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

CILACAP – Penugasan sebagai Kapolresta Cilacap menjadi momentum penuh makna bagi Kombes Pol Dr. Budi Adhy Buono. Bertugas di tanah kelahirannya sendiri, ia menyebut amanah tersebut sebagai sebuah “kepulangan yang sakral” sekaligus bentuk pengabdian kepada masyarakat.

Kombes Budi mengaku bersyukur atas kepercayaan pimpinan Polri yang memberikan kesempatan untuk mengabdi di daerah asalnya. Menurutnya, tugas tersebut bukan sekadar jabatan, tetapi tanggung jawab moral untuk memberikan kontribusi nyata bagi kemajuan masyarakat Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah.

“Penugasan ini adalah amanah. Saya ingin memberikan pengabdian terbaik bagi masyarakat Cilacap,” ujarnya.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Komitmen itu tidak hanya diwujudkan melalui tugas-tugas kepolisian, tetapi juga melalui aksi sosial yang langsung dirasakan masyarakat. Salah satunya ialah pembangunan jembatan permanen yang menghubungkan Dusun Ciloning dan Dusun Pengampiran, Desa Karanganyar, Kecamatan Gandrungmangu.

Pembangunan jembatan tersebut merupakan tindak lanjut dari arahan Presiden Republik Indonesia kepada Kapolri yang kemudian diteruskan kepada jajaran Polri, termasuk Kapolresta Cilacap, untuk segera direalisasikan demi membantu kebutuhan masyarakat.

Jembatan yang diresmikan pada 15 April 2026 itu kini menjadi akses penting bagi warga, terutama para petani serta pelajar yang setiap hari melintasi wilayah tersebut untuk beraktivitas.

“Kapolresta Cilacap mengimplementasikan perintah Presiden melalui arahan Kapolri untuk membantu masyarakat membangun jembatan tersebut sehingga dapat mempermudah aktivitas warga, baik petani maupun anak-anak yang berangkat dan pulang sekolah,” jelasnya.

Pengamat kepolisian dan intelijen, Paijo Parikesit, menilai sosok Kombes Pol Budi Adhy Buono mencerminkan karakter prajurit Bhayangkara yang kuat berakar pada budaya Banyumas.

Dalam keterangannya kepada media, Jumat (15/5/2026), Paijo menyebut budaya Banyumas bukan sekadar tradisi, melainkan fondasi karakter yang menjunjung tinggi nilai kejujuran, kesederhanaan, serta semangat egaliter atau dikenal dengan istilah “cablaka”, yakni sikap terbuka dan apa adanya.

“Prajurit Bhayangkara asal Banyumas dididik untuk mengutamakan ketulusan. Filosofi itu tercermin dari sosok Bawor yang menempatkan kejujuran sebagai ukuran utama martabat seseorang,” ujar Paijo.

Baca Juga:  Bhabinkamtibmas Kelurahan Gelora Hadiri Rapat Koordinasi Dan Pengarahan Fkdm Periode 2026–2031, Perkuat Sinergitas Tiga Pilar

Ia menambahkan, karakter masyarakat Banyumas yang kritis namun tetap objektif membuat Kombes Pol Budi dikenal sebagai pemimpin yang tegas sekaligus humanis dalam menjalankan tugasnya.

Menurut Paijo, penempatan anggota Polri di daerah asal memiliki banyak dampak positif, baik bagi institusi maupun personel yang bersangkutan. Anggota Polri yang bertugas di tanah kelahirannya dinilai lebih memahami karakter sosial, budaya, hingga kondisi geografis wilayahnya sehingga mempermudah komunikasi dan pendekatan kepada masyarakat.

“Dengan pengenalan medan yang baik, anggota Polri dapat bertindak lebih cepat dan tepat dalam memberikan perlindungan dan pelayanan kepada masyarakat,” katanya.

Paijo juga menilai penempatan Kombes Pol Budi Adhy Buono di daerah asalnya merupakan bagian dari implementasi program Polri Presisi yang mengedepankan pendekatan humanis dan penguatan hubungan antara Polri dengan masyarakat.

Meski berasal dari lingkungan dengan akar disiplin militer yang kuat, Kombes Pol Budi disebut lebih mengutamakan pendekatan persuasif, kedamaian, dan nilai-nilai kemanusiaan dalam setiap langkah pengabdiannya.

Menutup keterangannya, Kombes Pol Dr. Budi Adhy Buono menegaskan keinginannya untuk meninggalkan warisan berupa keamanan dan kebaikan bagi masyarakat Cilacap.

“Cilacap adalah rumah saya. Di rumah ini, saya hanya ingin mewariskan kebaikan dan keamanan bagi saudara-saudara saya,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel detikberita.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Kodim 0502/JU Salurkan dan Potong Hewan Kurban untuk Warga Jakarta Utara
RPA Indonesia Bersama Bulog Salurkan 500 Paket Sembako kepada Masyarakat
Mahasiswa Desa Aopa Soroti Pernyataan Kepala Desa Saat Idul Adha, Dinilai Bernada Intimidatif dan Berpotensi Memecah Kebersamaan
Remaja Masjid Attaawun Garut: Regenerasi Kepemimpinan Tumbuh dari Semangat Kurban
SINERGITAS ALIANSI JURNALIS BERSATU DAN 4 WILAYAH SALUR KAN HEWAN KURBAN
Kasus TaniHub Disebut Risiko Bisnis Startup,Kasus TaniHub Disebut Risiko Bisnis Startup, Niko widjaja di Nilai Tidak Bersalah
SMAN 1 Garut Siap Jadi Pelopor “Sekolah Maung” Jawa Barat, Perkuat Tradisi Prestasi Nasional
GMPD Jakarta Gelar Unras di Kantor PLN, Desak Pencopotan Dirut PLN Usai Blackout Sumatera

HAK JAWAB

Apabila ada pihak yang merasa dirugikan dan/atau keberatan dengan penayangan artikel dan/atau berita tersebut di atas, anda dapat mengirimkan artikel dan/atau berita berisi sanggahan dan/atau koreksi kepada Redaksi kami, sebagaimana diatur dalam Pasal 1 ayat (11) dan (12) Undang-Undang Nomor 40 tahun 1999 tentang Pers.  Artikel/berita dimaksud dapat dikirimkan melalui email: detikdjakartaofficial@gmail.com.

Berita Terkait

Rabu, 27 Mei 2026 - 18:49 WIB

Kodim 0502/JU Salurkan dan Potong Hewan Kurban untuk Warga Jakarta Utara

Rabu, 27 Mei 2026 - 18:19 WIB

RPA Indonesia Bersama Bulog Salurkan 500 Paket Sembako kepada Masyarakat

Rabu, 27 Mei 2026 - 15:49 WIB

Mahasiswa Desa Aopa Soroti Pernyataan Kepala Desa Saat Idul Adha, Dinilai Bernada Intimidatif dan Berpotensi Memecah Kebersamaan

Rabu, 27 Mei 2026 - 12:32 WIB

Remaja Masjid Attaawun Garut: Regenerasi Kepemimpinan Tumbuh dari Semangat Kurban

Selasa, 26 Mei 2026 - 18:35 WIB

Kasus TaniHub Disebut Risiko Bisnis Startup,Kasus TaniHub Disebut Risiko Bisnis Startup, Niko widjaja di Nilai Tidak Bersalah

Berita Terbaru