Laba PT Bank Ina Perdana Tbk Melonjak 268 Persen pada Kuartal I 2026, DPK dan Aset Tumbuh Solid

Dina Mariyana

- Penulis

Rabu, 13 Mei 2026 - 17:59 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Detikberita, Jakarta – PT Bank Ina Perdana Tbk. atau Bank Ina mencatatkan pertumbuhan laba bersih sebesar 268 persen secara tahunan (year on year/YoY) menjadi Rp52,98 miliar hingga Maret 2026.

Direktur Keuangan Bank Ina, Kiung Hui Ngo, mengatakan kondisi ekonomi pada kuartal I/2026 masih dipenuhi ketidakpastian, mulai dari risiko geopolitik hingga isu domestik yang turut memengaruhi dunia usaha dan sektor perbankan. Meski demikian, perseroan tetap mampu menjaga kinerja positif.

Hingga akhir Maret 2026, total aset Bank Ina tercatat mencapai Rp31,30 triliun atau tumbuh 26,69 persen YoY. Pertumbuhan tersebut didukung peningkatan Dana Pihak Ketiga (DPK) sebesar 21,51 persen menjadi Rp25,04 triliun.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Dari sisi likuiditas, bank masih sangat baik dalam mengelola pertumbuhan bisnis yang ada,” ujar Kiung Hui Ngo dalam Public Expose 2026 Bank Ina di Jakarta, Rabu (13/5/2026).

Selain itu, struktur pendanaan perseroan juga mengalami perbaikan. Rasio CASA meningkat menjadi 40,07 persen dibandingkan periode sebelumnya sebesar 37,48 persen.

Pada sisi penyaluran kredit, Bank Ina membukukan kredit sebesar Rp14,8 triliun atau tumbuh 10,35 persen YoY hingga Maret 2026. Pertumbuhan tertinggi berasal dari segmen kredit konsumsi yang mencapai Rp1,59 triliun. Sementara itu, kredit investasi naik menjadi Rp4,40 triliun dan kredit modal kerja meningkat menjadi Rp8,79 triliun.

Kiung Hui Ngo menambahkan, dana yang belum terserap ke sektor kredit dioptimalkan melalui penempatan pada surat berharga serta penempatan dana di Bank Indonesia dan bank lain.

Kinerja profitabilitas perseroan juga tetap terjaga. Rasio Return on Assets (ROA) tercatat sebesar 0,84 persen dan Return on Equity (ROE) sebesar 7,16 persen. Sementara itu, rasio efisiensi yang tercermin dari BOPO turun menjadi 88,46 persen pada Maret 2026.

Baca Juga:  Sinergi Bhabinkamtibmas Pegangsaan Perkuat Pengamanan Gedung Yarnati Menteng

Untuk rasio pinjaman terhadap simpanan atau Loan to Deposit Ratio (LDR), Bank Ina berada pada level 59,03 persen. Adapun rasio kredit bermasalah atau NPL gross dan NPL net masing-masing tercatat sebesar 3,13 persen dan 1,83 persen.

Di kesempatan yang sama, Direktur Utama Bank Ina, Henry Koenaifi, menegaskan perseroan tetap optimistis menghadapi 2026 dengan fokus memperkuat strategi hybrid banking.

“Kami akan terus menyempurnakan strategi Hybrid Banking karena perpaduan layanan digital dan kantor fisik yang mudah dijangkau menjadi kunci menghadirkan layanan keuangan yang aman, cepat, dan nyaman bagi seluruh segmen nasabah,” kata Henry.

Sejalan dengan transformasi digital, Bank Ina juga terus mengembangkan layanan melalui platform Binadigital. Platform tersebut menyediakan layanan Tabungan Digital, Pinjaman Digital, hingga Investasi Emas Binadigital.

Saat ini, Bank Ina didukung oleh 58 jaringan kantor yang tersebar di berbagai wilayah Indonesia. Perseroan menegaskan akan terus fokus pada pertumbuhan bisnis yang selektif dan prudent, peningkatan efisiensi operasional, serta menjaga pertumbuhan kredit tetap sehat.

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel detikberita.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

FPPMMT Soroti Dugaan Lemahnya Pengawasan Syabandar Menui Kepulauan Pasca Tenggelamnya Kapal di Perairan Samarengga-Koikoila
Bandara Soekarno Hatta Dirusak Oleh Oknum Dan Calo sindikat Dugaaa TPPO
Sukses Gelar Pelantikan, DPW IPJI Kepri Resmi Bubarkan Panitia dan Berikan Apresiasi Tertinggi
JPO Tendean Ditabrak Truk Alat Berat, Polisi Alihkan Arus Lalu Lintas
Soft Opening Shark Club Buka di One Batam Mall 15 Juli, Tawarkan Wajah Baru Hiburan Malam
JJOS Ngobrol Santai dan Ngopi Bareng,Kapolres Priok Bersama Jurnalis
DPD GMN Sultra Desak Kejati Sultra Bongkar Dugaan Mafia Izin Crossing Tambang, Minta Gubernur Copot Kadis DP3APPKB Inisial RJ
Diduga Gunakan Material dari Tambang Tanpa Izin, Proyek Pengaman Pantai Tondowolio Senilai Rp18,5 Miliar sultra monitoring corruption menyoroti ‎

HAK JAWAB

Apabila ada pihak yang merasa dirugikan dan/atau keberatan dengan penayangan artikel dan/atau berita tersebut di atas, anda dapat mengirimkan artikel dan/atau berita berisi sanggahan dan/atau koreksi kepada Redaksi kami, sebagaimana diatur dalam Pasal 1 ayat (11) dan (12) Undang-Undang Nomor 40 tahun 1999 tentang Pers.  Artikel/berita dimaksud dapat dikirimkan melalui email: detikdjakartaofficial@gmail.com.

Berita Terkait

Rabu, 15 Juli 2026 - 03:30 WIB

FPPMMT Soroti Dugaan Lemahnya Pengawasan Syabandar Menui Kepulauan Pasca Tenggelamnya Kapal di Perairan Samarengga-Koikoila

Selasa, 14 Juli 2026 - 23:34 WIB

Bandara Soekarno Hatta Dirusak Oleh Oknum Dan Calo sindikat Dugaaa TPPO

Selasa, 14 Juli 2026 - 23:26 WIB

Sukses Gelar Pelantikan, DPW IPJI Kepri Resmi Bubarkan Panitia dan Berikan Apresiasi Tertinggi

Selasa, 14 Juli 2026 - 19:32 WIB

JPO Tendean Ditabrak Truk Alat Berat, Polisi Alihkan Arus Lalu Lintas

Selasa, 14 Juli 2026 - 12:37 WIB

JJOS Ngobrol Santai dan Ngopi Bareng,Kapolres Priok Bersama Jurnalis

Berita Terbaru