“Kami mengapresiasi setinggi-tingginya atas terselenggaranya lomba kapal cepat tradisional ini sebagai wujud pelestarian budaya bahari. Kegiatan ini juga menjadi upaya memperkenalkan warisan leluhur kepada generasi muda agar bangga akan identitas pesisir,” ujarnya.
Ia menambahkan, nilai kejujuran dan persaudaraan antarwarga menjadi hal penting yang dijunjung selama kompetisi berlangsung.
Selain itu, lomba ini juga diharapkan mampu memotivasi nelayan untuk terus berinovasi dalam teknik pembuatan kapal tradisional yang tangguh dan kompetitif.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Dorong Pariwisata dan Ekonomi Masyarakat
Lebih jauh, Adriansyah menilai penyelenggaraan lomba ini memiliki dampak ekonomi yang signifikan bagi masyarakat lokal.
“Kami berharap kegiatan ini dapat meningkatkan kunjungan wisatawan yang berdampak langsung pada kebangkitan ekonomi masyarakat, khususnya di Kelurahan Pulau Kelapa dan Pulau Harapan,” katanya.
Efek berganda dari kegiatan ini mulai terasa, terutama bagi pelaku usaha kecil.
Peningkatan kunjungan wisatawan berpotensi mendorong sektor transportasi laut, penginapan, hingga penjualan kuliner dan produk olahan hasil laut.
Dengan kolaborasi antara masyarakat, kelompok sadar wisata (Pokdarwis), dan pemangku kepentingan, Speed Race Kapal Nelayan Tradisional diharapkan tidak hanya menjadi agenda seremonial, tetapi juga motor penggerak ekonomi berbasis kearifan lokal di Kepulauan Seribu Utara.
Halaman : 1 2





















