Identitas korban mencerminkan satu hal yang sama: rakyat kecil yang mempertaruhkan nyawa di lubang ilegal demi bertahan hidup.
Erna (46) dalam kondisi kritis, Kartini (50) meninggal dunia, Bungawati (52) mengalami luka berat, dan Husmiati (42) hingga kini belum ditemukan.
Tragedi ini bukan yang pertama—dan jika dibiarkan, jelas bukan yang terakhir.
Tambang emas ilegal di Bombana telah lama beroperasi di ruang abu-abu hukum. Minim pengawasan, nihil penindakan tegas, dan seolah luput dari prioritas penegakan hukum. Pertanyaannya kini bukan lagi apa yang terjadi, tetapi mengapa ini terus terjadi tanpa ada yang benar-benar menghentikan?
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Lubang-lubang maut itu tidak muncul tiba-tiba. Ia ada, terlihat, dan diketahui. Namun tetap dibiarkan.
Hingga berita ini diterbitkan, belum ada pernyataan resmi dari pihak berwenang. Tidak ada kejelasan soal evaluasi, apalagi penindakan.
Sementara itu, satu nyawa telah hilang—dan satu lagi masih terkubur dalam diam.
- Tim Hukum Dan Ketua Yayasan IAI Rawa Aopa Bantah Tuduhan Dugaan Pelecehan Seksual - 15/04/2026
- Semangat Kartini Ditengah Tantangan Ekonomi : Bijak Mengelola Keuangan Keluarga Adalah Kunci Ketahanan Bangsa - 12/04/2026
- Teddy Oetomo Rayakan Lonjakan 578 Juta Ton Nickel SCM, Jumran: Itu Alarm Bahaya Bagi Sungai Dan Hutan! - 11/04/2026
Halaman : 1 2





















