MBG di Persimpangan Jalan: Antara Ambisi Besar dan Ujian Lapangan

Alam Massiri

- Penulis

Jumat, 27 Februari 2026 - 13:14 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi Program MBG

i

Ilustrasi Program MBG

Isu lain yang tak kalah penting adalah efektivitas penerimaan program. Jika sebagian anak tidak mengonsumsi makanan yang diberikan, atau bahkan membuangnya, maka intervensi gizi tidak mencapai tujuannya. Program makan sekolah bukan sekadar soal distribusi, tetapi soal konsumsi dan dampak biologis nyata.

Dalam kebijakan publik, perbedaan antara niat dan hasil sering kali terletak pada detail implementasi. Ambisi nasional membutuhkan fondasi teknis yang kokoh. Tanpa itu, kebijakan berpotensi menghadapi krisis kepercayaan.

Investigasi yang komprehensif dan independen diperlukan untuk menjawab sejumlah pertanyaan kunci:

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Apakah standar keamanan pangan diterapkan secara konsisten di seluruh wilayah?
Apakah struktur biaya realistis terhadap kualitas yang diharapkan?
Apakah sistem pengawasan mampu mendeteksi dan memperbaiki masalah secara cepat?
Apakah manfaat gizi benar-benar terukur dan terdokumentasi?

Program sebesar MBG tidak boleh dinilai hanya dari besarnya anggaran atau kuatnya komitmen politik. Ia harus diuji dari data, mutu, dan dampaknya di lapangan.

Jika evaluasi dilakukan secara terbuka dan hasilnya menunjukkan perlunya perbaikan struktural, maka koreksi bukanlah bentuk kelemahan, melainkan tanda kedewasaan tata kelola.

Baca Juga:  Kasus K Sorong dan Ujian Nyata Implementasi Jurnalisme Ramah Anak - ( "K" Sorong dan PPRA - 1 )

Karena dalam kebijakan sosial berskala nasional, keberanian bukan hanya soal memulai program besar. Keberanian sejati adalah memastikan bahwa setiap rupiah publik benar-benar memberikan manfaat yang sepadan bagi rakyat yang dilayaninya.

——–

*Penulis yang lebih dikenal dengan nama panggilan Alam Massiri adalah Wartawan Muda dengan No. Sertifikat : 31254-UPDM/Wda/DP/X/2025/01/01/76, dan saat ini menjabat sebagai Sekretaris Wilayah Media Independen Online (MIO) Indonesia Provinsi DKI Jakarta
Jakarta, 27 Februari 2026

Alam Massiri

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel detikberita.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

OTT Wartawan Mojokerto: Antara Kebebasan Pers, Dugaan Pemerasan, dan Narasi Rekayasa
Selat Hormuz dan Kedaulatan Ekonomi Rakyat melalui Snowball Business Model (SBM)
Snowball Business Model Nandan Limakrisna: Solusi Ekonomi Berbasis Kepercayaan di Era Kapitalisme
Ekonom Pesimis, Rakyat Menunggu: Ketika Cara Membangun Ekonomi Perlu Dikoreksi
Oligarkinomics vs Snowball Business Model: Ketika Kejujuran Menjadi Kekuatan Ekonomi
Undang-Undang Pers dan Regulasi Terkait: Fondasi Hukum bagi Kebebasan dan Tanggung Jawab Media
Soemitronomics dari Atas, Snowball Business Model dari Bawah
Pedoman Iklan dan Konten Bersponsor (Native Advertising): Menjaga Batas Tegas antara Informasi dan Promosi

HAK JAWAB

Apabila ada pihak yang merasa dirugikan dan/atau keberatan dengan penayangan artikel dan/atau berita tersebut di atas, anda dapat mengirimkan artikel dan/atau berita berisi sanggahan dan/atau koreksi kepada Redaksi kami, sebagaimana diatur dalam Pasal 1 ayat (11) dan (12) Undang-Undang Nomor 40 tahun 1999 tentang Pers.  Artikel/berita dimaksud dapat dikirimkan melalui email: detikdjakartaofficial@gmail.com.

Berita Terkait

Rabu, 1 April 2026 - 07:53 WIB

OTT Wartawan Mojokerto: Antara Kebebasan Pers, Dugaan Pemerasan, dan Narasi Rekayasa

Rabu, 25 Maret 2026 - 21:55 WIB

Selat Hormuz dan Kedaulatan Ekonomi Rakyat melalui Snowball Business Model (SBM)

Jumat, 20 Maret 2026 - 15:35 WIB

Snowball Business Model Nandan Limakrisna: Solusi Ekonomi Berbasis Kepercayaan di Era Kapitalisme

Rabu, 18 Maret 2026 - 12:37 WIB

Ekonom Pesimis, Rakyat Menunggu: Ketika Cara Membangun Ekonomi Perlu Dikoreksi

Senin, 16 Maret 2026 - 19:01 WIB

Oligarkinomics vs Snowball Business Model: Ketika Kejujuran Menjadi Kekuatan Ekonomi

Berita Terbaru