Jakarta – Kornas Presidium Pemuda Timur mendeklarasikan dukungan agar institusi Polri tetap berada langsung di bawah Presiden Republik Indonesia. Deklarasi tersebut dirangkaikan dengan buka puasa bersama, doa lintas agama, serta dialog kebangsaan yang digelar di Warung WOW KWB Jakarta, Rabu (03/03/26).
Kegiatan ini dipimpin oleh Kornas Presidium Pemuda Timur yang juga Direktur Haidar Alwi Institute (HAI), Sandri Rumanama.
Dalam sambutannya, Sandri membuka dengan salam lintas agama dan budaya sebagai simbol keberagaman Indonesia Timur.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
“Indonesia adalah negara dengan lebih dari 200 bahasa ibu. Kompleksitas ini adalah kekayaan, tetapi juga menuntut kita untuk terus memperkuat persatuan,” ujarnya.
Ia menyapa para pemuda dari Papua, Nusa Tenggara Timur, Sulawesi, hingga Maluku Utara sebagai representasi wajah Indonesia Timur yang majemuk dan dinamis.
Dukungan sebagai Amanat Reformasi
Sandri menegaskan bahwa dukungan terhadap Polri tetap berada di bawah Presiden sejatinya merupakan amanat reformasi. Menurutnya, secara prinsip tata kelola pemerintahan dan stabilitas keamanan nasional, garis komando kepolisian harus jelas dan tidak terfragmentasi.
“Berbicara soal Polri di bawah Presiden, itu seharusnya tanpa deklarasi pun sudah menjadi tuntutan reformasi. Namun sebagai anak muda, kita tidak boleh kehilangan momentum untuk menyuarakan komitmen kebangsaan,” tegasnya.
Ia mengingatkan bahwa penempatan Polri di bawah kementerian tertentu berpotensi menimbulkan kerumitan birokrasi dan membuka ruang politisasi sektoral.
“Bayangkan jika kepolisian berada di bawah kementerian. Dengan birokrasi yang kompleks, penanganan kejahatan bisa tersendat dan berpotensi ditarik ke kepentingan politik tertentu,” ujarnya.
Menjaga Demokrasi dan Mencegah Konflik Horizontal
Halaman : 1 2 Selanjutnya





















