Perhatian Penuh Bagi Pasien Ginjal: Pembagian Telur Rebus di RSPAD, Pengingat Pentingnya Deteksi Dini Penyakit

Erfan

- Penulis

Kamis, 14 Mei 2026 - 03:08 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jakarta, 13 Mei 2026 — Suasana hangat dan penuh kepedulian terasa di Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat (RSPAD) Gatot Soebroto, Rabu (13/5), saat Yayasan Jaga Ginjal Indonesia bersama Yayasan Berbagi Cahaya Imlek menggelar kegiatan pembagian telur rebus bagi pasien hemodialisis atau cuci darah.

Kegiatan sosial tersebut menjadi bentuk nyata perhatian terhadap pasien gagal ginjal kronis yang harus rutin menjalani terapi dialisis demi mempertahankan kualitas hidup mereka.

Hadir dalam kegiatan tersebut Wakil Menteri Ekonomi Kreatif Republik Indonesia, Irene Umar didampingi Brigjen TNI dr. Jonny, Sp.PD-KGH., M.Kes., M.M., DCN., selaku Kepala Komite Medik RSPAD Gatot Soebroto yang menyambut baik kolaborasi kemanusiaan tersebut.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Menurut penyelenggara, pemberian telur rebus dilakukan untuk membantu menjaga kondisi kesehatan pasien gagal ginjal kronis, khususnya mereka yang mengalami kekurangan kadar albumin.

Kandungan protein tinggi pada telur dinilai penting dalam membantu meningkatkan adekuasi terapi dialisis agar hasil pengobatan lebih optimal.

Dalam keterangannya, Irene Umar mengaku terharu melihat kedekatan tenaga medis dengan para pasien di RSPAD.

“Ketika melihat pasien bertemu dokter, wajah mereka langsung berbinar. Ini menunjukkan pelayanan di sini dilakukan dengan hati. Para pasien sampai menganggap RSPAD sebagai rumah kedua mereka,” ujar Irene.

Ia juga memuji suasana kekeluargaan yang tercipta di lingkungan rumah sakit, mulai dari dokter, perawat hingga pasien yang saling memberikan dukungan moral selama proses pengobatan berlangsung.

“Dari para perawat sampai tenaga medisnya semua melayani dengan senyum dan penuh cinta. Ini menciptakan energi positif yang luar biasa bagi pasien,” tambahnya.

Sementara itu, Pendiri Yayasan Berbagi Cahaya Imlek sekaligus Wakil Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Veronica Tan melalui keterangan pers yang disampaikan Yayasan Jaga Ginjal Indonesia menegaskan komitmennya untuk terus mendukung pasien gagal ginjal di Indonesia.

“Ke depannya, kami akan semakin memperkuat dukungan bagi pasien gagal ginjal, terutama pasien ibu dan anak agar mereka mendapatkan perhatian dan perawatan yang layak,” ujarnya.

Tidak hanya fokus pada dukungan kesehatan, Irene Umar juga mengungkapkan pihaknya tengah menyiapkan program pemberdayaan ekonomi kreatif bagi pasien gagal ginjal agar tetap produktif dan mandiri.

Baca Juga:  Api di Taman Nasional Way Kambas Berhasil Dipadamkan,Seluruh Gajah Terpantau Aman

“Tujuannya agar mereka tidak terpuruk secara ekonomi, tetap bisa menghasilkan pendapatan sendiri, dan menjalani hidup lebih mandiri meski dalam kondisi sakit,” katanya.

Pembina Yayasan Jaga Ginjal Indonesia, Bapak Anityo, menjelaskan bahwa program pembagian telur rebus telah menjadi kegiatan rutin yayasan sejak awal berdiri dan dilakukan setiap minggu.

Menurutnya, program tersebut bukan hanya membantu meningkatkan kadar albumin pasien, tetapi juga menjadi sarana silaturahmi dan dukungan emosional antarpasien.

“Di sini para pasien bisa saling bertemu, berbagi semangat, dan saling menguatkan agar tetap kuat menjalani pengobatan,” tuturnya.

Kegiatan di RSPAD Gatot Soebroto ini juga menjadi langkah awal yang akan terus diperluas ke berbagai rumah sakit lain di Indonesia agar semakin banyak pasien gagal ginjal yang mendapatkan manfaat.

Di sisi lain, jumlah anak yang harus menjalani cuci darah di Indonesia juga terus meningkat. Di Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo tercatat sekitar 60 anak rutin menjalani terapi hemodialisis maupun CAPD. Sementara di Rumah Sakit Hasan Sadikin Bandung sekitar 20 anak per bulan membutuhkan terapi cuci darah.

Bahkan data dari Ikatan Dokter Anak Indonesia wilayah Jawa Timur menyebutkan sekitar 8 hingga 10 anak per hari harus menjalani hemodialisis akibat gangguan ginjal.

Kondisi tersebut menjadi pengingat pentingnya deteksi dini penyakit ginjal dan pemeriksaan kesehatan secara berkala agar risiko kerusakan ginjal berat dapat dicegah sejak awal.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel detikberita.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Polres Pelabuhan Tanjung Priok Amankan Debarkasi 1.269 Penumpang KM Kelud dari Batam,Situasi Kondusif
Sipropam Polres Pelabuhan Tanjung Priok Lakukan Pengawasan SPPG Rawa Badak Utara 04,Pastikan Keamanan dan Kelayakan Makanan
Stackholder Kecamatan Makasar Jakarta Timur,Hadir Apel Peringatan Hari Santri Nasional 2026
Cuma Rp1.000 per Hari, Perusahaan Kini Bisa Lindungi Pelanggan Lewat Asuransi COZY BRI Life
Galangan Kapal Tak Aktif Di Jalan Tanjung Harapan RT 04 RT 01 Dijadikan Lokasi Bongkar Muat dan Peternakan Ayam
Lawyer Sinar Bintang Aritonang Minta Sidang Perusak Kebun Karet PTPN IV Dikawal Hingga Inkracht
Kedepankan Keadilan Restoratif, Polres Bangli Selesaikan Perkara Anak Melalui Diversi
Pererat Sinergitas dengan PHDI, Kapolda Bali Ajak Bersama Jaga Kerukunan dan Keharmonisan

HAK JAWAB

Apabila ada pihak yang merasa dirugikan dan/atau keberatan dengan penayangan artikel dan/atau berita tersebut di atas, anda dapat mengirimkan artikel dan/atau berita berisi sanggahan dan/atau koreksi kepada Redaksi kami, sebagaimana diatur dalam Pasal 1 ayat (11) dan (12) Undang-Undang Nomor 40 tahun 1999 tentang Pers.  Artikel/berita dimaksud dapat dikirimkan melalui email: detikdjakartaofficial@gmail.com.

Berita Terkait

Jumat, 23 Oktober 2026 - 15:56 WIB

Polres Pelabuhan Tanjung Priok Amankan Debarkasi 1.269 Penumpang KM Kelud dari Batam,Situasi Kondusif

Jumat, 23 Oktober 2026 - 15:51 WIB

Sipropam Polres Pelabuhan Tanjung Priok Lakukan Pengawasan SPPG Rawa Badak Utara 04,Pastikan Keamanan dan Kelayakan Makanan

Jumat, 23 Oktober 2026 - 15:45 WIB

Stackholder Kecamatan Makasar Jakarta Timur,Hadir Apel Peringatan Hari Santri Nasional 2026

Jumat, 23 Oktober 2026 - 14:17 WIB

Cuma Rp1.000 per Hari, Perusahaan Kini Bisa Lindungi Pelanggan Lewat Asuransi COZY BRI Life

Jumat, 23 Oktober 2026 - 14:05 WIB

Galangan Kapal Tak Aktif Di Jalan Tanjung Harapan RT 04 RT 01 Dijadikan Lokasi Bongkar Muat dan Peternakan Ayam

Berita Terbaru