PT Aman Agrindo Catat Pertumbuhan Penjualan pada Kuartal I 2026, Siapkan Integrasi Hulu-Hilir

Lutfika Madjoka

- Penulis

Jumat, 19 Juni 2026 - 11:02 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Detikberita, Jakarta – PT Aman Agrindo Tbk membukukan kinerja positif pada kuartal pertama 2026 dengan mencatatkan pertumbuhan penjualan sekitar 4 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Direktur Utama PT Aman Agrindo Tbk, Andreas Utomo, mengatakan peningkatan tersebut ditopang oleh kenaikan volume penjualan produk gula sepanjang tiga bulan pertama tahun ini.

“Hal ini disebabkan oleh peningkatan penjualan produk gula perseroan pada kuartal I 2026,” ujar Andreas dalam paparan publik perseroan di Jakarta, Jumat (19/6/2026).

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Sejalan dengan pertumbuhan penjualan, total aset perseroan hingga 31 Maret 2026 meningkat sekitar 1 persen dibandingkan posisi akhir 2025. Kenaikan aset terutama berasal dari bertambahnya nilai persediaan.

Sementara itu, total liabilitas naik sekitar 2 persen akibat peningkatan utang bank jangka pendek yang digunakan untuk mendukung kebutuhan operasional perusahaan. Di sisi lain, ekuitas tercatat relatif stabil dengan kenaikan tipis sekitar 0,03 persen, didorong oleh bertambahnya saldo laba ditahan dari laba bersih kuartal berjalan.

Perseroan juga mencatatkan net profit margin sebesar 0,09 persen dan gross profit margin sebesar 8,09 persen. Adapun Return on Asset (ROA) berada di level 0,02 persen, sedangkan Return on Equity (ROE) tercatat sebesar 0,03 persen.

Fokus Tingkatkan Efisiensi

Manajemen menilai prospek industri gula nasional masih memiliki ruang pertumbuhan yang besar seiring meningkatnya kebutuhan konsumsi dalam negeri. Indonesia yang diproyeksikan memiliki populasi sekitar 292,48 juta jiwa pada 2028 diperkirakan membutuhkan konsumsi gula hingga 8,03 juta ton.

Untuk menjawab kebutuhan tersebut, PT Aman Agrindo menyiapkan sejumlah strategi pengembangan usaha, salah satunya melalui pembangunan pabrik produksi baru yang akan mengintegrasikan rantai bisnis dari sektor hulu hingga hilir.

Menurut Andreas, langkah tersebut diharapkan mampu meningkatkan efisiensi operasional sekaligus memperkuat daya saing perusahaan.

Baca Juga:  PT Boni Internasional Multi Media Group Perkuat Peran Sosial di Tengah Pertumbuhan Media Digital

“Dengan alur usaha yang terintegrasi dari hulu ke hilir, biaya produksi dapat ditekan sehingga tingkat profitabilitas perseroan dapat meningkat melalui efisiensi,” katanya.

Selain itu, perusahaan akan memperluas pasar dengan menawarkan penjualan gula dalam jumlah minimum yang lebih kecil namun tetap kompetitif. Strategi ini menyasar pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) serta sektor ritel yang membutuhkan pasokan dalam skala terbatas.

Perseroan juga berkomitmen menjaga ketersediaan stok untuk memenuhi permintaan pasar yang terus berkembang.

Hadapi Tantangan Operasional

Di tengah optimisme tersebut, perusahaan mengakui masih menghadapi sejumlah tantangan. Salah satunya adalah penyesuaian teknis dalam pembangunan pabrik gula merah yang menyebabkan penyelesaian proyek mengalami keterlambatan.

Selain itu, fluktuasi harga gula global serta kondisi ekonomi yang belum sepenuhnya stabil juga dinilai berpotensi memengaruhi daya beli masyarakat dan permintaan pasar.

Meski demikian, manajemen optimistis kinerja operasional maupun keuangan hingga akhir 2026 akan membaik seiring rampungnya pembangunan pabrik gula merah baru yang diproyeksikan meningkatkan kapasitas produksi perusahaan.

Paparan publik tersebut turut dihadiri jajaran direksi dan komisaris perseroan, di antaranya Komisaris Utama Irchan Hanif, Komisaris Independen Andre Hendra Setia, serta Direktur Michael Utomo.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel detikberita.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

RAT Puskopkar DKI Jakarta Tetapkan Kepengurusan Baru
Atasi Masalah Sampah Organik, PT Enviro Mas Sejahtera Perkenalkan Mesin Somya yang Ubah Sampah Jadi Kompos dalam 8 Jam
KEAMANAN VENTILASI UDARA APARTEMENT POLLUX HABIBIE DIRAGUKAN..DIDALAM WAKTU DEKAT DUA NYAWA MELAYANG 
IGAR Bidik Pertumbuhan 9,69% pada 2026, Siapkan Capex Rp88 Miliar
Mencegah Korupsi Pengadaan Pemerintah Sejak Tahap Perencanaan
Dongkrak Produksi Gas 20 Persen, Pertamina Hulu Mahakam Rampungkan Instalasi Jacket Proyek Manpatu
Menjaga Rupiah Tidak Cukup dengan Suku Bunga
Di Tengah Rivalitas Amerika–China, Indonesia Memerlukan Kedaulatan Ekonomi Rakyat

HAK JAWAB

Apabila ada pihak yang merasa dirugikan dan/atau keberatan dengan penayangan artikel dan/atau berita tersebut di atas, anda dapat mengirimkan artikel dan/atau berita berisi sanggahan dan/atau koreksi kepada Redaksi kami, sebagaimana diatur dalam Pasal 1 ayat (11) dan (12) Undang-Undang Nomor 40 tahun 1999 tentang Pers.  Artikel/berita dimaksud dapat dikirimkan melalui email: detikdjakartaofficial@gmail.com.

Berita Terkait

Jumat, 19 Juni 2026 - 11:02 WIB

PT Aman Agrindo Catat Pertumbuhan Penjualan pada Kuartal I 2026, Siapkan Integrasi Hulu-Hilir

Sabtu, 13 Juni 2026 - 05:54 WIB

RAT Puskopkar DKI Jakarta Tetapkan Kepengurusan Baru

Jumat, 12 Juni 2026 - 12:56 WIB

Atasi Masalah Sampah Organik, PT Enviro Mas Sejahtera Perkenalkan Mesin Somya yang Ubah Sampah Jadi Kompos dalam 8 Jam

Kamis, 11 Juni 2026 - 13:05 WIB

KEAMANAN VENTILASI UDARA APARTEMENT POLLUX HABIBIE DIRAGUKAN..DIDALAM WAKTU DEKAT DUA NYAWA MELAYANG 

Rabu, 10 Juni 2026 - 13:11 WIB

IGAR Bidik Pertumbuhan 9,69% pada 2026, Siapkan Capex Rp88 Miliar

Berita Terbaru