DetikBerita||Garut – Idul Adha 1447 H di Kampung Pasir Kawao, Sukaresmi, Garut, menghadirkan suasana penuh makna. Malam takbiran di Masjid Attaawun bergema meriah, disusul salat Idul Adha yang dipadati jamaah hingga ke halaman. Usai ibadah, kebersamaan semakin terasa lewat makan bersama, sebelum berlanjut ke pemotongan hewan kurban dan pendistribusian daging kepada warga yang berhak menerima.
Yang menjadikan perayaan ini istimewa adalah kepanitiaan yang sepenuhnya digerakkan oleh remaja masjid. Ketua Panitia, Ilham Ahmad Fathurahman, S.Sos, menegaskan bahwa pelibatan generasi muda adalah bagian dari regenerasi kepemimpinan. “Kami ingin anak-anak terbiasa mengelola kegiatan besar sejak dini. Jadi, ketika kelak merantau ke mana pun, mereka sudah siap. Keberhasilan Idul Adha kali ini adalah hasil kolaborasi harmonis antara generasi muda dan orang tua,” ujarnya.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Regenerasi Kepemimpinan
Pelibatan remaja bukan sekadar teknis kepanitiaan, melainkan investasi sosial. Mereka belajar memimpin, berkoordinasi, dan mengambil keputusan. Masjid pun berfungsi sebagai sekolah kepemimpinan, menyiapkan kader-kader yang kelak akan membawa semangat gotong royong ke masyarakat luas.
Makna Sosial Kurban
Kurban di Masjid Attaawun menjadi simbol solidaritas dan keadilan sosial. Daging yang dibagikan merata memperkuat ikatan antarwarga, menumbuhkan rasa syukur, dan menanamkan nilai keikhlasan sejak usia muda. Semangat ini diyakini akan membuat tradisi berkurban semakin mengakar di masyarakat.
Meski kepanitiaan diisi anak muda, orang tua tetap hadir sebagai mentor dan penopang moral. Mereka memastikan tradisi berjalan sesuai tuntunan agama, sekaligus memberi ruang bagi anak-anak untuk berkreasi. Kolaborasi lintas generasi ini menciptakan suasana hangat, di mana pengalaman bertemu dengan semangat baru.
Idul Adha di Masjid Attaawun Sukaresmi bukan sekadar ritual tahunan, melainkan laboratorium kebersamaan. Dari takbir hingga distribusi kurban, setiap langkah menjadi pelajaran hidup: tentang kepemimpinan, keikhlasan, dan solidaritas. Kekompakan remaja yang berpadu dengan kebijaksanaan orang tua menghadirkan harapan bahwa tradisi kurban akan terus hidup, menumbuhkan generasi yang siap menjaga nilai-nilai luhur di mana pun mereka berada.
- Remaja Masjid Attaawun Garut: Regenerasi Kepemimpinan Tumbuh dari Semangat Kurban - 27/05/2026
- SMAN 1 Garut Siap Jadi Pelopor “Sekolah Maung” Jawa Barat, Perkuat Tradisi Prestasi Nasional - 26/05/2026
- Dari Lensa Jadi Warisan! Taman Safari Bawa Biodiversitas Indonesia Mendunia Lewat IAPVC 2026 - 24/05/2026






























